Virginie Viard, Sosok yang Menjadi Pengganti Karl Lagerfeld untuk Chanel

Nabila Mecadinisa20 Feb 2019, 09:58 WIB
Virginie Viard, Sosok yang Menjadi Pengganti Karl Lagerfeld untuk Chanel

Fimela.com, Jakarta Karl Lagerfeld sudah menjadi ikon bagi merek fashion ternama Chanel sejak tahun 1983 hingga tahun 2019. Kepergian Karl Lagerfeld untuk selama-lamanya tentu meninggalkan duka yang mendalam. Kenangan indah dan penuh kesan dari karya-karyanya akan menjadi bagian dari sejarah mode dunia.

Banyak pertanyaan akan siapa sosok yang menggantikan Karl Lagerfeld untuk meneruskan karya-karyanya dalam mempertahankan eksistensi Chanel dalam industri fashion dunia? Seperti yang dilansir dari Harpersbazaar.com, rumah mode asal Prancis, Chanel telah umumkan bahwa Virginie Viard yang merupakan tangan kanan Karl Lagerfeld didapuk menduduki posisi sebagai creative operations untuk brand tersebut sehingga warisan dari Gabrielle Chanel dan Karl Lagerfeld akan tetap hidup selamanya.

Fakta di balik sosok Virginie Viard

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Vogue México y Latinoamérica (@voguemexico) on

 

1. Viard memulai kariernya di Chanel dari magang

Mengutip The Telegraph, Viard memulai kariernya di Chanel dengan magang sebagai haute-couture embroidery di tahun 1987. Hal tersebut tepat setelah Karl menjabat selama 4 tahun sebagai creative director dari brand ikonik ini. Dan kariernya terus berkembang hingga ia berhasil dipromosikan oleh Bendahara Pangeran Rainier dari Monako untuk pekerjaan ini.

2. Ia telah bekerja dengan Karl Lagerfeld lebih dari 30 tahun

Setelah bekerja bersama pada Chanel, Viard bergabung dengan Karl Lagerfeld untuk merek fashion Chloe di tahun 1992 dan berkarier hingga 5 tahun, sebelum akhirnya ia kembali untuk Chanel sebagai koordinator Idan mulai bekerja untuk koleksi ready-to-wear di tahun 2000.

Fakta di balik sosok Virginie Viard

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Hair stylist and Makeup (@christine_cousty) on

 3. Bekerja semakin dekat dari hari ke hari

"Saya membuat koleksi yang datang dari ateliers dan Métiers d’Art houses, berdasarkan dari sketsa yang dibuat oleh Karl Legerfeld." Ungkap Viard pada The Telegraph di tahun 2017. "Saya juga berkoordinasi dengan tim, memilih suplier, mencari kain yang tepat dan melakukan fitting bersama Karl."

Viard juga mengakui bahwa ia sering memberikan twist pada desain Karl sehingga karyanya kerap membuat Karl terkejut namun ia selalu puas. Bahkan Viard juga mengaku bahwa setiap harinya selalu meluangkan waktu untuk mengobrol bertukar pikiran dengan Karl. Tak jarang berbagi sketsa lewat foto yang dikirimkan melalui ponsel.

Bahkan pada sebuah dokumenter berjudul 7 Days Out, Karl juga mengatakan kedekatannya dengan Viard. Menurutnya, ia adalah sosok paling penting dalam hidupnya yang merupakan andalan Karl. Bahkan, ia berkata selalu meluangkan waktu untuk bertemu atau sekedar berbicara melalui telepon.

Fakta di balik sosok Virginie Viard

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Ocean Drive Venezuela (@oceandrivevzla) on

 4. Virginie Viard tampil pada show Chanel Januari Lalu

Bulan lalu, Karl absen dari Chanel Couture Show di Paris. Hal ini dikarenakan Karl merasa kelelahan dan butuh waktu istirahat. Jika biasanya Karl tampil sebagai penutup pada setiap peragaan busana yang digelarnya. Kali ini, Virginie Viard tampil menggantikan Karl ditempani model Vittoria Ceretti yang memperagakan final look embellished bridal swimsuit.

5. Virginie Viard memiliki background sebagai kostum desainer

Viard lahir di keluarga fashion. Ya, kakek neneknya merupakan produsen sutra. Ia juga memulai kariernya sebagai desainer kostum dan membuat pakaian untuk Camile Claudel dan untuk film Plays hingga akhirnya Karl menawarkan untuk bergabung dengan Chanel dan Chloe.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Michał Adamski (@michaladamski1987) on

Bahkan Viard juga sangat sukses dan membuat gebrakan atas kreasinya pada film Real, dan kostum untuk aktris Isabelle Adjani dan director Bruno Nuytten. Selain itu ia juga berkontribusi dalam sejumlah film seperti Three Colors: Blue di tahun 1993, Three Colors: White di tahun 1994, dan beberapa film lainnya.

Melihat karyanya di industri fashion dan bagaimana perjalanan kariernya serta kedekatannya dengan Karl Lagerfeld, tentu tak perlu diragukan lagi bagaimana dirinya menjalani warisan dari Gabrielle Chanel dan Karl Lagerfeld. 

 

Lanjutkan Membaca ↓