Vemale's Review: Novel ''Loving You'' - RuDee

Fimela16 Jun 2017, 10:00 WIB
Copyright: Vemale.com/Endah Wijayanti

Judul: Loving You
Penulis: RuDee
Penyunting: Nunami
Desain: Amanda M. T. Castilani
Cetakan Pertama 2017
Diterbitkan oleh Penerbit Bhuana Sastra (Imprint dari Penerbit Bhuana Ilmu Populer)

Blurb:

Raffa
Pertama kali melihatnya, aku merasakan sesuatu berubah dalam diriku. Perlahan tapi pasti, rasa itu semakin kuat. Ada yang selalu menarik aku untuk selalu dekat dengannya. Bahkan duniaku yang cenderung monoton selama ini berubah dalam seketika. Demi Tuhan, aku sangat mencintainya. Aku tidak pernah mencintai seseorang seperti aku mencintai Lara. Aku tahu aku tidak salah mencintai gadis bermata bulat dan bersorot ceria itu. Dan aku percaya Lara tahu betapa aku menyayanginya...

Lara
Ia baik. Teramat baik. Dan aku juga menyayanginya. Aku yakin Raffa pria terbaik dalam hidupku. Dan aku gadis yang sangat beruntung. Aku ingin sekali mengatakan kepada Raffa betapa aku juga mencintainya... Betapa aku mengenang setiap momen kebersamaan kami...

Rasanya tidak ada yang bisa memisahkan keduanya. Saling mencintai, saling melengkapi satu sama lain. Lalu segalanya tiba-tiba berubah... Kejadian yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya... Dan memorakporandakan semua yang ada... Termasuk kenangan tentang sebuah cerita cinta yang takkan lekang oleh waktu...

***

Copyright: Vemale.com/Endah Wijayanti

Jakarta, 1996. Raffa awalnya memendam sendiri ketertarikannya pada Lara. Dia pun bingung bagaimana cara mendekati atau memulai obrolan dengan Lara. Tapi beruntung Raffa memiliki sahabat seperti Galang. Dengan bantuan Galang, Raffa bisa ikut belajar kelompok demi sedikit curi-curi pandang dan perhatian pada Lara.

Tak disangka, Raffa dan Lara memiliki ketertarikan yang sama pada dunia buku. Keduanya kemudian sering membicarakan soal buku-buku koleksi mereka dan saling bertukar cerita. Terlebih Raffa juga memiliki bakat melukis yang sangat menarik di mata Lara. Seiring waktu berjalan, keduanya pun makin dekat.

Raffa dan Lara juga saling berbagi mimpi. Dengan minatnya di bidang melukis, tadinya Raffa ingin berkuliah di Jurusan Seni Rupa. Tapi keinginan tersebut awalnya tak direstui oleh Ayahnya. Sang Ayah ingin Raffa bisa berkuliah di Jurusan Manajeman agar bisa mengelola bisnis Ayahnya yang sudah sangat besar. Raffa diminta untuk berpikir ulang.

Tekad Raffa akhirnya bulat. Ia memutuskan untuk kuliah di Jepang mengambil Teknik Arsitektur melalui jalur beasiswa. Meski sebenarnya Ayah Raffa sangat mampu membiayai anaknya itu sekolah ke luar negeri, Raffa memutuskan untuk mengambil jalan yang dipilihnya sendiri.

Copyright: Vemale.com/Endah Wijayanti

Namun, tragedi itu tiba. Kerusuhan Mei 1998 menghadirkan banyak luka, termasuk pada Lara dan Galang. Sementara Raffa tetap mengikuti rencananya untuk terbang ke Jepang, berkuliah di sana. Selama kuliah di Jepang, Raffa dan Lara masih terus berkomunikasi melalui surat. Hubungan mereka awalnya terasa baik-baik saja, tapi ternyata ada sebuah rahasia besar yang disembunyikan Lara dari Raffa.

Mengikuti novel ini kita akan diajak untuk mengikuti kisah cinta khas remaja. Mulai dari yang awalnya diam-diam suka, PDKT, hingga mencoba untuk menjalin hubungan yang lebih serius. Selain itu tema soal keluarga juga mewarnai novel ini. Seperti Lara yang dibesarkan oleh single mom, Raffa yang hidup sangat berkecukupan meski jarang bisa bertemu ayahnya yang super sibuk, dan Galang yang hidup di keluarga sederhana. Masing-masing punya permasalahan sendiri dengan keluarganya.

Selain cinta, tema persahabatan juga sangat kental di novel ini. Khususnya persahabatan antara Raffa dan Galang. Mereka saling percaya meski pada akhirnya malah menyakiti satu sama lain. Raffa mengira Galang berkhianat padanya, tapi itu karena ada hal yang disembunyikan oleh Galang.

Yang tak kalah menarik dari novel ini adalah soal kisah Raffa yang berkuliah di Jepang. Di sana ia bekerja paruh waktu di sebuah toko buku, jalan-jalan ke beberapa tempat, dan bertemu dengan sejumlah sahabat serta seorang perempuan yang menjadi bagian terbesar dari hidupnya. Sedikit banyak kita akan mengenal budaya Jepang dari cerita-cerita dan pengalaman Raffa.

Ending cerita novel ini pun cukup mengejutkan. Terlebih ada twist yang sempat bikin syok juga terkait sebuah rahasia yang disembunyikan oleh Lara yang berhubungan dengan kerusuhan yang terjadi pada tahun 1998. Sad ending atau happy ending? Hm, mending kamu baca sendiri, ya.

(vem/nda)