Fimela Magnificent 11 Buka Peluang Ekonomi Batik Tarakan di Era Digital

Vinsensia Dianawanti05 Jun 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 05 Jun 2021, 19:00 WIB
Fimela Magnificent 11 Buka Peluang Ekonomi Batik Tarakan di Era Digital

Fimela.com, Jakarta Sebagai bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun Fimela yang ke sebelas, Fimela Magnificent 11 lebih dari sekadar perayaan media online perempuan. Di tengah pandemi COVID-19 yang masih melanda, Fimela ingin memberikan satu hal baik di antara banyaknya hal buruk yang terjadi belakangan.

Salah satunya dengan mendorong industri batik tanah air yang menjadi bagian dari UMKM dalam menggerakkan kembali ekonomi nasional. Bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tarakan, Fimela melirik batik Tarakan yang kini juga sedang berkembang. Dibanding produk UMKM lain, batik Tarakan menjadi produk yang membutuhkan perhatian lebih agar bisa meningkatkan nilai budaya dan ekonomi.

"Produk kami yang lain juga sudah cukup terkenal. Yang batik ini memang butuh perhatian dari pemerintah pusat maupun daerah untuk modal dan pemasaran. Produksinya banyak namun pemasarannya kurang," ungkap Siti Rujiah Khairul, A.Md. Keb selaku Ketua Dekranasda Tarakan.

Senada dengan Siti, Rully Nuryanto selaku Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Kementerian Koperasi dan UMKM pun menyebut pentingnya mensinergikan potensi dalam satu wadah yang bisa dimiliki oleh semua kalangan. Sehingga setiap UMKM bisa mendapatkan akses permodalan dan pemasaran yang dibutuhkan.

 

Memasuki ekosistem digital

Fimela Magnificent 11 Buka Peluang Ekonomi Batik Tarakan di Era Digital
Menggandeng batik Tarakan, Fimela Magnificent 11 buka peluang ekonomi di tengah pandemi (Foto: Fimela)

"Masa pandemi ini bisa jadi momen terutama ketika melihat ekonomi digital di tanah air. Bagaimana mendorong UMKM dan koperasi bisa masuk ke dalam ekosistem digital," kata Rully Nuryanto.

Pembinaan menjadi hal yang penting untuk memaksimalkan potensi di industri UMKM, baik dari segi SDM, produk, modal, maupun sarana pemasaran. Terlebih, kebanyakan pengrajin batik di Tarakan memiliki keahlian yang didapat secara otodidak. Sehingga memiliki potensi punah yang cukup besar jika tidak dibina dengan baik.

Mengharapkan dalam perkembangannya UMKM Kota Taraka mampu menggerakkan perekonomian daerah dan melestarikan budaya leluhur. Di tengah COVID-19, sudah sepatutnya memberikan perhatian terhadap UMKM agar mendapatkan bimbingan teknis UMKM Kota Tarakan dalam meningkatkan mutu dan kualitas produk UMKM," sambung Siti Rujiah.

 

Kemampuan produksi yang perlu ditingkatkan

Fimela Magnificent 11 Buka Peluang Ekonomi Batik Tarakan di Era Digital
Menggandeng batik Tarakan, Fimela Magnificent 11 buka peluang ekonomi di tengah pandemi (Foto: Fimela)

Desainer Dana Maulana dari Danjyo Hyoji pun sepakat akan kecantikan batik Tarakan yang memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun, hal ini perlu dibarengi oleh kemampuan produksi agar bisa memenuhi permintaan pasar. Di tangan Danjyo Hyoji, kesan batik Tarakan yang kuno menjadi lebih seimbang dan cocok digunakan untuk sehari-hari berkat desain yang kekinian.

Kemampuan inovasi dan kreativitas inilah yang juga menjadi bagian hal penting untuk meningkatkan daya saing batik Tarakan. Mengingat selera pasar yang juga terus berubah, pelaku UMKM di Tarakan perlu melakukan inovasi namun tidak mengubah kualitas.

 

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela