Sukses

Fashion

[Vemale's Review] Buku ''The Geography of Genius'' - Eric Weiner

Judul: The Geography of Genius
Penulis: Eric Weiner
Penerjemah: Barokah Bruziati
Penyunting naskah: Zahra Haifa
Proofreader: Endang S. Nugraha
Desainer sampul: Matahari Indonesia
Cetakan II, Desember 2016
Diterbitkan oleh Penerbit Qanita, PT Mizan Pustaka

Dalam buku ini, Eric Weiner melakukan perjalanan keliling ke beberapa tempat di dunia untuk mencari tahu hubungan antara lingkungan kita dan ide-ide inovatif. |a menjelajahi sejarah kota-kota seperti Wina, Florence, Athena, Hangzhou, dan tentu saja Silicon Valley.

Masih dengan gayanya yang nakal, cerdas, dan humoris, Weiner menapaktilasi jalanan yang pernah dilalui Socrates, Michaelangelo, dan Leonardo da Vinci. Ia juga merenungkan sejarah teori Darwin, pemikiran Freud, dan berjalan-jalan di hutan seperti yang dilakukan Beethoven zaman dulu.

The Geography of Genius meredefinisi argumen tentang bagaimana seorang genius muncul. Weiner mengevaluasi ulang tentang bagaimana pentingnya budaya dalam memantik dan memelihara kreativitas.


Apa genius itu? Bagaimana seseorang bisa dikatakan genius? Bagaimana seseorang bisa mendapat ide dan gagasan sampai mendapat label genius? Buku The Geography of Genius bisa jadi referensimu. Ada banyak hal menarik yang dibahas di buku karya Eric Weiner dan kita akan diajak untuk berkelana menjelajahi berbagai tempat eksotis sekaligus belajar memahami berbagai sudut pandang soal kejeniusan.

Foto: copyright Vemale/Endah Wijayanti

Pencarian tempat-tempat paling kreatif di dunia, dari Athena sampai Silicon Valley, Eric Weiner mengungkap dan menguliti satu demi satu definisi genius yang bisa ia temukan. Dari Athena, Hangzhou, Florence, Edinburgh, Kolkata, Wina, hingga Silicon Valley, genius memiliki arti dan makna berbeda di setiap tempat. Kita akan diajak untuk memahami bahwa genius itu bukan sebatas yang punya IQ tinggi. Bahkan ada banyak orang dengan kecerdasan yang dianggap rata-rata tapi bisa melakukan hal-hal besar. Di sinilah kemudian akan dikupas satu per satu tentang arti genius dan bagaimana seseorang bisa disebut genius baik pada masanya maupun setelah ia wafat.

Ada banyak fakta menarik yang terungkap dari setiap petualangan dan penjelajahan Eric. Saat ke Athena misalnya, ada fakta tentang kebiasaan orang Yunani yang suka berjalan ke mana-mana setiap saat. Ternyata banyak orang genius yang menghasilkan pemikiran terbaik dan terhebatnya saat berjalan. Sampai ada penelitian yang mulai menyelidiki secara ilmiah kaitan antara berjalan dan kreativitas. Wah, ini menarik sekali.

Foto: copyright Vemale/Endah Wijayanti

Sewaktu mengerjakan A Christmas Carol, Dickens biasa berjalan 15 atau 20 kilometer menyusuri jalan-jalan tikus London, mengutak-atik plot dalam benaknya saat kota itu terlelap. Mark Twain juga banyak berjalan walaupun dia tidak pernah sampai ke mana-mana. Dia berjalan selagi bekerja, seperti yang diingat putrinya, "Kadang-kadang, saat mendiktekan, Ayah berjalan mondar-mandir ... lalu sepertinya selalu ada jiwa baru yang terbang memasuki ruangan."
(hlm. 47)


Setiap tulisan dan catatan perjalanan yang dibuat Eric bisa dibilang sangat "mengenyangkan". Tak hanya menggambarkan tempat yang dikunjungi atau menceritakan orang yang ditemui dalam perjalanannya, Eric juga meramu tulisannya dengan berbagai hasil penelitian dan referensi yang tak sedikit. Berbagai definisi soal kejeniusan dibahas dan dirangkai satu demi satu. Sangat membuka wawasan.

Foto: copyright Vemale/Endah Wijayanti

Ada juga yang menarik waktu ia mengunjungi Hangzhou. Seperti soal kebiasaan minum teh. Ada sesuatu dari kebiasaan minum teh itu yang berhubungan dengan kejeniusan. Waktu membaca soal ini, saya jadi ikut membayangkan bisa duduk bersama Eric menyesap teh hijau sambil menghabiskan waktu bersantai. Berbagai fakta dan hal-hal menarik juga diungkap oleh Eric. Membuka halaman demi halamannya selalu membuat saya terpana sendiri. Begitu banyak hal menarik di dunia ini.

Menulis buku adalah kegiatan kreatif. Begitu pula, membaca. Namun, kedua kegiatan tersebut tak ada artinya dibandingkan sumber daya yang dibutuhkan untuk memperoleh manuskrip langkah dari Cina kuno. Aku terpaksa mengerahkan kemampuan merendahkan diri terbaikku demi mendapatkan sebuah buku di tanganku, sebuah potongan penting dari teka-teki Cina.
(hlm. 141)


Genius itu sederhana. Genius itu bukan hal baru. Genius itu mahal. Genius itu praktis. Genius itu semrawut. Genius itu tidak sengaja. Genius itu menular. Genius itu lemah. Semua itu dibahas di The Geography of Genius. Saya sangat menyukai gaya tulisan Eric yang begitu dalam. Tapi juga bikin ketagihan, karena dibalut dengan berbagai fakta penelitian dan berbagai pemikiran orang-orang besar dan filsuf.

Kita juga akan diajak untuk mengenal berbagai sosok dunia terkenal dan berpengaruh. Sebut saja Michaelangelo, Socrates, Plato, Leonardo da Vinci, Shen Kuo, Alexander Fleming, dan banyak lagi. Selain itu orang-orang yang ditemui dan menemani Eric juga menarik. Mereka bisa saling tukar pendapat dan pikiran soal makna genius juga membahas orang-orang yang begitu berpengaruh di dunia.

Foto: copyright Vemale/Endah Wijayanti

Buat kamu yang ingin mengetahui lebih jauh arti genius dan hal-hal menarik yang berkaitan dengannya, buku ini recommended banget deh. Selain itu, kamu juga akan diajak Eric jalan-jalan menyusuri berbagai tempat eksotis yang menyimpan banyak kisah. Happy reading, Ladies!



(vem/nda)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading