Upcyling Project, Pemberdayaan Pengungsi Perempuan dari UNIQLO dan UNHCR di Hari Perempuan Internasional

Vinsensia Dianawanti08 Mar 2021, 16:30 WIB
Diperbarui 08 Mar 2021, 17:32 WIB
Upcyling Project, Pemberdayaan Pengungsi Perempuan dari UNIQLO dan UNHCR di Hari Perempuan Internasional

Fimela.com, Jakarta Sudah lebih dari satu abad, setiap 8 Maret dirayakan sebagai Hari Perempuan Internasional. Namun hingga hari ini masih banyak perempuan yang berada dalam posisi rentan, dikucilkan dan tinggal di lingkungan tidak menentu.

Tidak sedikit perempuan yang menghadapi berbagai bentuk diskriminasi, kondisi kebutuhan yang sangat buruk, kurangnya kebutuhan dasar, dan tidak mendapatkan akses layanan sosial dan kesehatan yang layak. Untuk itu, UNIQLO bersama United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) menggarap program Upcycling Project bagi pengungsi perempuan.

“Upcycling Project ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap lingkungan, komunitas dan pemberdayaan perempuan melalui UNHCR dengan melibatkan mereka, para pengungsi perempuan, untuk memproduksi berbagai barang aksesoris yang menggunakan sisa kain yang dikumpulkan di toko UNIQLO Indonesia guna mendukung berbagai keterampilan dan mendorong mereka untuk belajar dan berkembang,” ujar Yugo Shima, Co-Chief Operating Officer PT. Fast Retailing Indonesia.

Upcycling atau daur ulang menjadi tindakan mengambil bahan limbah dan hal-hal lain yang tidak lagi digunakan dan mengubahnya menjadi benda yang bernilai, menggunakan kembali dan kembali mendaur ulang. Inisiatif ini telah dimulai Uniqlo dengan menggunakan denim dna kain sisa lainnya setelah hemminga atau pemotongan bahan yang dilakukan di gerai untuk menghasilkan barang-barang bernilai.

 

Memberdayakan pengungsi perempuan

Upcyling Project, Pemberdayaan Pengungsi Perempuan dari UNIQLO dan UNHCR di Hari Perempuan Internasional
Merayakan Hari Perempuan Internasional, Uniqlo bersama UNHCR garap proyek pemberdayaan perempuan (Foto: Uniqlo)

Uniqlo bekerja sama dengan UNHCR dan mitranya, Liberty Society, untuk memberdayakan pengungsi perempuan dengan melibatkan mereka dalam proses produksi aksesori, kantung dan tempat kartu dari bahan daur ulang. Sebagai proyek percontohan, Uniqlo Indonesia menyumbangkan bahan bekas denim kepada UNHCR yang dikumpulkan dari kain layanan pengubahan di toko-toko.

Dikelola oleh Liberty Society, hasil penjualan produk akan diinvestasikan kembali untuk memberi manfaat lebih lanjut bagi para perempuan dengan meningkatkan jam kerja, pendapatan, dan kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Selain menyesuaikan peningkatkan keterampilan, mereka juga menyediakan kelas bahasa Inggris, kelas bahasa, dan kelas dukungan psikososial seperti seni untuk mendukung kualitas hidup yang lebih baik bagi setiap perempuan.

 

Simak video berikut ini

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓