Nasib Burberry Setelah Ditinggal Otak Kreatifnya, Christopher Bailey

Stanley Dirgapradja06 Nov 2017, 14:25 WIB

Jakarta Burberry September 2017

Yang jelas, Marco Gobbetti – chief executive Burberry yang baru bertugas awal Oktober - baru akan mengumumkan langkah yang diambil Burberry, sepeninggal Christopher Bailey, Kamis, 9 November depan (8 November waktu Inggris). Tapi, banyak poin penting yang menjadi bahasan setelah Bailey benar-benar meninggalkan Burberry Desember 2018 nanti.

Seperti yang diulas semua media, Burberry mengalami perubahan drastis saat dipegang Bailey secara kreatif. Secara digital maju, penjualan naik, dan citra sebagai sebuah brand luxury semakin melekat. Dan saat berbicara tentang British luxury brand, Burberry pasti yang pertama muncul di benak kita.

Meski di era 90an, brand ini justru jauh dari citra itu.

Kalau boleh dibilang, Bailey sukses membawa Burberry lebih dari sekedar brand fashion mewah, bahkan entitinya jadi lebih luas ke gaya hidup atau spirit kemewahan khas Inggris. Perlu ditambahkan pula, Burberry yang makin muda, kontemporer, dan memiliki banyak dimensi (lihat koleksi September 2017 yang membawa aksen street smart, tapi tetap merujuk pada warisan klasik Burberry).

Setelah mundur dari posisi sebagai Chief Executive, Bailey fokus pada produk. Namun, kreatifitasnya nampak bernilai sangat tinggi. Ia menuntut upah yang tak disanggupi oleh pemegang saham. Ini salah satu alasan yang diduga menjadi penyebab Bailey akan hengkang. Sementara, kabarnya Burberry sedang lakukan penghematan.

Kabarnya lagi, LVMH sedang mempersiapkan Phoebe Philo sebagai pengganti Bailey. Duet Phoebe Philo dan Marco Gobbetti terbukti sukses di Celine. Dan bila Philo benar-benar bergabung dengan Burberry, kita akan melihat Burberry dalam napas baru (dan mungkin Burberry yang lebih minimalis?).

Gosha Rubchinskiy X Burberry

Sejak menjabat sebagai Chief Executive, Gobbetti menginginkan arahan kreatif baru. Kolaborasi Burberry dengan Gosha Rubchinskiy Juni lalu adalah salah satu hasilnya. Tapi, menjalankan rencana kreatif baru dengan kehilangan salah satu kekuatan kreatif paling besar tentu seperti sebuah pergantian jabatan yang sebenarnya sudah dipersiapkan.

Akankah Burberry melakukan langkah tepat dengan melepas Bailey? Apakah ide-ide kreatif Bailey selama ini sebanding dengan upahnya yang besar? Berarti Philo bersedia dibayar di bawah Bailey untuk menjadi pengarah kreatif baru di Burberry? Begitu banyak pertanyaan yang mudah-mudahan akan segera kita ketahui jawabannya.