The New Beginning, Kemenparekraf Luncurkan e-Book Fashion Trend 2021/2022

Karla Farhana14 Apr 2021, 18:30 WIB
Diperbarui 14 Apr 2021, 18:30 WIB
Fashion Trend

Fimela.com, Jakarta Kemenparekraf/Baparekraf baru saja meluncurkan kembali hasil risetnya yang bertajuk Trend Forecast 2021/2022 lewat Deputi Kebijakan Strategis dalam berupa sebuah eBook. Riset fashion trend ini berisi panduan dan inspirasi dalam bentuk, desain, warna, hingga ilustrasi yang sesuai dengan selera pasar yang akan datang. 

Bukan hanya sekadar kumpulan tren fashion, hasil riset ini juga bisa menjadi rujukan bagi pelaku industri, desainer, hingga akademisi di bidang desain fashion. Buku Fashion Trend 2021/2022 ini adalah edisi ketiga dan merupakan bagian dari Trend Forecasting yang sejak 4 (empat) tahun terakhir diluncurkan rutin hampir setiap tahunnya.

Mengusung tema New Beginning, buku Fashion Trend 2021/2022 ini disusun tim Indonesia Trend Forecast yang merupakan sebuah tim riset dan pengembangan kolaboratif yang terdiri dari para ahli, praktisi, dan akademisi berpengalaman di industri kreatif Indonesia. 

Riset ini juga didukung oleh berbagai asosiasi profesi dari berbagai bidang seperti Indonesia Fashion Chamber, Himpunan Desainer Interior Indonesia, Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia, Komunitas Tekstil ITB, dan Asosiasi Profesional DesainKomunikasi Visual Indonesia. 

Pengumpulan Data

Fashion Trend
Kemenparekraf/ Baparekraf melalui Deputi Kebijakan Strategis kembali meluncurkan hasil risetnya yang bertajuk Trend Forecast 2021/2022.

Sementara itu, menurut Deputi Kebijakan Strategis, R. Kurleni Ukar, pengumpulan data yang dilakukan untuk riset ini langsung dari lapangan serta berbagai sumber yang diolah menjadi pendekatan strategis. 

“Pengumpulan data dilakukan baik langsung dari lapangan, menelaah data dari berbagai sumber, lalu diolah menjadi suatu pendekatan strategis yang dapat diimplementasikan”.

Peluncuran Fashion Trend di tengah pandemi Corona juga menjadikan momen ini berbeda. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Ktreatif Sandiaga S. Uno mengatakan pihaknya mencoba memberikan rujukan serta semangat dan optimisme kepada seluruh pelaku di sektor pariwisata ekonomi kreatif. 

“Kami mencoba memberikan rujukan beserta semangat dan optimisme kepada seluruh pelaku di sektor pariwisatadan ekonomi kreatif salah satunya melalui peluncuran trend forecast ini”, jelasnya. 

Sandiaga menambahkan, ke depannya akan ada wadah bagi fashion desainer, untuk berinteraksi satu sama lain dan dengan pelaku kreatif lainnya. 

Selain itu, dalam rangka menyambut Hari Kartini Tahun 2021, Kemenparekraf/Baparekraf berinisiatif menyelenggarakan Webinar Fashion Trend 2021/2022 dengan berkolaborasi bersama Dharma Wanita Persatuan. Temanya, "Menjadi Ibu Kreatif di Masa Sulit," yang akan berlangsung di Grand Ballroom Grand Hyatt Jakarta. 

Webinar yang pertama kalinya diselenggarakan ini diharapkan bisamemberikan optimisme dan semangat baru bagi pelaku industri, desainer, maupun akademisi bidang fashion yang mengalami berbagai kesulitan dan hambatan dalam mengelola usahanya karena pandemi Covid-19.

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓