Hannie Hananto Sukses Tampilkan Busana Suwe Ora Jamu di Korea Selatan

Vinsensia Dianawanti10 Okt 2019, 19:00 WIB
Hannie Hananto Sukses Tampilkan Busana Suwe Ora Jamu di Korea Selatan

Fimela.com, Jakarta Hannie Hananto menjadi salah satu desainer busana muslim Indonesia yang karyanya cukup terkenal. Ia mendapat kehormatan sebagai perwakilan Indonesia oleh Korea Research Institute for Fashion Industry dalam ajang fashion tahunan terbesar di Korea Selatan, Daegu International Fashion Culture (DIFACUL) 2019.

Mengusung tema "New Collaboration Fashion Playground", DIFAUL 2019 digelar di Suseong Lake, Sangwha Dongsan, Kota Daegu, Korea Selatan pada 4-6 Oktober 2019. Kota Daegu ini dikenal sebagai pusat kota fashion, seni, dan budaya di Korea Selatan.

DIFACUL 2019 sendiri merupakan ajang festival fashion Internasional yang mengintegrasikan antara fashion, budaya, seni, dan alam. Bukan hanya menggelar serangkaian fashion show, namun juga menggelar pameran yang terdiri dari Fashion Tech-Fushion Tech-Art Exhibition, Textile Fashion Façade Exhibition, dan Art Installation Exhibition.

Hannie Hananto menampilkan karyanya yang bertema Suwe Ora Jamu, yang memiliki arti "Lama Tidak Minum Jamu". Jamu sendiri menjadi minuman tradisional Jawa yang identik dengan ciri khas penjualnya yang membawa jamu dengan digendong.

 

 

Terinspirasi dari penjual jamu

Hannie Hananto Sukses Tampilkan Busana Suwe Ora Jamu di Korea Selatan
Hannie Hananto berhasil memamerkan karyanya bertajuk Suwe Ora Jamu di Korea Selatan (Foto: Hannie Hananto)

Terinspirasi dari hal tersebut, Hannie Hananto membuat sebuah rangkaian busana muslim berpotongan sederhana dan menonjolkan permainan motif cetak yang berwarna-warni.

Menggambarkan keragaman yang inklusif dengan perpaduan antara kearifan lokal dan suasana kebahagiaan.

“Koleksi Suwe Ora Jamu mewakili budaya, pengrajin lokal, dan negara kita. Tentang rasa cinta, hormat, dan semangat yang kita perjuangkan agar terus tumbuh dan berkembang dalam diri bangsa Indonesia,” papar Hannie Hananto.

Partisipasi Hannie Hananto dalam DIFACUL 2019 menjadi kesempatan untuk mengenalkan seni budaya Indonesia sebagai potensi industri fashion dalam negeri ke skala global. Selain itu, juga membuka peluang kerjasama dan investasi dengan jaringan internasional dan memperkuat prestasi dan posisi Indonesia di tingkat internasional.

Simak video berikut ini

#GrowFearless with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓