Gerakan Memperdayakan Perempuan Lewat Produk Fashion

Meita Fajriana18 Okt 2019, 14:30 WIB
Ilustrasi fashion

Fimela.com, Jakarta Perempuan memiliki kesempatan untu berkarya dan berdaya secara ekonomi. Termasuk dalam industri produk fashion. Terlebih saat ini tidak ada perbedaan antara pengusaha perempuan dan laki-laki. Mereka dinilai berdasarkan karya dan kepiawaian membaca pasar.

Untuk mendukung peran perempuan dalam dunia usaha fashion ini, platform teknologi Zilingo mengumumkan inisiatif terbarunya, SheWorkz. Sebuah program manufaktur terdesentralisasi untuk memberdayakan perempuan yang bergerak di bidang usaha mikro, khususnya produk fashion.

Perempuan merupakan kalangan yang kurang terwakili dan terkompensasi dengan baik dalam ekonomi global. SheWorkz dari Zilingo memberikan kesempatan pada para perempuan yang ada di rumah untuk memanfaatkan waktu luang dan ruang di rumah dengan memberikan pelatihan kerja, pendanaan, dan peluang pengembangan bisnis.

Dengan demikian membawa perempuan kembali ke dunia kerja, sesuai dengan ketentuan dan persyaratan mereka sendiri. SheWorkz akan membuka jalan menuju kemandirian finansial dan kesuksesan yang lebih besar bagi para perempuan dengan mengeliminasi kendala yang biasa dihadapi di tempat kerja tradisional.

Zilingo bertujuan untuk memperluas jangkauan SheWorkz dan meningkatkan keterampilan lebih dari 2.000 perempuan di negara-negara seperti India, Bangladesh, Vietnam, dan Kamboja pada tahun 2022.

Program ini mengatasi hambatan mendasar bagi para perempuan untuk memasuki dunia kerja. Misalnya, program SheWorkz menyediakan jam kerja yang fleksibel untuk menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga dengan memungkinkan perempuan untuk bekerja dari rumah.

 

Membantu perempuan mendapatkan kesempatan yang sama dalam bidang usaha

Pemberdayaan perempuan lewat fashion
Pemberdayaan perempuan lewat fashion. (Foto: Dok. Zilingo)

Program SheWorkz ini juga secara langsung berkontribusi atas pembentukan klaster busana pertama di Indonesia untuk menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Kemenko Perekonomian, yang disebut klaster “Busana dan Gaya Hidup”.

“Program ‘Zilingo SheWorkz’ telah menciptakan klaster ‘Fesyen dan Gaya Hidup’ baru. Melalui program ini, mereka mampu menjangkau segmen baru dari masyarakat yang membutuhkan dukungan. Saya percaya bahwa para perempuan di industri manufaktur garmen akan mendapat manfaat dari pelatihan vokasi yang diberikan oleh Zilingo serta pinjaman modal usaha yang disalurkan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR),” ujar Darmin Nasution Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.

 

Fokus pada pemberdayaan perempuan

Pemberdayaan perempuan lewat fashion
Pemberdayaan perempuan lewat fashion. (Foto: Dok. Zilingo)

Pemberdayaan perempuan merupakan salah satu fokus utama dari Zilingo sejak didirikan pada tahun 2015. Di bawah kepemimpinan Ankiti Bose, CEO dan Co-founder Zilingo, lebih dari setengah karyawan perusahaan merupakan perempuan. Hampir 50 persen level eksekutif juga perempuan. Dengan fokus pada penyamarataan kesempatan bagi perempuan, SheWorkz bertujuan untuk melibatkan perempuan dari berbagai keadaan demografi dan tingkat sosial ekonomi.

"Perempuan merupakan potensi yang terpendam serta kurang dimanfaatkan untuk ekonomi Asia. SheWorkz akan menjadi ekosistem manufaktur terdesentralisasi terbesar di dunia. Airbnb mengajarkan kepada kami bahwa setiap kamar tidur tambahan di rumah Anda bisa menjadi hotel dengan adanya investasi dan visi. Lalu mengapa ruang ekstra tersebut tidak bisa menjadi bengkel atau unit manufaktur kecil untuk memanfaatkan waktu yang dimiliki kaum perempuan akibat terasingkandari dunia kerja tradisional?" tutur Ankiti Bose.

#GrowFearless with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓