Diary Fimela: Amerie Dujour, Melihat Peluang Industri Fashion di Tengah Pandemi Covid-19

Fimela Editor27 Jan 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 27 Jan 2021, 14:19 WIB
Diary Fimela: Amerie Dujour, Melihat Peluang Industri Fashion di Tengah Pandemi Covid-19

Fimela.com, Jakarta Pandemi covid-19 membawa dampak besar bagi banyak orang, khususnya perempuan. Tak hanya dituntut untuk serba bisa dengan peran ganda yang harus dijalani, namun juga harus pandai memmutar ide untuk membantu perekonomian rumah tangga. Mulai dari mengatur pekerjaan rumah tangga, mendampingi buah hati sekolah daring, hingga mencari penghasilan tambahan untuk menunjang kebutuhan keluarga.

Tak heran, di tengah hirup pikuk keseibukan harian inilah para perempuan sangat rentan mengalami gangguan stres saat pandemi. Menyikapi permasalaha ini, penting bagi para ibu di rumah untuk melakukan aktivitas dan hobi guna menyalurkan energi, agar saat merawat keluarga bisa menularkan energi positif. Salah satunya dengan berolahraga dan berwirausaha.

Melihat kebutuhan ini, Nunintia Viniantri dan ketiga temannya mengambil peluang dari hal tersebut, mereka sepakat untuk berwirausaha dan terjun ke indusri fashion di tengah pandemi. Tak hanya ingin meramaikan industri rumahan, namun Nunintia juga ingin melengkapi kebutuhan akan jaket dan vest olahraga yang dimulai pada akhir 2020 silam dengan lini Amerie Dujour.

"Amerie Dujour sendiri memiliki makna yang luas. Amerie adalah nama salah satu bunga di arab saudi, sedangkan ‘Dujour’ artinya saat ini.” jelas Nunin. Ia berharap seperti layaknya bunga, produknya dapat mempercantik penampilan banyak orang di waktu pandemi atau ‘saat ini’.

Sebelumnya Nunin dan teman-temannya sudah memulai bisnis kecil-kecilan di industri fashion dengan produk baju kaftan. Namun, semenjak pandemi ia melihat banyak orang yang mulai berolahraga sehingga tercetus ide untuk memproduksi jaket dan vest.

 

Nunintia Viniantri
Nunintia Viniantri (Foto: dok )Amerie Dujour

Menggunakan bahan impor premium dengan sentuhan material lokal

Vest dan Jaket koleksi Amerie Dujour
Vest dan Jaket koleksi Amerie Dujour (Foto: dok )Amerie Dujour

“Bisnis ini diawali dari empat orang. Saya, Canti Permatasari, Penny Dewayani, dan Erta Merviane. Kami awalnya hanya teman main yang memiliki latar belakang pekerjaan yang berbeda. Saya sendiri dahulu bekerja sebagai Personal Assistant. Pada saat itu, memang saya sembari bekerja membuka usaha dengan teman-teman saya dan setelah pandemi tidak lama kemudian saya berhenti bekerja.” jelas Nunin.

Nunin tidak ingin diam saja selama pandemi. Ia dan teman-temannya merasa ada yang harus dikerjakan untuk memuaskan kebutuhan diri sendiri, tetapi juga membantu orang yang membutuhkan.

“Iya, jadi kita memang melihat peluang ya. Apa yang kira-kira dibutuhkan orang pada saat pandemi ini. Orang banyak yg mulai rajin berolahraga. Akhirnya saya memproduksi vest dan jaket kita ini serbaguna juga bisa untuk ibu-ibu belanja ke supermarket atau hanya sekadar untuk jalan-jalan. Semua hasil desain dan produksi sendiri.” jelas perempuan mandiri yang memiliki moto hidup ‘Stand on your own two feet’.

Teman-teman Nunin merupakan ibu rumah tangga dan wanita karir dalam berbagai bidang sebelumnya, tetapi pandemi membuat mereka berusaha menciptakan usaha yang baru sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi yang membutuhkan.

“Jadi usaha kami juga memiliki tujuan yaitu membantu pengusaha kecil, seperti penjual bahan dan penjahit rumahan, terutama ibu rumah tangga” jelas Nunin.

Vest dan Jaket koleksi Amerie Dujour diproduksi secara berkala dengan desain sederhana tetapi tetap menawan. Menggunakan bahan impor premium dengan sentuhan material lokal. Bahan yang digunakan adalah kain despo impor korea yang nyaman digunakan untuk iklim di Indonesia yang tropis. Selain itu bahan yang digunakan anti air dan anti angin.

 

Berjualan dengan sistem online

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Dean John! (@amerie_dujour)

Nunin menjelaskan bahwa desain dari produknya ditangani sendiri dan tidak ada motif yang sama kecuali jika ada pemesanan custom.

“Kami memproduksi desain dengan 4 motif yang beragam setiap batch-nya. Kini pemesanan sudah masuk ke batch ke 6, setiap batch kami hanya memproduksi 60 pcs terdiri dari vest dan jaket. So far, kita sudah menjual sampai dengan 250 pcs kurang lebih dalam waktu dua bulan.” ungkapnya.

Kini pemasaran produknya masih dilakukan melalui instagram resmi @amerie_dujour. Saat ditanya mengenai kendala selama produksi dan pemasaran di tengah pandemi, Nunin mengaku terbantu dengan fasilitas ekspedisi kilat dan aplikasi belanja daring yang sudah ada.

“Kami senang bisa membantu tenaga kerja dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang membutuhkan di masa pandemi. Harapannya selain usaha ini semakin maju, kami juga ingin menjangkau dan membantu industri rumahan yang ada disekitar lebih lagi.” ungkap perempuan yang gemar berolahraga ini.

Ia memiliki harapan dan rencana untuk memperluas pasarnya ke luar pulau Jawa dan memproduksi sesuatu yang dibutuhkan pasar khususnya penikmat olahraga.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Dean John! (@amerie_dujour)

Penulis: Adonia Bernike Anaya (Nia)

Lanjutkan Membaca ↓