7 Jenis Batik yang Dipakai dalam Pernikahan Adat Jawa

Baiq Nurul Nahdiat28 Sep 2021, 08:45 WIB
Diperbarui 28 Sep 2021, 08:45 WIB
Jenis Batik yang Dipakai dalam Pernikahan Adat Jawa

Fimela.com, Jakarta Tanggal 2 Oktober dikenal sebagai hari Batik Nasional. Hari batik yang jatuh tanggal 2 Oktober dipilih langsung oleh UNESCO. Batik dianggap sebagai warisan dunia. Batik ternyata memiliki banyak motif. Lho. Dan tentu saja setiap motif batik memiliki makna sendiri. Seperti pemilihan motif batik yang dipakai dalam pernikahan adat jawa. Setiap motif yang dipakai memiliki makna dan filosofi yang berbeda.

Berikut ini adalah beberapa jenis batik yang dipakai dalam pernikahan adat jawa dan maknanya. Yuk, langsung saja simak ulasannya.

1. Motif Grompol

Dilansir Infobatik.com, motif Grompol ini sebenarnya adalah turunan dari motif ceplok. Dengan memakai motif ini, kedua mempelai di harapkan mendapatkan keberkahan dan masa depan yang cerah.  Serta selalu mendapatkan berkah, memiliki banyak rezeki dan anak, hingga diliputi ketentraman, kerukunan, kesejahteraan, dan kedamaian.

 

2. Sido Mulyo

Bentuk motif batik sido mulyo adalah geometris yang membentuk bidak persegi. Masing-masing bidang diisi dengan berbagai motif, misalnya pohon, kupu-kupu dan motif garuda. Batik motif ini digunakan untuk mempelai pada saat pernikahan. Motif ini memiliki makna agar kedua mempelai hidup bahagia, sejahtera dan dilimpahkan banyak rejeki sehingga pernikahannya langgeng.

3. Sido Luhur

Motif batik sido luhur biasa dikenakan oleh pengantin wanita. Makna dari motif ini adalah, bahwa mempelai bermakna dari segi materi dan non materi di mana kedua mempelai dapat hidup berkecukupan dan keluhuran budi, tindakan, serta ucapan.

4. Motif Parang Kusuma

Jenis Batik yang Dipakai dalam Pernikahan Adat Jawa
Jenis Batik yang Dipakai dalam Pernikahan Adat Jawa. (Ilustrasi batik parang kusuma/Shutterstock.com/ayolhoiso)

Batik ini digunakan pada saat upacara pernikahan, biasanya digunakan oleh keluarga kerajaan atau keraton. Motif Parang Kusuma secara keseluruhan berbentuk diagonal terdiri dari dua motif utama. Motif parang memiliki bentuk yang bertolak belakang dan motif mlinjon dengan bentuk belah ketupatnya.

5. Sido Asih

Memiliki pola semen. Pola ini biasanya berupa gambar tumbuhan atau gunung, tempat berseminya tanaman. Batik motif sico asih ini juga dikenakan oleh mempelai wanita pada malam pesta pernikahan. Makna pengantin memakai motif sido asih adalah agar pasangan pengantin akan dilimpahi kasih sayang dan kebahagiaan selama pernikahan.

6. Motif Truntum

Jenis Batik yang Dipakai dalam Pernikahan Adat Jawa
Jenis Batik yang Dipakai dalam Pernikahan Adat Jawa (Ilustrasi batik truntum/Liputan6.com)

Motif Truntum disimbolkan dengan bentuk bundar yang dianggap sebagai lambang matahari. Batik ini biasanya digunakan mempelai pada saat prosesi midodareni yang menyimbolkan sebagai malam terakhir sebelum sang anak berpisah dari orantuanya. Batik ini bermakna cinta tanpa akhir dan selalu berkembang. Jika dipakai orangtua mempelai, melambangkan cinta orangtua pada anak yang tak pernah ada batasnya.

7. Sido Mukti

Motif ini biasa dikenakan pengantin dalam pesta pernikahan adat jawa. Makna dari motif sido mukti adalah agar mempelai pengantin mencapai kemakmuran dalam kehidupan berumahtangga kelak. Serta mempelai memiliki masa depan yang baik.

Nah, demikianlah beberapa jenis motif batik yang biasa digunakan dalam pernikahan adat jawa. Tertarik untuk mengenakan batik di hari pernikahan? Selamat hari batik nasional, Sahabat Fimela!

#ElevateWomen

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela