Menguji Efektivitas Teknologi AIRsm pada Masker Kain Uniqlo

Vinsensia Dianawanti24 Okt 2020, 11:00 WIB
Diperbarui 24 Okt 2020, 11:00 WIB
Mengenal Efektivitas Teknologi AIRsm pada Masker Kain Uniqlo

Fimela.com, Jakarta Penggunaan masker diwajibkan bagi setiap orang yang melakukan aktivitas di luar ruangan untuk mengantisipasi penularan COVID-19. Virus ini dapat menular melalui percikan air liur orang yang terpapar ketika bersin, batuk, dan bahkan saat berbicara.

Riset yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan 95 persen penduduk Indonesia telah patuh menggunakan masker saat berada di luar rumah. dr. Alfi Auliya Rachman, menuturkan penggunaan masker tidak hanya membantu menangkal diri dari penularan COVID-19 namun juga penyakit lain dan bakteri. Penggunaan masker ini dapat melindungi diri dan melindungi orang lain agar tidak tertular dan menularkan.

WHO mengeluarkan acuan masker kain yang aman untuk melindungi diri dari paparan. Minimal masker kain harus terdiri dari tiga lapis. Sementara BNPB memiliki 12 indikator untuk menentukan masker kain yang tepat sesuai dengan SNI. Salah satunya adalah mampu memfiltrasi bakteri dan partikel minimal 60 persen.

Meski demikian, banyak masyarakat yang merasa menggunakan masker sangatlah tidak nyaman. Selain membuat sulit bernapas dan berbicara, menggunakan masker juga memunculkan masalah baru, yakni munculnya jerawat di area masker. Hal ini dikarenakan kebanyakan masker kain memiliki lapisan yang tebal dan tidak mendukung sirkulasi udara yang baik.

Mengenal teknologi AIRsm

Mengenal Efektivitas Teknologi AIRsm pada Masker Kain Uniqlo
Simak efektivitas teknologi andalan Uniqlo pada masker kain (Foto: Uniqlo)

Menjawab kebutuhan masyarakat akan masker yang nyaman dan juga aman, Uniqlo menggunakan teknologi yang terkenal AIRsm untuk membuat masker kain. Masker AIRsm garapan Uniqlo sangat laris di Jepang dan kini telah hadir di Indonesia sejak 21 September 2020.

Masker AIRsm diklaim mampu mengoptimalkan perlindungan dan kenyamanan untuk pemakaian sehari-hari. Telah dilakukan juga uji Lab di Jepang beberapa bulan lalu. Dengan bahan yang ringan dan breathable, masker ini memaksimalkan proteksi sekaligus mengoptimalkan sirkulasi.

"WHO menyarankan 3 lapis. Lapisan pertama AIRsm, lapiran kedua nano filter, dan AIRsm lagi. Memberikan sebuah keamanan karena nano filternya dapat menyaring bakteri dan partikel 99 persen. Dari standar yang telah ditentukan, minimal 60 persen. Tapi ini 99 persen," ungkap Evy Christina, Marketing Manager UNIQLO Indonesia.

AIRsm memiliki tekstur yang sangat lembut di kulit berkat struktur mesh yang menjadikannya tetap ringan serta mengoptimalkan sirkulasi udara sehingga tidak pengap. Hadir dalam tiga ukuran, S, M, dan L, masker AIRsm juga memiliki nilai Ultraviolet Protection Factor 40 untuk menghalangi 90 persen sinar ultraviolet.

Mudah dicuci

Masker Uniqlo
Masker AIRism Uniqlo

Karena merupakan masker kain, masker AIRsm dapat dicuci dengan menggunakan tangan maupun mesin cuci dan deterjen rumah tangga biasa. Setelah dicuci, tidak perlu dijemur di bawah sinar matahari melainkan diangin-anginkan saja sudah mampu mengeringkan masker ini.

"Kemampuan filtrasi 99 persen bertahan hingga 20x pencucian di suhu 40 derajat. Setelah itu, menjadi 95 persen untuk filtrasi bakteri, kalau partikel 93 persen," kata Evy Christina.

Kini, masker AIRsm sudah tersedia di Indonesia dengan variasi warna putih dan hitam. Mendatang, masker AIRsm ini akan ditambah dengan warna abu-abu untuk melengkapi rangkaian warna sebelumnya.

Simak video berikut ini

#changemaker

Lanjutkan Membaca ↓