Anna Wintour Segera Tinggalkan Vogue, Disangkal Oleh Conde Nast

Stanley Dirgapradja05 Apr 2018, 12:45 WIB

Jakarta Meledaknya industri digital beberapa tahun terakhir, turut berdampak pada grup media Conde Nast. Well, jangankan Conde Nast yang begitu kuat, di dalam negeri sudah banyak majalah cetak tutup karena menjamurnya media online. Selama tiga tahun terakhir, dengan menutup beberapa majalahnya – termasuk Teen Vogue, diperkirakan Conde Nast sudah kehilangan 100 juta dollar Amerika. Ditambah, beberapa posisi editor in chief (terutama yang sudah cukup lama) juga mulai diganti dengan sosok-sosok baru.

Page Six melaporkan, dari beberapa sumber kuat , bahwa kemungkinan besar September depan akan jadi edisi terakhir Anna Wintour sebagai editor in chief di Vogue setelah tiga dekade. Tahun ini pula, Anna Wintour akan menikahkan putrinya, Bee Shaffer dengan Francesco Carrozzini, putra dari mendiang Franka Sozzani.

Tapi, Conde Nast menyangkal kabar ini. Karena selain di Vogue, Wintour pun masih menjabat sebagai Artistic Director di Conde Nast. Intinya, ia punya banyak pengaruh. Dan, Page Six menulis ada figur di Conde Nast yang tak menyukai besarnya kekuasaan yang dimiliki oleh Wintour di grup mereka.

Baca juga:

Beda ras, beda cantiknya, perawatan kulitnya pun berbeda

Gwen Stefani segera luncurkan koleksi makeup pribadi

 

Tentu, susah membayangkan Vogue tanpa Wintour. Namun, bila ia benar-benar mundur pekerjaannya selanjutnya tentu akan sangat menarik. Sama seperti pergeseran desainer dan creative director di sederet fashion house papan atas beberapa waktu terakhir. Dan dengan segala koneksi, juga pengaruh, yang ia miliki dipastikan posisi Wintour berikutnya – sekali lagi, bila ia benar-benar berhenti – tentu tak kalah penting dari Vogue.