Fimela Historia: Melihat Perjalanan Kemajuan Fashion dari Desain Shoulder Pad

Meita Fajriana11 Jan 2019, 10:30 WIB
Fashion dengan shoulder pad

Fimela.com, Jakarta Industri fashion selalu mengalami evolusi dari masa ke masa. Menuju kemajuan yang lebih baik, dunia fashion juga menjadi standar sosial dalam masyarakat. Salah satunya dalam cutting dan desain bahu sebuah busana.

Shoulder pad atau bantalan bahu yang tinggi dan khas bisa dilihat dari runway deretan busana untuk fall/winter 2019. Diprediksi juga masih akan menghiasi runway koleksi spring/summer 2019 dan menjadi tren yang digemari.

Desain shoulder pad ini dimulai dari tahun 1980 dan terlihat sangat identik. Meski tampak kuno, namun mulai dari saat itu, desain bahu menjadi salah satu statement yang diperhatikan oleh desainer dan brand dalam koleksi fashion mereka.

Perubahan desain bahu dari masa ke masa membuat sejarah yang menjadi momen penting bagi perempuan. Kembalinya desain-desain bahu yang tinggi dan unik pada saat ini mengajak kamu melihat perjalanan desain dan fashion yang cukup panjang.

Tidak main-main, desain-desain bahu yang unik ini, diadopsi oleh sederet desainer kondang dan brand fashion berkelas dunia. Evolusi ini bukanlah sebuah kebetulan, karena industri fashion berputar dan selalu berubah.

Shoulder pad awalnya diciptakan sebagai lapisan pelindung untuk pemain sepak bola Amerika di akhir abad ke-19. Hingga pada tahun 1930-an ide kreatif Elsa Schiaparelli menambahkan padding ke pakaian perempuan.

Perancang Prancis ini dikenal karena menampilkan tipuan mata dan detail ilusi lainnya dalam desainnya dan bereksperimen dengan siluet untuk perempuan. Schiaparelli sering menggunakan bantalan bahu pada jaketnya yang terstruktur.

Hingga masa perang mempengaruhi desain dan fashion. Adrian Adolph Greenburg membawa bantalan bahu ke dalam desainnya. Memamerkan tampilan berbahu yang kuat pada pecinta fashion di tahun 30-an.

 
 
 
View this post on Instagram

80's Power dressing fashion inspo #powerdressing #powersuit #80sfashion #shoulderpads

A post shared by leona clery-jones (@cleryjonesleona) on

Desain busana dengan bantalan bahu ini membuat penggunanya lebih berkarakter. Hal ini pertama kali dikenalkan dalam karakter Crawford dalam film 1932 Letty Lynton yang menggunakan gaun dari Adrian. Saat itu masih dengan desain yang acak-acakan, namun untuk kostum Crawford dalam drama 1945 Mildred Pierce sudah mulai lebih terstruktur.

Beberapa dekade berlalu, desain bantalan bahu semakin menjadi statement dalam fashion di tahun 1980. Dari tokoh-tokoh politik hingga selebritas Hollywood menggunakannya. Margaret Thatcher, mantan Perdana Menteri Inggris, tidak hanya memberi dampak pada politik, dia juga menjadi sosok pedoman fashion, saat itu blazer dengan bantalan bahunya.

Bantalan bahu pada busana menggambarkan kekuatan dan kepemimpinan wanita saat itu. Seiring berjalannya waktu bantalan bahu mulai diberikan pada pakaian yang lebih glamor. Melihat ikon-ikon seperti Madonna dan Grace Jones bergaya tahun 80-an lengkap dengan bantalan bahu yang menjadi tren kala itu.

 

2 of 2

Kemajuan tren shoulder pad di tahun 80-an

Seiring dengan kemajuan tren fashion tahun 80-an sebagian besar didominasi dengan bantalan bahu yang tinggi. Hal ini juga terlihat sampai saat ini dari runway Fall/winter 2018 Ford Tom Ford, Miu Miu, Balmain, Saint Laurent, hingga Gareth Pugh.

Hingga kini desainer yang menjadi saksi kembalinya tren bantalan bahu ini adalah Demna Gvasalia. Sejak ia di Balenciaga, sang desainer telah bermain desain yang memberikan perhatian khusus pada bahu.

Sejak koleksi spring/summer 2016, ia menunjukkan desain bahu pada blazer, T-shirt dengan bantalan linebacker-esque yang disembunyikan, jaket jas dengan bahu lebar yang miring, hingga gaun dengan lengan bantalan bahu.

 
 
 
View this post on Instagram

Fall Winter 18

A post shared by Balenciaga (@balenciaga) on

Demma bahkan menggunakan teknologi untuk membuatn tampilan dengan bantalan bahu atau shoulder pad semakin modern. Untuk koleksi Balenciaga Fall/Winter 2018 dan Spring/Summer 2019, Demma Gvasalia menggunakan proses pencetakan 3-D untuk menciptakan tampilan yang kuat di bahunya dengan teknik penjahitan yang istimewa.

Selamat datang kembali tren busana dengan aksen shoulder pad. Kamu tertarik mencobanya sahabat Fimela?

Lanjutkan Membaca ↓
short desc
3Y Ago

Teknologi yang terus berkembang menawarkan kita berbagai macam kemudahan, tak terkecuali dalam menciptakan sebuah seni. Seorang ibu rumah tangga bernama Ali Jardine, telah memanfaatkan dengan sangat baik fitur kamera pada handphonenya. Dengan kamera tersebut, ia menciptakan karya fotografi yang berhasil membuatnya mendapat follower hingga 500 ribu di Instagram. Dengan memanfaatkan gadgetnya tersebut, ia mengombinasikan foto pemandangan alam dengan siluet putra putrinya yang ia minta menjadi model. Hasil fotonya cukup mengesankan, Ladies. Langsung intip galerinya, yuk!

Selengkapnya
short desc
short desc
3Y Ago

Jika biasanya upacara pernikahan dilakukan di rumah pengantin wanita, di gereja, di masjid ataupun di sebuah gedung serbaguna, kali ini sepasang kekasih bernama Jaymie Eaton dan Hector memutuskan untuk menikah di gedung Balai Kota San Francisco. Dilansir dari elitedaily.com, pasangan ini memutuskan menikah di Balai Kota karena mereka ingin pernikahannya memiliki konsep sederhana namun dirasa sangat istimewa bagi keduanya. Pada pernikahan keduanya, tidak banyak tamu yang di undang, tidak ada makanan khusus dan juga pernik lain yang umum ada di suatu pesta pernikahan. Meskipun sangat sederhana, nampaknya pernikahan ini telah menjadi momen paling istimewa dan tak bisa dengan mudah dilupakan. Mau tau seperti apa foto-foto pasangan ini? Lihat foto mereka di sini.

Selengkapnya
short desc
short desc
3Y Ago

Jika biasanya makam dikenal sebagai tempat yang menyeramkan dan cukup angker, di makam satu ini Anda akan melihat suasana yang berbeda dan cukup unik. Dilansir dari feelneed.com, makam ini bernama Merry dan terletak di Rumania. Di makam ini sendiri, batu nisan yang digunakan memiliki bentuk unik dan memiliki penuh warna. Tidak hanya itu saja, di batu nisan tersebut dikatakan menggambarkan indentitas dan keseharian seseorang yang ada di bawahnya saat orang tersebut masih hidup. Percaya ataupun tidak, berada di makam ini bisa buat Anda merasakan ketenangan dan juga kebahagiaan tersendiri. Penasaran seperti apa makam tersebut? Simak galeri fotonya di bawah ini.

Selengkapnya
short desc
short desc
3Y Ago

Menjadi orang tua bukanlah suatu hal yang mudah. Ketika orang tua memiliki buah hati yang masih kecil, ibu atau ayah nampaknya harus ekstra sabar merawat dan menjaga buah hatinya. Mengingat perasaan anak-anak yang masih sangat sensitif, jangan heran jika perlu perlakuan lembut dan ramah maksimal kepada anak. Dilansir dari elitedaily.com, ketika anak-anak merasa lelah dan kecewa, mereka akan dengan mudah menangis dan ngambek. Dan jika sudah terjadi hal ini, akan sangat sulit bagi orang tua menenangkan hati si kecil. Inilah beberapa ekspresi anak ketika sedang ngambek. Lihat apa yang terjadi dengan mereka ketika mereka ngambek.

Selengkapnya
short desc
short desc
3Y Ago

Fungsi utama kursi adalah untuk duduk. Tentu saja hal ini sudah diketahui secara umum. Namun biasanya kursi bentuknya seperti itu-itu saja. Berbeda dengan perabotan kursi dari studio Designarium berikut ini.Kursi ini didesain sangat unik oleh Stéphane Leathead karena bisa diubah-ubah bentuknya dan membuat Anda tidak bosan duduk dengan posisi yang sama. Kursi ini didesain berbentuk silinder dengan poros bundar di tengah yang memungkinkan kedua sisi kanan kirinya bisa diputar sehingga membuat Anda nyaman duduk dengan posisi favorit Anda. Didesain secara ergonomis, Anda bukan hanya bisa duduk dengan posisi tegak, namun juga bisa berbaring telentang, dan telungkup. Yuk lihat seperti apa kursinya.

Selengkapnya
short desc