Busana Heroes ala 4 Desainer di Dewi Fashion Knights Tutup JFW 2019

Vinsensia Dianawanti28 Okt 2018, 08:00 WIB
4 Ksatria Dewi Fashion Knights tutup Jakarta Fashion Week 2019 dengan memukau

Fimela.com, Jakarta Jakarta Fashion Week 2019 yang digelar selama tujuh hari ditutup dengan Dewi Fashion Knights 2018. Tahun ini, DFK 2018 menggandeng empat desainer yang mempersembahkan karya terbaik mereka bertema "Heroes".

Dalam konferensi pers, Margaretha Untoro selaku Editor in Chief Dewi Magazine membentuk tim panelis untuk mengkurasi siapa desainer yang akan tampil di Dewi Fashion Knights 2018.

Empat desainer terpilih setelah proses kurasi dari tim panelis Editor in Chief Dewi Magazine Margaretha Untoro.  Mereka adalah Chitra Subiyakto dengan Sejauh Mata Memandang, Byo oleh Tommy Ambiyo Tedji, Sean Sheila dari Sheila Agatha dan Sean Loh, serta Rinaldy A. Yunardi.

Tema "Heroes" dipilih karena dibutuhkan sosok pahlawan yang mampu membuat dunia terasa lebih layak dan tidak kehilangan harapan dalam hal kemanusiaan. Masing-masing desainer pun mengintepretasikan makna "Heroes" sesuai dengan gayanya masing-masing untuk menutup gelaran Jakarta Fashion Week 2019.

4 Ksatria Dewi Fashion Knights tutup Jakarta Fashion Week 2019 dengan memukau
Rinaldy A. Yunardi

Sejauh Mata Memandang

4 Ksatria Dewi Fashion Knights tutup Jakarta Fashion Week 2019 dengan memukau
Sejauh mata memandang by Chitra Subiyakto (Foto: Fimela.com)
4 Ksatria Dewi Fashion Knights tutup Jakarta Fashion Week 2019 dengan memukau
Sejauh mata memandang by Chitra Subiyakto (Foto: Fimela.com)

Label milik Chitra Subiyakto mengangkat wastra Indonesia di setiap rancangannya. Ini menjadi sebuah cara bagi Chitra untuk melestarikan budaya, khususnya batik dalam masyarakat urban.

Hadir dalam 15 koleksi, Chitra Subiyakto mengangkat cerita Timun Mas yang diintepretasikan dalam batik cap dan tulis. Lebih spesifik, Chitra mengambil empat bekal yang dibawa Timun Mas menjadi motif batik. Semua motif dibuat manual dan diaplikasikan dalam potongan busana seperti kebaya, baju bodo, dan baju Lombok.

 

Byo

4 Ksatria Dewi Fashion Knights tutup Jakarta Fashion Week 2019 dengan memukau
Byo by Tommy Ambiyo Tedji (Foto: Fimela.com)
4 Ksatria Dewi Fashion Knights tutup Jakarta Fashion Week 2019 dengan memukau
Byo by Tommy Ambiyo Tedji (Foto: Fimela.com)

Sementara, Tommy Ambiyo Tedji dengan labelnya Byo menggabungkan sisi inovasi teknologi, kreativitas, dan seni dalam satu karya kekinian. Mewakili jiwa muda kreatif, Byo mengintepretasikan beberapa corak khas Sumatera dalam karya modern sesuai karakter dan material baru.

Menurut Byo, meski mengangkat siluet futuristik, koleksi busana masih cukup wearable. Terdapat sebuah eksperimen tekstur dari polyester yang menghasilkan tampilan atletik namun eksperimental.

 

Sean Sheila

4 Ksatria Dewi Fashion Knights tutup Jakarta Fashion Week 2019 dengan memukau
Sean Sheila (Foto: Fimela.com)
4 Ksatria Dewi Fashion Knights tutup Jakarta Fashion Week 2019 dengan memukau
Sean Sheila (Foto: Fimela.com)

Beda halnya dengan Sheila Agatha dan Sean Loh dengan labelnya Sean Sheila. Kedua desainer ini begitu idealis dengan beragam isu yang melekat dengan lingkungan. Pandangan kritis mereka diaplikasikan pada dekomposisi dan ekspresi ironi dari limbah anorganik yang ditinggalkan manusia.

Sean Sheila menggunakan material dan objek yang tidak biasa, seperti plastik, bubble wrap, kardus, dan material polusi lainnya dalam koleksi busana. Mereka begitu mengilhami fotografer Chris Jordan sebagai pahlawan lingkungan.

 

Rinaldy A. Yunardi

4 Ksatria Dewi Fashion Knights tutup Jakarta Fashion Week 2019 dengan memukau
Rinaldy A. Yunardi ( Foto: Fimela.com)

Dewi Fashion Knights 2018 ditutup secara memukau oleh karya facepiece dari Rinaldy A. Yunardi. Terkenal dengan karyanya yang digunakan banyak artis Hollywood, Rinaldy justru mengangkat sosok perempuan dalam karyanya. Tema besar Heroes dikerucutkan menjadi The Faces yang menggambarkan beragam jenis karakter manusia.

Bagi Rinaldy, semua orang dengan karakter dan profesi apa pun bisa bersama-sama menjadi pahlawan. Untuk itu, ia menggunakan beberapa material seperti besi, lampu, bulu, ranting, dan kertas dalam karyanya. Dari belasan koleksi yang ditampilkan, Rinaldy ingin membawa misi kebersamaan yang positif untuk perdamaian.

Lanjutkan Membaca ↓