Review: Buku Seni Hidup Minimalis - Francine Jay

Fimela25 Sep 2018, 19:30 WIB
Seni Hidup Minimalis./Copyright Vemale/Endah

Judul: Seni Hidup Minimalis
Penulis: Francine Jay
Penerjemah: Annisa Cinantya Putri
Perwajahan sampul: Mila Hidajat
Perwajahan isi: Fajarianto
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Pernahkah Anda menatap semua barang yang Anda beli, warisi, atau terima di rumah, dan merasa pengap, bukannya senang?

Apakah Anda mengalami kesulitan mengatasi utang kartu kredit, bahkan tidak ingat lagi apa saja yang telah Anda beli? Pernahkah Anda berharap ada angin kencang yang meniup semua kekacauan di rumah agar Anda bisa memulai lembaran baru?

Buku ini bisa menjadi penyelamat Anda!

Bagian pertama buku ini akan menumbuhkan pola pikir minimalis. Bagian kedua berisi metode STREAMLINE—satu dari sepuluh teknik paling efektif untuk menjaga rumah tetap rapi. Bagian ketiga mengajak Anda menggunakan langkah-langkah khusus untuk menangani setiap ruangan di rumah. Di bagian keempat, Anda akan melihat bagaimana konsep minimalis membuat kita lebih ramah lingkungan sehingga mampu melestarikan Bumi untuk generasi berikutnya.

***

Kata "minimalis" pastinya bukan kata yang asing di telinga kita. Hanya saja, sejauh apa sih kita benar-benar memahaminya? Apakah benar kalau hidup minimalis itu hidup yang serba irit dan mengesampingkan kebahagiaan pribadi?

Seni Hidup Minimalis, buku yang satu ini memberi banyak pandangan baru soal minimalis. Dasar-dasar pemikiran soal minimalis dipaparkan dengan sangat detail. Minimalis memang sering diidentikkan dengan segala sesuatu yang serba cukup. Tapi kadar cukup ini bisa jadi berbeda pada tiap orang.

Dengan punya sedikit barang, stres pun bisa berkurang. Bayangkan saja bila kita menumpuk banyak barang yang tak berguna di rumah, setiap kali melihatnya pasti bikin stres. Belum lagi dengan waktu yang mungkin harus kita habiskan untuk merawat, membersihkan, atau mengaturnya secara rutin. Kalau tidak punya cukup waktu untuk itu semua, akhirnya yang terjadi malah bikin hidup tambah tertekan.

"Jangan memiliki barang yang tidak kauketahui gunanya atau tidak kauyakini keindahannya."
- William Morris

Seni Hidup Minimalis./Copyright Vemale

Francine Jay, ahli penata rumah ini sudah terkenal dengan metode STREMLINE-nya, yaitu:
Start over (mulai dari awal)
Trash, treasure, or transfer (buang, simpan, atau berikan)
Reason for each item (alasan setiap barang)
Everything in its place (semua barang pada tempatnya)
All surfaces clear (semua permukaan bersih)
Modules (ruangan)
Limits (batas)
If one comes, one goes out (satu masuk, satu keluar)
Narrow down (kurangi)
Everyday maintenance (perawatan setiap hari)

Dengan metode tersebut, kita mendapat arahan dan panduan lengkap untuk mulai hidup minimalis. Panduannya bisa langsung dicoba. Bisa dimulai dengan kembali memilih dan memilah barang mana yang sudah seharusnya dibuang, disimpan, atau diberikan saja.

Konsep Satu Masuk, Satu keluar pun sangat mudah untuk dicoba. Jadi, setiap kali membeli barang baru, kita perlu mengeluarkan barang lama yang sejenis yang sekiranya sudah tak terpakai lagi.

Menerapkan hidup minimalis berarti melawan keinginan untuk menghadirkan tiruan dunia luar di dalam rumah kita sendiri.

Seni Hidup Minimalis./Copyright Vemale

Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari menerapkan hidup minimalis. Bukan cuma soal penghematan, tapi juga meningkatkan kualitas hidup. Tidak gampang stres lagi. Tidak ribet dan pusing dengan obsesi punya banyak barang yang belum tentu berguna.

Hidup minimalis melepaskan kita dari siklus "bekerja dan mengonsumsi", memungkinkan kita menciptakan eksistensi yang jauh dari hiruk-pikuk toko, barang terkini, atau biaya-biaya tertentu.

 

 

Panduan untuk menata setiap jenis ruang berbeda juga dijabarkan dengan sangat detail. Kita bisa langsung mengikutinya dengan mudah. Dan ternyata nggak sulit kok untuk memulai gaya hidup minimalis.

Seni Hidup Minimalis, buku yang berisi penjelasan dan panduan lengkap untuk menciptakan hidup yang lebih tertata dan bebas stres. Setelah membaca buku ini, kita akan tergerak untuk segera membuat perubahan yang dapat dimulai dengan langkah kecil.




(vem/nda)