Temukan Talenta Fashion Baru di Tengah Pandemi dalam Bentuk Cinematic Virtual Fashion Awards

Nabila Mecadinisa12 Agu 2020, 14:00 WIB
ANFA

Fimela.com, Jakarta Industri fashion terus menampilkan geliatnya dari para insan mode untuk terus maju di tengah pandemi virus corona yang melanda. Kali ini, Harper's Bazaar Asia NewGen Fashion Award (ANFA) kembali digelar.

Ajang kompetisi desainer muda yang sudah digelar secara rutin sejak tahun 2013 di kawasan asia oleh majalah Harper's Bazaar Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Singapura, ini terus menggali dan mencari talenta baru. Bahkan di tahun 2018 silam, Harper's Bazaar India juga bergabung, disusul dengan Harper's Bazaar Vietnam pada tahun 2019, yang turut mengirimkan desainer muda berbakat mereka.

“ANFA diselenggarakan bertujuan untuk menemukan dan melahirkan desainer-desainer fashion yang bisa bersaing dengan desainer-desainer muda Asia dan siap terjun di bisnis fashion Tanah Air,” ujar Ria Lirungan, Editor in Chief Harper’s Bazaar Indonesia.

Di Indonesia, ANFA telah melahirkan sejumlah nama besar di industri fashion, seperti Peggy Hartanto dan Sheila Agatha Wijaya (Sean & Sheila) di tahun 2013, Cynthia Fransisca danAudrey Chairunissa di tahun 2015, William Utama (pemenang Grand Final ANFA 2016) dan Wilsen Willim di tahun 2016, Michelle Kristiani Tjong (runner-up Grand Final ANFA 2017)dan Alifia Maqnuum di tahun 2017, Andandika Surasetja (runner-up Grand Final ANFA 2018) dan Frederika Cynthia Dewi di tahun 2018, hingga Kelly Vallerie (pemenang Grand Final ANFA 2019) dan Dea Yuliana di tahun 2019.

Talenta muda penerus industri fashion tanah air

ANFA
Ria Lirungan, Editor in Chief Harpers Bazaar Indonesia

Memasuki tahun ketujuh, ANFA harus melewati tantangan besar. Dihadapi dengan pandemi yang melanda, maka ANFA hadir dengan konsep menarik ykni dengan visualisasi motion yang ditampilkan melalui live streamn d Youtube Harper's Bazaar IIndonesia pada 8 Agusts 2020 lalu, pukul 20.00 WIB.

Visual motion yang ditampilkan merupakan hasil kolaborasidengan multimedia artist, Eldwin Pradipta berkonsep Cinematic Virtual Fashion Show dan akanmenyampaikan setiap kisah pada setiap busana para desainer bertalenta tersebut dengan visualyang indah.Penyelenggaraan ANFA tahun ini, situs e-commerce JD.ID menjadi sponsor utama denganmenyampaikan misi yang selaras untuk industri mode Indonesia. Mengusung kampanye#Dijaminori guna mendukung dan menghargai hasil karya para insan kreatif, termasuk desainerdengan hanya memasarkan produk orisinal rancangan desainer Indonesia dan bukan produktiruan.

Selain sebagai partner yang memiliki misi yang sama dan bentuk dukungan kepadadesainer muda Indonesia, kolaborasi Harper's Bazaar Indonesia dengan JD.ID juga akan diikutioleh peluncuran koleksi kapsul dari para alumni ANFA, pemenang, dan finalis terpilih ANFA2020 lewat program ANFA Online Festival. Seluruh koleksi yang nanti akan dirilis untuk festivaltersebut akan diproduksi secara khusus oleh perusahaan tekstil terkemuka, Sritex yang ikutmendukung ANFA 2020. Selain Sritex, Plaza Indonesia, Instituto di Moda Burgo Indonesia, OptikSeis, dan Sariayu juga ikut berpartisipasi mendukung ajang pencarian desainer muda berbakat,ANFA 2020. 

“Indonesia adalah bangsa yang begitu kaya akan produk kesenian dan kebudayaan. Begitu banyakpotensi yang terpendam di dalamnya, terutama dalam bidang fashion,” tutur StephanieSusilo, head of fashion & toys category JD.ID. Stephanie kemudian menambahkan, “Melaluikolaborasi ANFA 2020, JD.ID dan Harper’s Bazaar Indonesia berharap, melalui ajang bergengsiini para desainer muda Indonesia semakin giat lagi untuk mengekspresikan karya dan antusiasmemereka di bidang fashion. Karena melalui semangat serta karya fashion yang “authentic andhonest”, mereka akan membanggakan nama Indonesia hingga ke ranah industri fashion dunia.

Menggandeng tokoh ternama

ANFA
Sebastian Gunawan.

Ajang Asia NewGen Fashion Award, selalu melibatkan para tokoh-tokoh terkemuka di industrifashion Indonesia sebagai juri untuk menilai karya finalis. Selain melakukan penjurian jugamembimbing untuk menyempurnakan koleksi dan memberikan arahan tentang pengembanganbisnis dalam industri fashion secara global. Tahun ini, para sosok terkemuka di industri modeIndonesia diantaranya Christine Barki (Head of Fashion & Toys, Home Living Beauty and SportsBusiness Unit JD.ID), Stephanie Susilo (Head of Fashion and Toys Category JD.ID), DidiBudiardjo (Fashion Designer), Jeremy Quek (Commercial Director PT. Sri Rezeki Isman TBK), Ria Juwita (Event Promotion Senior Manager & Creative Services PT. Plaza Indonesia).

Hasil kurasi dari deretan juri berhasil menyaring beberapa nama desainer muda yang terpilih dandianggap dapat menjadi desainer nama-nama besar selanjutnya di industri mode Indonesiamaupun global. Dari lima belas (15) semi finalis yang diambil melalui seleksi dan penilaianHarper’s Bazaar Indonesia, terpilihlah delapan (8) finalis. Beberapa nama yang terpilihdiantaranya adalah label Stoffe yang diusung Alyza Bachmid, Astrid Nadia dengan lini ANW,Clara Valicia dengan label eponim Clara Valicia, Gracelyn Liauw untuk label NM:GRLI,Stefani Evelyn dengan label Sevelyna, Tanah Le Sae yang diusung Denniel Richard, labelMaison Monique Lovita oleh Monique Lovita, dan Aulya Akhsan Menswear oleh SaifudinAulya Akhsan.Tahun ini, ANFA 2020 mengusung tema Sustainability. Tema ini diambil untuk mengedepankankeperdulian terhadap lingkungan dengan menggurangi limbah fashion, salah satunya dengan caraupcyling, dan merombak busana yang tidak terpakai menjadi koleksi busana baru. Delapan (8) finalis desainer muda yang terpilih akan menampilkan lima hasil karya mereka sesuai tema denganmenggunakan karakter desain mereka masing-masing melalui rangkaian visual motion ANFA2020.

Usung tema menarik

ANFA
Ajang pencaran bakat desainer muda yang diselenggarakan oleh Harper's Bazaar.

Koleksi dari delapan (8) finalis ANFA 2020, yang telah ditampilkan pada babak final ANFA 2020memiliki inspirasi di dalam masing-masing karyanya. Seperti Aulya Akhsan, dengan latarbelakang otomotif, koleksi yang akan dipresentasikan merupakan penggabungan kedua elemenantara fashion dan otomotif. Mengambil desain mengarah ke street style, yang dikemas dengankonsep upcyle dan tekstil bekas yang sejalan dengan tema. Finalis ke dua, Stefanie Evelyn karyadesainnya terinspirasi dari pengaruh sains, alam, dan lingkungan. Permainan 3D print adalah suatuteknik yang digunakan oleh Stefanie dalam koleksinya. Seluruh faktor inspirasinya kemudiandimanifestasikan ke dalam pakaian dengan proporsi sculpted yang tampak seperti karya seninamun tak mengurangi fungsi wearable yang terkandung di busana rancangannya.

Finalis selanjutnya, Monique Lovita, koleksi yang diangkat terinspirasi dari flora dan fauna yangterdapat di Indonesia. Di dalam desainnya banyak bentuk organic yang bisa ditemukan di alamdan proses print menggunakan ecoprint yang sustainable. Terinsiprasi dari Louis Vuitton RTW2020 yang menggunakan bahan vinly dan leather. Monique mengangkat aspek feminine danberani dalam koleksi ini. Gracelyn Liauw, mengambil tajuk “Consumerism”, pada koleksinyayang menggambarkan manusia yang tidak pernah puas. Manipulasi teknik patchwork denganteknik upcycle dan penggunaan garmen bekas menjadi cara Gracelyn menerapkan konsep modeberetika dengan meminimalisir limbah mode yang dapat merusak lingkungan.Desain finalis selanjutnya, Clara Valicia yang mengeksplorasi busana modern serta streetwear menjadi fokus utama Clara saat mendesain label eponimnya. Koleksi ini terinsiprasi dari“The Power-suit movement” tahun 1980. Bagian sustainability dari koleksi ini, diwujudkan dalamdesain klasik seperti mantel, jaket dan blus yang dibalut oleh garis desain klasik dan menyuarakanpower women. Desain finalis selanjutnya, Denniel Richard, menjadikan aktivitas mendesainuntuk dapat menyampaikan kisah yang ia ingin orang-orang dengar. Era tahun 1980-an adalah eradi mana Denniel merasa tren mode saat itu sungguh menginspirasi, sosok desainer Yves Saint Laurent menjadi seorang sosok untuknya memberanikan diri mengeksplorasi siluet tailoring.

Melalui label Tanah Le Sae, Danniel yang mengedepankan peduli lingkungan, koleksi inimenggunakan bahan-bahan vintage atau sisa dengan potongan dekonstruksi dan gaya gender fluidsebagai narasi utama.Alyza Bachmid membuat koleksi yang terinsirasi dari perjalanannya ke Maroko, Semua elemenMaroko menjadi insiprasi koleksi ini dengan mengambil siluet beragam dari gayainspirasi bohemian khas 1960-1970. Alyza mengangkat gaya bohemian chic, siluet klasik, dantambahan infusi etnik di dalam desainnya dengan pemilihan material busana organik yang diambildari sumber pengrajin lokal.

Selain itu, Astrid Nadia Wiranata menjadi finalis kedelapan yangmengangkat koleksi dari cerita pribadinya. Inspirasi yang didapat yaitu dari potret keluarga danmengusung konsep garis desain yang tidak terpaku kepada satu gender. Format highwaisted, setelan jas, hingga kebaya menjadi inspirasi utama Astrid saat merancang koleksinyayang kemudian ia transformasikan dalam garis yang lebih kontemporer.Hasil kurasi dari para juri, Indonesia terpilih dua (2) orang pemenang yaitu Denniel Richardmelalui label Tanah Le Sae dan Stefani Evelyn dengan label Sevelyna. Pemenang ANFA 2020,mendapatkan beberapa hadiah menarik, yaitu mendapatkan hadiah beasiswa 330 jam di Institutodi Moda Burgo Indonesia yang dipersembahkan oleh JD.ID, kedua pemenang juga akan dibuatkankoleksi kapsul ekslusif yang akan dilansir melalui JD.ID. Tidak hanya itu, kedua pemenang jugadapat mengikuti ajang kompetisi ANFA ke jenjang selanjutnya yakni di tingkat regional danbersaing dengan desainer muda dari 5 negara di Asia yang turut menerbitkan majalah Harper'sBazaar. Telah terpilih juga Alyza Bachmid sebagai pemenang pilihan Plaza Indonesia yangmeraih voucher belanja senilai Rp. 10.000.000,-.

Para talenta muda

ANFA
Ajang pencaran bakat desainer muda yang diselenggarakan oleh Harper's Bazaar.

“Rencana ANFA Indonesia ditahun 2020 adalah membawa finalis ANFA untuk bersaing dengandesainer dari beberapa negara dalam acara grand final ANFA 2020. Untuk melanjutkan komitmenHarper’s Bazaar Indonesia, hasil desain finalis terpilih dengan program mentoring yangkomprehensif, mulai dari pembuatan business plan sampai ke pembuatan koleksi kapsul ekslusifyang akan dilansir melalui JD.ID,” ujar Iwet Ramadhan, Head of Business Growth MRA Media.

ANFA memberikan tempat bagi para desainer muda untuk memperkenalkan koleksi mereka kedalam dunia fashion. Diharapkan akan terus menjadi ajang untuk menemukan dan mewadahidesainer-desainer muda berbakat di negara peserta masing-masing dan ANFA Indonesia akan terus hadir mencatat prestasi serta membawa industri kreatif Indonesia ke dunia Internasional.

#ChangeMaker

Lanjutkan Membaca ↓