Viral, Seorang Perempuan Hanya Kenakan Satu Dress Selama 100 Hari

Vinsensia Dianawanti15 Jan 2021, 13:30 WIB
Diperbarui 15 Jan 2021, 13:34 WIB
Seorang Perempuan Hanya Kenakan Satu Dress Selama 100 Hari

Fimela.com, Jakarta Sarah Robbins Cole mendadak ramai dibicarakan warganet di media sosial. Ia telah mengenakan dress yang sama selama 100 hari.

Selama 100 hari berturut-turut, Sarah mengenakan dress Rowne berwarna hitam yang terbuat dari wol merino yang bersumber dari alam. Ia mengenakannya untuk bekerja, berjalan-jalan, dan menikmati waktu santai di sofa.

Sarah Robbins-Cole merupakan seorang pemimpin gereja dan pendeta perguruan tinggi, namun kini mendapat julukan sebagai "Nyonya Kain".

Mengenakan baju yang sama selama 100 hari bukan tanpa alasan. Rupanya, Sarah yang tinggal di Boston, Amerika Serikat, sedang mengikuti 100 Day Dress Challenge sejak 16 September 2020. Tantangan ini menjadi salah satu upaya untuk hidup tanpa mode cepat dan membantu menyelamatkan bumi.

 

Mengikuti tantangan

Seorang Perempuan Hanya Kenakan Satu Dress Selama 100 Hari
Simak kisah perempuan yang mengenakan satu dress selama 100 hari (Foto: instagram/thedressagain)

Sarah merupakan salah satu dari sekitar 250 perempuan yang mengikuti tantangan yang diselenggarakan oleh merek Woo & Woo. Tantangan ini dirancang untuk menunjukkan kepada peserta bagiamana mengenakan satu pakaian saja setiap hari akan mengubah kebiasaan belanja, mengurangi beban cucian, tidak membeli busana membantu menyelamatkan bumi, serta mengubah perasaan tentang penampilan dan pakaian.

Peserta diperbolehkan untuk mencuci dan mengaringkan gaun tersebut semalaman, namun jika sudah bangun diharapkan untuk memakainya. Siapapun yang bisa menyelesaikan tantangan ini akan memenangkan voucher senilai $100 atau sekitar Rp1,4 juta.

 

Nyaman dengan satu dress saja

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Sarah Robbins-Cole (@thisdressagain)

Sarah mengaku bahwa ia sangat menikmatinya sehingga ia pun menetapkan tantangan baru untuk 2021.

"Yang mengejutkan saya, mengenakan gaun yang sama selama 100 hari berturut-turut tidak mengurangi apapun dari hidup saya. Alih-alih, hal itu menginspirasi saya untuk melangkah lebih jauh dan tidak membeli pakaian atau aksesori baru antara 1 Januari 2021 dan 1 Januari 2022," kata Sarah melansir dari Mirror.

Sarah menyadari bahwa pada di usianya yang menginjak 52 tahun, ia memiliki pakaian untuk setiap kesempatan. Dan jika ia membutuhkan gaun pesta, ia bisa membersihkan salah satu pakaian yang ada di lemarinya sejak 1992.

 

Simak video berikut ini

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓