Diary Fimela: Perjalanan Panjang Aurum Lab Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat untuk Beli Emas secara Online

Annissa Wulan01 Nov 2021, 07:30 WIB
Diperbarui 01 Nov 2021, 07:30 WIB
Tim Aurum Lab

Fimela.com, Jakarta Siapa bilang bahwa emas hanya bisa dibeli langsung di toko saja? Sekarang, semakin banyak brand-brand perhiasan yang menghadirkan transaksi penjualan emas secara online, apakah ada yang sudah pernah coba, Sahabat FIMELA?

Untuk Diary Fimela kali ini, tim kami berkenalan dengan sosok di balik Aurum Lab, salah satu pionir brand perhiasan yang menjual emas secara online. Andrianto Sylviano adalah sosok di balik Aurum Lab, yang memang telah lama berkecimpung di dunia perhiasan.

Sebelum memulai Aurum Lab, Andrianto telah lebih dulu mengelola sister company yang juga berfokus menjual perhiasan emas. Dari sini, Andrianto menyadari bahwa saat itu, jarang ada anak muda yang mau membeli dan mengenakan emas.

"Waktu itu, kita sadar anak muda kok jarang banget beli perhiasan. Lalu muncul ide untuk bikin perhiasan yang sasarannya memang untuk anak muda, ya dari desain dan aspek harga yang lebih affordable," cerita Yela Grace, COO Aurum Lab ketika dihubungi oleh Tim FIMELA.

Aurum Lab lahir di bulan Februari 2020, tepat sebulan sebelum pandemi berlangsung. Jelas merupakan kabar gembira ketika saat itu, Aurum Lab mendapatkan respon pasar yang sangat baik.

"Karena kita rilisnya itu tepat sebulan sebelum pandemi, jadi kita nggak sangka kalau respon pasarnya justru sangat bagus. Ya mungkin karena waktu itu baru kita yang berani jual emas secara online, terpercaya, desainnya memang untuk anak muda, dan harganya juga affordable."

Walaupun begitu, hingga saat ini, diakui Aurum Lab bahwa tantangan terbesar yang masih dirasakan adalah untuk terus membangun dan memperkuat kepercayaan masyarakat atau konsumen, membeli perhiasan, khususnya emas secara online. Hal ini jelas berkaitan dengan edukasi yang harus tepat sasaran.

"Sampai sekarang tantangan kita ya building trust para konsumen untuk beli perhiasan secara online. Kalau dulu, orang belum terbiasa beli perhiasan secara online kan, jadi Aurum Lab sampai sekarang masih kasih edukasi bahwa kita aman, loh. Jadi, anak muda yang nggak terbiasa beli perhiasan, juga tertarik untuk mulai beli dan pakai perhiasan emas."

 

 

Andrianto Sylviano - CEO Aurum Lab
CEO Aurum Lab Andrianto Sylviano. Foto: Document/Aurum Lab.

Strategi yang terus dilakukan Aurum Lab untuk terus meningkatkan kepercayaan masyarakat beli perhiasan secara online

Koleksi Aurum Lab
Koleksi Aurum Lab. Foto: Instagram Aurum Lab.

Strategi apa yang digunakan Aurum Lab untuk bisa mendapatkan kepercayaan masyarakat, khususnya anak muda? Jawabannya adalah platform media sosial.

"Kita pakai platform media sosial dan e-commerce kita semua udah official store, jadi orang nggak perlu khawatir. Kita juga kasih fasilitas, seperti pengiriman yang aman. Kita jamin pengiriman yang aman, jadi kalau terjadi apapun selama proses pengiriman, itu Aurum Lab yang tanggung. Ini strategi kita biar orang tahu beli perhiasan di Aurum Lab itu aman."

Selain itu, jika mengunjungi akun Instagram Aurum Lab (@aurum.lab), kamu bisa melihat berbagai konten inspiratif yang menarik. Mengadakan live IG bersama tokoh-tokoh inspiratif juga dijadikan salah satu cara Aurum Lab untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap brand mereka.

"Kalau dulu orang belum terbiasa beli perhiasan secara online, makin kesini justru semakin ketat persaingannya. Sekarang banyak toko emas yang juga bikin toko online, jualan juga di online. Tapi nggak papa, karena berarti pasarnya ada, tingkat kepercayaan masyarakat juga berarti udah meningkat, dan ini jadi dorongan buat Aurum Lab untuk terus berinovasi."

Hingga saat ini, Aurum Lab telah merilis 11 koleksi yang range harganya berkisar antara Rp600.000 sampai Rp8 juta untuk wedding ring. Di bulan November ini, Aurum Lab memberikan bocoran akan segera merilis produk baru dan akan ada kejutan besar di tahun depan, yang tentu wajib untuk dinantikan.

"Kita sampai sekarang masih concern ke online store, tapi nggak menutup kemungkinan untuk bikin pop-up store kalau kondisi sudah memungkinkan."

Koleksi Aurum Lab
Koleksi Aurum Lab. Foto: Instagram Aurum Lab.

Kiat memulai bisnis dari Aurum Lab

Yela Grace - COO Aurum Lab
CEO Aurum Lab Yela Grace. Foto: Document/Aurum Lab.

Yela juga memberikan sedikit tips untuk merawat perhiasan, khususnya emas. Kondisi perhiasan emas akan tergantung pada pengguna, tapi jika produk yang kamu beli di Aurum Lab ingin direparasi, kamu bisa mengembalikannya ke Aurum Lab untuk dibersihkan.

"Sebenarnya kalau kondisi perhiasan itu tergantung gimana orang pakenya. Kalau produk Aurum Lab, kusam, bisa dibalikin ke kita untuk direparasi. Atau kalau mau bersihin sendiri, sebenarnya bisa pakai sabun cuci piring, tapi ya nggak akan sebersih kalau dibersihin di kita."

Semua produk perhiasan yang ada di Aurum Lab sifatnya adalah ready stock, loh, Sahabat FIMELA. Untuk emas, kamu tidak bisa melakukan custom, sedangkan untuk berlian, bisa dilakukan sedikit perubahan.

Terakhir, Yela bicara tentang bisnisnya sendiri. Menurutnya, untuk memulai bisnis, kamu tidak boleh takut melangkah.

"Setiap orang pasti punya mimpi masing-masing, jadi yang pertama ya harus berani melangkah. Tapi, dengan perhitungan, jangan asal melangkah. Lalu, kalau sudah mulai, harus bisa menerima perubahan, karena kita nggak tahu nih kondisi bakal kayak apa di masa depan. Kayak Aurum Lab, baru mulai udah pandemi, ya gimana caranya kita harus tetap update dan beradaptasi dengan kondisi yang ada," tutup Yela di akhir wawancara.

Beberapa waktu lalu, Aurum Lab juga sempat ikut menggelar vaksinasi massal di Bandung. Selama 2 hari, Aurum Lab berhasil mengajak sekitar 2.000 orang untuk divaksinasi COVID-19.

Koleksi Aurum Lab
Koleksi Aurum Lab. Foto: Instagram Aurum Lab.

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓