11 Cara Mencuci Pakaian Agar Harum Bebas Bau Apek 

Anisha Saktian Putri20 Jun 2021, 10:00 WIB
Diperbarui 20 Jun 2021, 10:00 WIB
ilustrasi mencuci pakaian agar harum/Evgeny Atamanenko/shutterstock

Fimela.com, Jakarta Tujuan mencuci pakaian agar baju-baju bersih dan harum. Namun, tak jarang baju tersebut justru bau apek apalagi ketika musim hujan tiba. Namun, sahabat Fimela jangan menyerah pada cucian yang bau.

Kalian bisa mencari tahu terlebih dahulu mengapa pakaian bisa bau apek setelah dicuci. Bisa jadi mesin cuci berjamur, jika melihat ke dalam mesin cuci, kemungkinan besar, itu terlihat cukup bersih.  Namun, di area tersembunyi, terutama di sekitar paking pintu di loader depan, mungkin menemukan jamur yang mengintai. 

Kelebihan beban juga menjadi alasan kenapa cucian tidak harum. Kelebihan beban mesin cuci dapat membuat pakaian tidak dicuci dengan benar dan menyebabkan cucian bau apek.

Tapi tenang, berikut ini solusi sederhana agar cucian tetao harum tidak berbau, melansir cleaning.lovetokhow.com.

 

1. Bersihkan Mesin Cuci

ilustrasi mesin cuci/Yuganov Konstantin/shutterstock
ilustrasi mesin cuci/Yuganov Konstantin/shutterstock

Mulailah dengan menghilangkan jamur di mesin cucimu. Dapat menggunakan cuka putih untuk membersihkan mesin cuci. Larutkan cuka dan air 50/50.  Perlu diingat,  tidak boleh mencampur pemutih dan cuka;  cukup pilih salah satu metode untuk dicoba. Ketika mesin selesai berjalan, ambil spons atau kain lembut dan bersihkan untuk menghilangkan jamur.

2. Biarkan Pintu Mesin Cuci 

Setelah mesin cuci bersih, tetaplah seperti itu.  Setelah selesai mencuci pakaian, biarkan pintu mesin cuci terbuka agar udara dapat keluar.  Jamur lebih menyukai tempat yang gelap dan lembap, sehingga sirkulasi udara yang baik dan sinar matahari akan banyak membantu untuk menjauhkannya.

3. Cuci Panas Saat Bisa

Salah satu komponen utama dari kotoran tubuh adalah sebum, yang merupakan zat berminyak yang diproduksi oleh kulit.  Seperti menghilangkan noda minyak lainnya, solusinya melibatkan deterjen dan air panas.  

Artikel The Washington Post melaporkan bahwa lebih dari 60 persen kain saat ini terbuat dari bahan sintetis yang tidak dapat dicuci dengan air panas. Namun, selain mencuci berdasarkan warna, dapat juga mengurutkan berdasarkan jenis kain dan kebutuhan pencucian. Dengan begitu, bisa mencuci cucian dengan sebum tinggi seperti kaus dan pakaian dalam dengan air panas.

4.. Pilih Deterjen yang Tepat dan Jumlah yang Benar

ilustrasi mencuci/Andrey_Popov/shutterstock
ilustrasi mencuci/Andrey_Popov/shutterstock

Jika tidak dapat mencuci dengan air panas, pilihlah deterjen yang dapat membersihkan kotoran tubuh dengan baik.  Deterjen cucian lama mungkin tidak dapat mengatasi kain baru yang hanya dapat dicuci dengan air dingin.  Kemudian baca label dan gunakan jumlah yang benar untuk beban cucian.

5. Jangan Menunggu untuk Mencuci

Untuk barang-barang yang sangat kotor seperti pakaian olahraga, jangan menunggu untuk mencuci cucian. Menunggu memberi bakteri waktu untuk bereproduksi.  Sebagai gantinya, cucilah sedikit saja segera. Demikian pula, jangan biarkan cucian menumpuk. Cobalah untuk mencuci secara teratur, terutama di musim panas atau jika tinggal di iklim yang hangat.

6. Pertimbangkan Pra-Rendam

Jika ingin menghilangkan bau parfum dari cucian atau menghilangkan bau asam dari pencucian sebelumnya, luangkan sedikit waktu untuk merendamnya terlebih dahulu. Dapat membuat pra-rendam sederhana dengan mengisi bak cuci atau ember dengan air dan menambahkan setengah cangkir soda kue atau pewangi pakaian. Setelah soda kue larut, biarkan pakaian yang bau terendam dalam air semalaman.

7. Jangan Membebani Mesin

Ilustrasi Mencuci Baju (birdbyb-stockphoto/Shutterstock)
Mencuci Baju (birdbyb-stockphoto/Shutterstock)

Bagian dari mencuci pakaian dengan benar melibatkan memuat mesin dengan benar. Mesin tidak boleh lebih dari 3/4 penuh, dan tidak boleh mengemas pakaian dengan rapat.  Semuanya membutuhkan banyak ruang untuk bergerak.

8. Luangkan Waktu Dengan Mencuci Tangan

Mencuci pakaian dengan tangan memang melelahkan, tetapi terkadang ini adalah satu-satunya pilihan jika memiliki barang-barang yang halus. Biarkan pakaian terendam dalam air sabun setidaknya selama satu jam. Setelah itu, pastikan membilasnya dengan sangat baik. Jika ragu, lakukan pembilasan kedua.

9. Keringkan segara

Apakah mencuci tangan atau mesin cuci, jangan biarkan cucian tetap basah. Segera pindahkan pakaian ke pengering jika bisa mengeringkan dengan mesin. Pertimbangkan untuk memindahkan mesin cuci ke tempat di dekat jendela sehingga sinar matahari dapat membantu membunuh spora jamur atau bakteri yang tersisa.

10. Jangan terburu-buru mengangkat jemuran

Menjemur pakaian/dok. Shuterstock
Tips menjemur pakaian. (shutterstock.com)

Sebelum dijemur, pastikan sudah benar-benar kering.  Terkadang, cucian belum benar-benar kering, masih terasa lembap sudah disimpan. Inilah yang membuat apek pakaian.

11. Cari produk deterjen dan pelembut pakaian beraroma bunga

Hal penting lainnya adalah gunakan deterjen dan pelembut pakaian bunga, agar pakaian harum dan segar.  Seperti harum bunga Camellia yang ada di Pulau Jeju, Korea Selatan. 

Bunga indah ini kaya akan antioksidan sehingga kerap dijadikan sebagai bahan untuk produk perawatan kulit, rambut, hingga pelmbut pakaian

Tertarik untuk mengulas topik seru ini lebih lanjut? Jangan lewatkan Fimela From Home x So Klin Camelia bersama dengan Kimbab Family dan Michi Momo yang akan diselenggarakan pada 22 Juni 2021.

Daftarkan langsung diri kamu ke sini http://bit.ly/FFHSoKlinKoreanCamelliaGratis!

Lanjutkan Membaca ↓