Sejalan dengan Prinsip Halal, Sustainable Fashion Jadi Tema ISEF 2021

Anisha Saktian Putri18 Okt 2021, 16:47 WIB
Diperbarui 18 Okt 2021, 16:54 WIB
Sejalan dengan Prinsip Halal, Sustainable Fashion Jadi Tema ISEF 2021/dok. ISEF

Fimela.com, Jakarta Fashion menduduki peringkat ke dua pencemaran lingkungan setelah minyak. Maka Ali Charisma, selaku National Chairman IFC menyapaikan jika sustainable fashion bukan lagi menjadi tren melainkan suatu keharusan.

“Konsep sustainable bukan hanya tren dan branding atau strategi saja, melainkan suatu keharusan. Sebab dampak fast fashion tidak baik untuk lingkungan. Maka fashion Indonesia terutama muslim ingin memberikan contoh kearifan dengan konsep sustainable,” ujar Ali Charisma dalam acara ISEF secara virtual.

Mengapa sustainable fashion menjadi penting? Ali mengatakan jika fast fashion yabg berawal di tahun 2002 yang sangat sukses sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Selain itu, di 15 tahun lalu banyak kejadian di mana fast fashion tidak peduli akan kondisi kerja dan produksi yang lebih murah mengakibatkan dampak negatif.

“Sustainable ini sudah menjadi dasar menjalankan bisnis, kini sudah menjadi gaya hidup baru. Bahkan di negara lain sustainabel sudah banyak digunakan karena sangat berpotensi pada pasar,” tutur Ali.

Sustainable fashion ini menjadi tema besar untuk Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2021. Lewat tema ini, ISEF akan menghadirkan sederet koleksi busana muslim berkelanjutan.

Tahun ini, acara tersebut akan diselenggarakan secara online pada 25-30 Oktober 2021. Adapula acara offline sendiri akan bertempat di Jakarta Convention Center (JCC).

Jetti R. Hadi IHLC mengatakan sustainable fashion ini sejalan dengan prinsip thayyiban atau kebaikan yang merupakan bagian dari gaya hidup halal.

“Konsep halal itu, sama dengan sustainable yang berkelanjutan. Jadi saling berkaitan,” ujar Jetti.

Beragam kegiatan ISEF 2021

Sejalan dengan Prinsip Halal, Sustainable Fashion Jadi Tema ISEF 2021/dok. ISEF
Sejalan dengan Prinsip Halal, Sustainable Fashion Jadi Tema ISEF 2021/dok. ISEF

Ali melanjutkan, Acara offline ISEF 2021 di JCC akan terbagi menjadi beberapa area. Di bagian main lobby akan ada exhibition yang menghadirkan international showcase, KNEKS, finance, fashion, hingga halal booth.

"Di Sharia Fair Assembly Hall ada exhibition, runway, gerai food, craft, fashion, aksesori beserta kosmetik," jelas Ali.

Adapula fashion show di dua panggung yang digelar secara online. Hanya akan ada beberapa undangan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Selama empat hari, akan ada 13 sesi fashion show. Terdapat 157 desainer fashion yang terlibat, 41 brand aksesori, 797 look yang akan ditampilkan secara hybrid.

Hadir pula presentasi fashion dan hanya ada enam desainer yang terlibat yang dituntut menyemapikan storytelling brand fashion sustainablenya. Para desainer juga akan mempersembahkan hal menarik lain, selain koleksi yang ditampilkan.

"Menceritakan story dari brand tersebut, dampak sosial, dampak lingkungan itu seperti apa," kata Ali.

Ferawati Claudia, mewakili member IKRA accessories mengatakan brandnnya juga membuat aksesori yang memili value dari limbah sepatu boots dan kain.

Menariknya, adapula modest young designer kompetisi untuk menemukan talenta baru yang kreatif dan inovatif di industri fashion muslim Indonesia. Dan terdapat muslim fashionpreneur kompetisi (MFPC), untuk memberikan kesempatan bagi pelaku usaha yang memiliki komitmen serta semangat untuk berkontribusi secara nyata dalam memajukan usaha syariah terutama di bidang fashion untuk bisa bersaing di pasar global.

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela