Inspirasi Busana Lebaran yang Terinspirasi dari Korea Selatan

Meita Fajriana19 Mei 2020, 07:00 WIB
Baju Lebaran

Fimela.com, Jakarta Tiba saatnya kita di penghujung Ramadan. Nuansa lebaran semua umat muslim mulai bersiap menyambut hari kemenangan. Namun, di tengah pandemi COVID-19 yang mengharuskan masyarakat untuk menjaga jarak dan tetap di rumah saja, berpengaruh pada daya beli konsumen termasuk produk lifestyle dan fashion.

Kondisi ini menjadikan tantangan tersendiri bagi industri fashion, termasuk brand modest wear tanah air KAMI. KAMI mencoba mengeksplor beragam terobosan untuk tetap menghadirkan koleksi baru, di antaranya yang cukup dinantikan yakni seri koleksi Raya. Tentunya dengan berbagai pertimbangan material dan siluet yang sudah disesuaikan dengan lebaran di rumah saja.

Lewat acara Raya Stream Fest, KAMI memamerkan koleksi busana lebaran yang bertajuk “JANA”. Koleksi ini terinspirasi dari Pojagi, teknik quilting tradisional Korea berusia 2000 tahun yang menggabungkan beberapa jenis kain seperti sutra dan rami, yang kemudian dijahit menjadi satu kain utuh.

Sejarah Korea menyebutkan bahwa semua kalangan masyarakat memanfaatkan kain tersebut untuk membungkus hadiah istimewa yang menandakan bahwa pemberi dan penerima sama-sama menghargai hubungannya.

 

 

Detail koleksi lebaran Kami

Koleksi Raya “JANA” hadir dalam bentuk pakaian ready-to-wear dari koleksi yang sebelumnya pernah dibawakan oleh KAMI di Jakarta Fashion Week 2020. Pada seri koleksi Raya “JANA” ini, Kami tetap menonjolkan warna-warna earth tone yang menjadi ciri khasnya yakni hijau tua, cokelat, kuning mustard, serta nuansa terracotta.

Seperti koleksi Raya tahun sebelumnya, untuk koleksi “JANA” tersedia dalam model pakaian sarimbit, yang cocok untuk pakaian lebaran keluarga. Pilihan model terdiri sembilan look, mulai dari tunik, kimono wrap & long outerwear, dan dress untuk wanita, Koko untuk pria dan anak, serta dress untuk anak.

 

 

Teknik dalam koleksi lebaran Kami

Selain model koleksi sarimbit, yang menarik dari koleksi Raya “JANA” ini adalah penggunaan teknik pleats yang diaplikasikan pada bagian tertentu seperti bagian lengan dan tunik, sehingga memberikan kesan playful yang elegan. Elemen bunga dan tulisan kuno menghiasi motif pada koleksi wanita dan anak, kedua elemen ini mengingatkan kembali pada seni dan budaya Korea, asal inspirasi dari Pojagi.

Sementara untuk koleksi baju Koko pria dan anak, hadir dalam nuansa warna yang sama namun tanpa elemen bunga. Pemakaian motif Pojagi merupakan bentuk lain untuk menghargai diri sendiri. Maka dari itu, nama “JANA” diambil dari bahasa Slavia yang berarti “God’s gracious gift”.

Koleksi “JANA” mengajak pemakainya untuk merangkul kepercayaan diri dan menyadari harga diri, bahwa dirinya adalah pemberian berharga dari Tuhan. Sangat cocok untuk dipakai merayakan lebaran bersama keluarga di rumah saja sahabat Fimela!

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓