Larangan Memakai Jarik Motif Parang Rusak saat Pernikahan, Ini Alasannya!

Gayuh Tri Pinjungwati27 Sep 2021, 11:35 WIB
Diperbarui 27 Sep 2021, 11:35 WIB
Pernikahan

Fimela.com, Jakarta Jarik dalam bahasa Jawa merupakan selembar kain dengan berbagai motif. Jarik sering kali digunakan dalam acara adat seperti pernikahan, khususnya pernikahan dengan adat Jawa. Jarik dengan motif yang beraneka ragam bisa digunakan, akan tetapi ada salah satu motif batik yang tidak diperbolehkan digunakan dalam pernikahan.

Melansir dari medogh.com (27/9), motif Parang Rusak, merupakan salah satu motif parang yang tidak boleh digunakan dalam acara pernikahan. Jika dilihat, motif batik parang sungguh sederhana. Dengan bentuk seperti huruf S yang diagonal dengan kemiringan 45 derajat, motif ini sering menarik mata para pecinta batik. Dan memang benar bahwa setiap motif batik ternyata memiliki nilai filosofi dan ceritanya masing-masing. Biasanya, ini akan ada kaitannya dengan kehidupan dan juga lingkungan di sekitar manusia. Maka, tak heran banyak motif batik yang memiliki corak seperti tumbuhan atau bahkan hewan.

Nah, apa benar kalau ternyata motif parang rusak ini tidak boleh ada di dalam sebuah adat pernikahan? Katanya, motif parang rusak ini bisa membawa sial pada pernikahan. Jika batik parang rusak ini dipakai ketika pernikahan, dipercaya maka selanjutnya pernikahan tersebut akan penuh dengan cekcok dan perselisihan bahkan perpisahan. 

Menggunakan Motif Parang Rusak dalam Pernikahan Dipercaya akan Membawa Sial

Pernikahan Jawa
Ilustrasi/copyrightshutterstock/Geusan

Padahal, menurut sejarahnya, garis demi garis pada motif batik parang rusak ini memiliki nilai filosofis yang tinggi. Sejarahnya, motif parang rusak ini muncul pada abad ke-11. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa motif ini muncul di abad 16-an. Dengan bentuk menyerupai ombak, ini memiliki arti semangat pantang menyerah layaknya ombak yang tidak ada hentinya bergerak.

Ditambah lagi, motifnya yang seakan tidak putus ini juga dikatakan melambangkan sebagai sebuah bentuk pertalian yang tidak akan putus. Garis lurus diagonalnya juga dipercaya sebagai lambang rasa hormat dan sigap serta telaten pada pekerjaan.

Nah, terus kenapa ya motif batik parang rusak ini juga dipercaya bisa membawa kesialan pada pernikahan? Beberapa sumber mengatakan bahwa ini bisa saja karena batik dengan motif ini dahulunya cukup dikeramatkan dan hanya dipakai oleh golongan tertentu dan acara tertentu yang biasanya bukan pernikahan.

Apakah Sahabat Fimela masih mempercayai mitos serupa? Nah, tetap percaya dengan keyakinan masing-masing saja ya, Sahabat Fimela!

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela