Harmonisasi Juxtaposition Biyan menabrakkan sisi modern dan tradisi

Annissa Wulan07 Nov 2018, 19:00 WIB
Juxtaposition

Fimela.com, Jakarta Indonesia memiliki banyak desainer lokal yang merepresentasikan kearifan lokal atau tradisi asli nusantara di dalam koleksinya. Salah satunya adalah Biyan melalui label ready to wear-nya, Studio 133.

Bekerjasama dengan JD.ID, Biyan Wanaatmadja berusaha menunjukkan perjalanannya selama 36 tahun di kancah mode nasional dan internasional dalam koleksi Juxtaposition. Biyan memang merupakan salah seorang desainer tanah air yang selalu menonjolkan ketertarikannya pada tradisi nusantara. Yang diterjemahkannya sebagai konsep dasar dari koleksi-koleksinya.

 

 

Juxtaposition, modernitas dari kearifan lokal Indonesia dalam koleksi ready to wear Studio 133
Juxtaposition, koleksi kolaborasi antara Studio 133 Biyan dan JD.ID.

Koleksi Juxtaposition kali ini mengutamakan fungsi dan daya pakai, sehingga semua busana dapat dipadu padan untuk menghadiri acara formal maupun kasual. Beberapa busana yang menarik perhatian adalah kebaya dari bahan organza yang ringan, blouse kaftan, dan blouse congsam dengan detail sulaman dan taburan manik-manik.

Koleksi Juxtaposition, Biyan bermain dengan sisi modern dari tradisi Indonesia

Juxtaposition, modernitas dari kearifan lokal Indonesia dalam koleksi ready to wear Studio 133
Juxtaposition, koleksi kolaborasi antara Studio 133 Biyan dan JD.ID.

Menegaskan spirit modern dan etnik, Studi 133 berevolusi menjadi label dengan twist garis desain kontemporer. Juxtaposition ingin bercerita tentang penyandingan, percampuran, dan clashing antara banyak emelen, material, corak, dan garmen yang dirangkai sedemikian rupa.

Juxtaposition, modernitas dari kearifan lokal Indonesia dalam koleksi ready to wear Studio 133
Juxtaposition, koleksi kolaborasi antara Studio 133 Biyan dan JD.ID.

Perpaduan kontras antara tradisi dengan twist yang lebih modern, motif floral yang ditabrakkan dengan motif geometris, dan silk print yang dipadukan dengan lace. Biyan juga menggunakan motif batik Buketan yang umumnya ditemukan di area pesisisr Jawa sebagai inspirasi.

Juxtaposition, modernitas dari kearifan lokal Indonesia dalam koleksi ready to wear Studio 133
Juxtaposition, koleksi kolaborasi antara Studio 133 Biyan dan JD.ID.

Sama halnya dengan motif Kilim, motif permadani dari Timur Tengah yang dirangkai ulang menyerupai desain scarf, dipadu bersama motif Floral Tiles dengan sentuhan tipografi Studio 133. Biyan juga lebih berani bermain dengan aksesori dan siluet busana yang longgar, seolah tidak peduli pada aturan yang ada.

Juxtaposition, modernitas dari kearifan lokal Indonesia dalam koleksi ready to wear Studio 133
Juxtaposition, koleksi kolaborasi antara Studio 133 Biyan dan JD.ID.
Lanjutkan Membaca ↓