Diary Fimela: Berawal dari Jahit Baju Boneka Beruang, Desainer Kimberly Sukses Berlaga di New York Fashion Week Hingga Buka Pop Store

Anisha Saktian Putri10 Nov 2021, 10:00 WIB
Diperbarui 10 Nov 2021, 13:55 WIB
Berawal dari Jahit Baju Boneka Beruang, Desainer Kimberly Sukses Berlaga di New York Fashion Week Hingga Buka Pop Store

Fimela.com, Jakarta Berawal dari hobi menjahit, desainer muda berbakat Kimberly Tandra mulai mengikuti les jahit di usianya yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Saat les pun ia memulainya dengan membuat baju boneka beruang. Dari situ perempuan kelahiran 1998 ini mulai mendapat pesanan. Beranjak dewasa tepatnya di usia 17 tahun, ia mulai belajar untuk membuat pakaian perempuan dewasa karena sudah meyakinkan diri serius terjun di bidang fashion desainer.

“Sebenarnya memang hobi jahit dan punya waktu luang akhirnya buat baju boneka beruang, saya sendiri memang suka boneka beruang. Awalnya dari pada jahit sarung bantal trus, yaudah coba les waktu itu gurunya ke rumah dan coba-coba untuk jualan. Di usia itu tadinya mikir susah untuk buat pakaian perempuan,” ujarnya.

Namun, perjalanan Kimberly tidak mudah membalikan telapak tangan sebab ia harus meyakinkan kedua orangtua untuk memperbolehkannya mengejar passion sebagai fashion desainer. 

Ia menceritakan jika awalnya, orangtau menentang dengan keras cita-citanya karena berfikir masa depan sebagai desainer seperti apa. Hal ini dikarenakan ia tumbuh di keluarga dengan latar belakang pengacara, maka tak heran jika Kimberly diharapkan mengikuti jejak orangtuanya.

“Di usia 17 tahun memang sudah yakin mau seriusin bidang ini, mau serius jualan baju. Tapi orangtua masih meragukan saat saya masuk kuliah desain waktu itu karena dulu saat usia 17 tahun teman-teman kuliah dokter, arsitek, atau hukum. Sementara di Indonesia dulu desainer cuma D3, orangtua mikir lulus mau kerja jadi apa. Apalagi kedua orangtua pengacara dan mereka mau saya melanjutkannya,” paparnya. 

Namun, untuk mengejar keinganannya Kimberly membuktikan dengan hasil yang memuaskan hingga akhirnya orangtuanya pun merestui cita-citanya. Dengan mampu menjual baju boneka beruang tersebut.

“Akhirnya orangtua mendukung, dulu saat saya bikin baju beruang bisa dijual. Dari hobi bisa menghasilkan uang, orangtua udah lihat hasilnya,” paparnya. 

Mendirikan brand fashion dan berlaga di New York Fashion Week

Berawal dari Jahit Baju Boneka Beruang, Desainer Kimberly Sukses Berlaga di New York Fashion Week Hingga Buka Pop Store
Berawal dari Jahit Baju Boneka Beruang, Desainer Kimberly Sukses Berlaga di New York Fashion Week Hingga Buka Pop Store

Setelah kerja kerasnya, Kimberly tak menyangka mampu mendirikan brand yang yang diberi nama Suedeson pada 2019. Dan mampu mempekerjakan sekitar 20 orang.

Label Suedeson sendiri merupakan gabungan nama kedua orangtuanya. "Nama orangtua ibu Susana dan bapak Soedason jadi saya gabungankan menjadi nama brand,”ujarnya.

Memiliki ciri khas bunga sepatu dan garis-garis embroidery yang modern pada setiap koleksinya, perempuan kelahiran 5 Desember ini pun hingga saat ini sudah memiliki pelangganan yang tak tanggung-tanggung dari kalangan artis seperti pakaiannya pernah dipakai Titi DJ dan Bunga Citra Lestari. 

“Biasanya mereka costume atau beli ready to wear,” ujarnya. 

Bahkan, Kimberly pun pernah memamerkan koleksinya di ajang bergengsi New York Fashion Week di panggung bertajuk 'Indonesian Diversity'.Ia menampilkan rancangan Couture nuansa Indonesia dengan simbol hiasan bertekstur untuk kepala. 

Kimberly memadukan antara futuristik dan kontemporer dengan sentuhan warna dan alam Indonesia. Satu bulan ia mengaku bisa menjual 50-80 pcs pakaian dengan pelanggan dari berbagai daerah.

Terbaru dari Kimberly ialah untuk merayakan hari jadi ke dua, pada tanggal 5 November 2021 brandnya menghadirkan Pop-up store yang terletak di Fashionlink Senayan City hingga tanggal 14 November 2021. 

Mengusung tema JOURNEY, Kimberly selaku designer dan founder brand Suedeson terinspirasi oleh process of development. Koleksi JOURNEY menggabungkan elemen-elemen koleksi Suedeson dari awal berdiri yaitu tahun 2019, hingga saat ini.

Suedeson Flower, yang mengambil inspirasi awal dari Bunga Sepatu terus ditampilkan di setiap koleksi. Di koleksi JOURNEY ini, Kimberly berfokus untuk membuat koleksi yang bisa dipakai sehari-hari dan mudah untuk di mix and match.

Suedeson Woman yang terus mensupport bisnis ini melewati pandemi, sehingga brand kami dapat terus mendukung pengrajin-pengrajin lokal.

Berawal dari Jahit Baju Boneka Beruang, Desainer Kimberly Sukses Berlaga di New York Fashion Week Hingga Buka Pop Store
Berawal dari Jahit Baju Boneka Beruang, Desainer Kimberly Sukses Berlaga di New York Fashion Week Hingga Buka Pop Store

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela