Diary Fimela: Earth Major, Kembangkan Fashion Streetwear yang Ramah Lingkungan

Fimela Editor04 Mei 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 06 Mei 2021, 17:38 WIB
Earth Major

Fimela.com, Jakarta Industri fashion merupakan salah satu penyebab  pencemaran terbesar kedua di dunia setelah industri minyak. Hal ini diperburuk dengan meningkatnya tren fast fashion sebagai salah satu penyebab rusaknya lingkungan. Sebagai solusi atas masalah tersebut, munculah tren eco-fashion atau tren suistanable fashion dengan tujuan memproduksi pakaian yang mempunyai kualitas baik, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Di Indonesia sendiri, sudah banyak desainer dan brand lokal yang peduli atas isu tersebut, termasuk salah satunya lini busana bernama Earth Major.

Earth Major merupakan label street wear yang terinspirasi dari botanical design, dan mengangkat banyak konsep dari social issues. Dari konsep tersebut Earth major mengkreasikannya menjadi motif bold, abstract, dan subtle prints atau colours. Desain Earth Major merupakan ekspresi dari berbagai pengalaman mereka di bidang trevelling, fotografi, dan seni.

 

Kembali dengan value yang baru

Earth Major
Rachmawati Sumartapura (co-founder) & Syifa Puspasari (Founder Earth Major)

Berawal dari tahun 2016, Syifa Puspasari, founder Earth Major mendirikan bisnisnya sebagai final project studinya saat ia menimba ilmu di bidang Branded Fashion.

Sempat hiatus selama beberapa tahun, Syifa kemudian bertemu Rachmawati Sumartapura, yang saat ini menjadi Co-founder brand outfit Earth major, Earth Major kemudian kembali lagi di tahun 2018 dengan membawa value yang baru.

Memiliki slogan “Dressing The Creative Soul With Care", Syifa dan Rachma ingin menciptakan brand yang memproduksi meaningful produk dengan material pilihan untuk menjaga fashion yang berkelanjutan.

Produk Earth Major tidak hanya fashionable dan mengeksplorasi detail teknik fashion pada setiap produknya tetapi juga memakai bahan pilihan yang berkualitas, nyaman, dan ramah lingkungan.

"Kami ingin sustainability dan ethical terutama di fashion menjadi hal yang ditanamkan oleh setiap bisnis karena menjaga dan merawat bumi adalah tanggung jawab kita bersama," jelas Syifa saat dihubungi langsung oleh FIMELA.

 Sustainable & ethical menjadi DNA Earth Major yang juga tercermin melalui logonya. Syifa mengatakan logo tersebut terinspirasi dari kata bumi dari bahasa greek .

 "Di dalam logo ini garis yg berkelanjutan tidak terputus melambangkan bumi yang ideal, dari logo ini kami harap selalu memiliki circular flow yang tidak terputus," tutur perempuan kelahiran 14 Oktober 1994 tersebut.

 Upaya yang dilakukan earth major dalam melindungi bumi

Untuk melindungi bumi, dalam setiap produknya Earth Major memilih raw material yang low impact, seperti natural fibre dan meminimalisir polyster. Beberapa komposisi kain yang digunakan antara lain seperti Tencel, Cotton, Rayon, Bamboo, Tamie, hingga linen.

Earth Major juga memilih cara treatment printing kain digitaly dari pada manual, dengan ink yang memiliki standard international Oeko Tex 100, yang aman untuk kulit manusia dan lingkungan. Selain itu, sisa-sisa kain bekas produksi juga dimanfaatkan mereka untuk membuat tas totebag.

"Kami juga menyisihkan sebagian hasil penjualan untuk menanam pohon mangrove di wilayah Indonesia. Packaging yang digunakan juga less plastic, dan kami selalu mengampanyekan low waste lifestyle untuk menginspirasi orang-orang agar memulai sustainability di kehidupan mereka," ujar Rachma.

 

Temukan banyak tantangan

Earth Major
Perjalanan Earth Major, kembangkan fashion streetwear yang ramah lingkungan.

Dalam membangun brand yang ethical dan suistanable, Syifa dan Rachma mengaku kerap kali menemukan banyak tantangan. Di antaranya adanya keterbatasan resources dan technology yang ada di Indonesia. Mereka juga harus menyeimbangkan antara meningkatkan profit dan tetap menjaga value.

"Tetapi ketika menemukannya suatu vendor atau tempat yg menyediakan itu membuat kami happy, kami juga happy bgt karena message kami tentang sustainability fashion sudah tertangkap oleh market dan hopefully kami bisa terus berinovasi dalam desain dan material,"  kata Rachma.

Memiliki misi, memberikan fashion bagi orang- orang yang kreatif untuk mengeksplorasi diri dengan value produk fashion yang sustainable, Syifa dan Rachma mengungkapkan akan selalu berinovasi dan berkarya, mencoba yang terbaik untuk menjadi bisnis yang ethical, serta terus mencoba membentuk komunitas kreatif dan mengampanyekan masyarakat untuk bertanggung jawab akan apa yang mereka beli.

Sebagai pelaku bisnis eco friendly, khususnya dalam industri fashion mereka berharap masyarakat mulai sadar dan perhatian dalam membeli produk yang berkelanjutan." Mulailah membeli produk secara bertanggung jawab. Karena setiap dampak besar selalu datang dari langkah-langkah kecil kita untuk menyelamatkan bumi."

Penulis: Hilda Irach

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓