Diary Fimela: CLOXVOX, Brand Sepatu Lokal Khusus Perempuan yang Sukses Tembus Pasar Internasional

Hilda Irach28 Mei 2021, 17:00 WIB
Diperbarui 28 Mei 2021, 17:00 WIB
Diary Fimela: CLOXVOX, Brand Sepatu Lokal Khusus Perempuan yang Sukses Tembus Pasar Internasional

Fimela.com, Jakarta Tak ada lagi alasan untuk tidak mencintai produk dalam negeri. Sebab saat ini ada banyak produk lokal dalam negeri yang tidak kalah bagusnya dengan produk dari brand internasional. Salah satunya seperti brand sepatu lokal CLOXVOX.

ClOXVOX adalah brand asli Indonesia yang menyediakan berbagai macam sepatu khusus perempuan, mulai dari heels, flat shoes, slipper, dan masih banyak lagi. Didirikan pada tahun 2014 oleh sepasang suami istri yakni Nicholas Jeffry Halim dan Cynthia Chandra, brand lokal asal Medan ini selalu memberikan desain yang unik dan mengedepankan kualitas terbaik.

Dengan kualitas terbaik ini, brand sepatu ini secara optimis mengembangkan bisnis mereka untuk bisa bersaing dengan brand Internasional lain. Hal ini terbukti dengan dibukanya penjualan internasional yang telah menyentuh berbagai negara seperti Malaysia, Singapore, Australia, bahkan Oman.

“Untuk dapat mengembangkan bisnis ini ke pasar internasional, CLOXVOX secara serius membangunnya dengan digital marketing. Menurut kami untuk zaman sekarang ini penting sekali bagi para pelaku usaha memiliki digital mareting untuk promosi,” tutur Nicholas dan Cynthia saat dihibungi oleh Tim FIMELA.

Menjadi market leader

Diary Fimela: CLOXVOX, Brand Sepatu Lokal Khusus Perempuan yang Sukses Tembus Pasar Internasional
Simak bagaimana kisah pemilik brand sepatu lokal CLOXVOX yang sukses melebarkan sayap ke pasar internasional. (Foto: doc.CLOXVOX).

Dari sisi desain, CLOXVOX selalu menyajikan model desain yang unik dan trendy. Maka tak ayal, bila CLOXVOX menjadi market leader untuk brand sepatu perempuan. Selain itu, Cynthia menjelaskan bahwa setiap produk memiliki pesan tersendiri untuk para konsumen

“Setiap perempuan memiliki warnanya sendiri dan mereka bebas untuk mengekspresikan warnanya dengan menggunakan sepatu. Jadi harapannya, kami ingin setiap perempuan yang memakai sepatu ini tampil lebih percaya diri,” terang perempuan berusia 28 tahun itu.

Dalam setiap produk sepatu kulit yang diproduksi juga menggunakan kecambah kulit sintetis atau vegan. Nicholas menuturkan alasan penggunaan kulit vegan ini adalah untuk menghindari penggunaan kulit binatang untuk produk mereka.

“Selain itu, harganya juga jauh lebih terjangkau tanpa harus mengorbankan kualitas produk. Kami juga mendukung aksi go green dengan menyediakan goodie bag untuk mengurangi sampah plastik,” kata Nicholas.

Perjalanan merintis bisnis

Diary Fimela: CLOXVOX, Brand Sepatu Lokal Khusus Perempuan yang Sukses Tembus Pasar Internasional
Simak bagaimana kisah pemilik brand sepatu lokal CLOXVOX yang sukses melebarkan sayap ke pasar internasional. (Foto: doc.CLOXVOX).

Memiliki background di bidang fashion industri, kedua pasutri ini mengatakan berdirinya CLOXVOX diawali dengan kesukaan sang istri terhadap sepatu-sepatu perempuan. Kemudian secara masif, CLOXVOX memulai bisnisnya dengan melakukan import dan memasarkannya secara digital.

Hingga pada tahun 2016, melihat kondisi import yang semakin sulit CLOXVOX akhirnya memutuskan untuk memproduksi produknya sendiri. “Ternyata feedbacknya bagus dan diterima pasar juga,” timpal Cynthia.

CLOXVOX juga sempat mengalami penurunan yang signifikan di awal pandemi. Namun hal tersebut tidak bertahan lama, sebab Nicholas dan Cynthia cepat beradaptasi dan melakukan inovasi untuk bangkit dari krisis pandemi.

Kerja keras mereka pun membuahkan hasil. Penurunan yang awalnya mencapai 50 persen, kini penjualan CLOXVOX meroket hingga 100 persen.

“Jadi memang sangat penting para pelaku bisnis untuk kerja lebih ekstra lagi di kondisi sulit seperti sekarang ini. Berusaha beradaptasi dan berinovasi. Selain itu, kita juga perlu tahu market dan tujuan dari bisnis kita, sehingga apa yang kita kerjakan akan menuju ke sana. Dan pastikan untuk menjadi market leader,” terang pria berusia 30 tahun itu menyoal tips bertahan di tengah pandemi.

Untuk rencana ke depan, pasutri ini berharap bisa segera membuka toko offline di kota-kota besar agar bisa mencapai tujuan mereka untuk bersaing dengan brand-brand internasional.

“Selain membuka toko offline, kami juga berencana melebarkan sayap ke negara lainnya seperti Malaysia dan Singapura. Karena dengan cara ini kami percaya akan mampu mendorong perekonomian Indonesia dalam tahap pemulihan kondisi ekonomi pasca Covid-19.” tutup keduanya.

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓