Review: The Book of Invisible Questions - Lala Bohang

Fimela13 Sep 2018, 19:30 WIB
The Book of Invisible Questions./Copyright Vemale/Endah

Judul: The Book of Invisible Questions
Teks dan Ilustrasi: Lala Bohang
Layout: emte
Editor: Siska Yunita
Cetakan ke-5, Juli 2018
Gramedia Pustaka Utama

Who?
A breathing meat.

Why?
Some breathing meat lucky enough to understand their purpose of existence. But most of the meats have no idea why they exist in the universe. The meat who knows and the meat who doesn’t know experience the same pain, uncertainty, and heartbreak, but have different points of view on everything.

Where?
Under the sky. On the soil. Between the air and the sea. In the arms of people who treat you badly.

What?
Something you don’t know and something you know. If you’re lucky you’ll find the answer but other questions will come to you soon after that.

When?
Not today.

***

Sejak baca The Book of Forbidden Feelings, langsung jatuh cinta dengan karya Lala Bohang. Mulai dari ilustrasi dan teks-teks yang disampaikan serasa begitu mengena di hati. Selalu membuat kita merasa bisa kembali jadi diri sendiri. Begitu membebaskan meski yang disampaikan bukan cuma sebatas hal-hal yang indah saja. Banyak yang kelam dan sendu malah.

The Book of Invisible Questions ini seperti judulnya berisi banyak pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan yang selama ini sebenarnya selalu bersemayam di dalam diri kita. Pertanyaan-pertanyaan yang kadang begitu takut untuk kita ungkap dan utarakan.

The Book of Invisible Questions, Lala Bohang./Copyright Vemale

Isi buku ini terasa lebih padat dibandingkan The Book of Forbidden Feelings. Ada banyak hal yang membahas soal eksistensi diri. Membaca baris demi bari tulisan di dalamnya sambil menikmati ilustrasi yang disajikan benar-benar membawa kita ke sebuah ruang yang begitu aman.



 

 

Hal-hal yang kadang begitu random yang dibahas di buku ini banyak yang mewakili isi kepala kita sendiri. Begitu lepas dan jujur. Meski tidak semua hal-hal yang disampaikan indah dan berbunga-bunga, tapi justru begitu mengena di hati.



 

 

Cerita tentang kecoak, batu, gadis dan impiannya, serta cerita yang dibuat dengan berbagai sudut pandang unik mewarnai buku ini. Mau dibaca urut dari awal hingga akhir atau dibaca random sesuai dengan mood, The Book of Invisible Questions bisa jadi sahabat yang akan membantu menghilangkan perasaan kesepian kita di saat sedang ada masalah.

 

 



Berbagai hal soal kehidupan, cinta, kehangatan, kesepian, dan kebahagiaan dibahas dengan diwakili teks dan ilustrasi yang begitu menarik. Terima kasih untuk Lala Bohang yang telah membuat karya yang begitu indah ini.

(vem/nda)