Review: Growing Pains (Five Stories, Five Lives) - Desi Anwar

Fimela21 Sep 2018, 20:30 WIB
Growing Pains./Copyright Vemale/Endah

Judul: Growing Pains (Five Stories, Five Lives)
Penulis: Desi Anwar
Cover design: Lala Bohang
Layout: Fajarianto
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Young Adela discovers that the pangs of love are a lot more complicated than she has imagined, and that there may not be such a thing as the perfect love after all. At her mother’s death bed, May tries to make sense of the dying woman’s role in her life and the strange nature of their mother-daughter relationship.

As a new undergraduate learning the ropes of adulthood, Djuna meets and learns from her role-model, only to find that in life, nothing is entirely what it seems.

Meanwhile, a teenager stressed out by school exams has suicidal thoughts and is forced to examine the meaning of her life. And a woman in her early prime is confronted with the unexpected death of her father.…

In this collection of stories about five different lives, Desi Anwar explores the pains of growing up, the fragility of human emotions and the challenges of learning to navigate the complexities of life while trying to understand
the meaning behind it all.

In Growing Pains each character discovers in her own way, that in order to make sense of the world and face a confusing reality, she must first embrace her inner turmoils, come to terms with her own vulnerability, and allow
the mysterious workings of the Universe to unveil itself.

***

But the beast was no monster. It was herself. That part of her that had grown with her since she was a child but which she failed to recognise and had thus pushed aside.

Growing Pains, satu dari lima cerita di buku ini./Copyright Vemale/Endah

Merasa sangat tertekan. Tak tahu harus mencari pertolongan ke mana dan kepda siapa. Dunia disesaki berbagai himpitan. Susah tidur malam. Begitu berbaring di atas tempat tidur malah berusaha mencekik diri sendiri dan mengakhiri hidup. Tak ada lagi semangat menjalani hidup. Segalanya terasa menakutkan. Bahkan ujian yang tadinya sebenarnya bisa diatasi dengan baik malah bikin panik karena tak tahu bagaimana cara mengerjakan dan menyelesaikannya dengan baik. Kisah seorang gadis remaja dalam cerita Growing Pains ini begitu menyentuh sisi emosional dan psikologis.

Growing Pains adalah satu dari lima cerita yang ada dalam buku terbaru karya Desi Anwar. Empat cerita lainnya, antara lain A Million Pieces, The Story of Delia, Perfect Loves, dan The Good Mother. Ditulis dalam bahasa Inggris, masing-masing cerita pendek di buku ini punya karakternya sendiri.

Berisi lima cerita pendek./Copyright Vemale/Endah

Tampak ada pengalaman pribadi yang turut dihadirkan Desi Anwar dalam cerita-cerita pendeknya di sini. Mulai dari soal kehilangan, pencarian jati diri, hingga memaknai kebahagiaan. Masing-masing tulisan dituturkan dengan begitu detail. Membuat pembaca merasa ikut masuk dalam bagian cerita itu sendiri.

Buku ini dibuka dengan cerita pendek A Million Pieces soal menghadapi sebuah kehilangan. Kepergian ayah untuk selama-lamanya meninggalkan perasaan yang campur aduk. Diceritakan pula hubungan sang anak dan ayahnya selama masih hidup, tak semuanya berisi kenangan indah. Ada hal-hal yang malah meninggalkan luka. Bahkan ada pertanda-pertanda yang tampaknya luput diperhatikan dan baru disadari ketika sang ayah akhirnya pergi untuk selamanya.

Copyright Vemale/Endah

The Good Mother mengisahkan sudut pandang seorang anak, May mengenai ibunya. May merasa ibunya berbeda dari para ibu kebanyakan. Bahkan May merasa kehadirannya di dunia sebenarnya tidak diinginkan. Tapi ketika beranjak dewasa, barulah ia menyadari sesuatu yang begitu penting. Cara ibunya mendidik dan mengasuh membuat May menjadi sosok yang lebih mandiri. Refleksi hubungan ibu dan anak di cerita ini terasa begitu dekat bahkan mungkin pernah kita rasakan dalam proses pendewasaan diri.

Kumpulan cerita dalam buku Growing Pains mengajarkan banyak hal. Lima cerita dengan lima kehidupan berbeda. Desi Anwar menjabarkan luka dan berbagai suka duka soal tumbuh menjadi pribadi yang dewasa. Hidup yang begitu kompleks memang tak selalu membuat hari-hari yang kita jalani terasa mulus. Hubungan antar manusia, emosi dan ego yang dimiliki masing-masing pribadi, semua itu bisa memiliki keunikannya sendiri. Hingga pada akhirnya kita bisa menemukan makna di balik semua itu.





(vem/nda)