Koleksi Lawas Mademoiselle 1930an Dihadirkan Kembali di Chanel Fall/Winter 2022/23 Haute Couture

Vinsensia Dianawanti06 Jul 2022, 19:00 WIB
Diperbarui 06 Jul 2022, 19:00 WIB
Koleksi Lawas Mademoiselle 1930an Dihadirkan Kembali di Chanel Fall/Winter 2022/23 Haute Couture

Fimela.com, Jakarta Salah satu koleksi Chanel yang cukup legendaris adalah Madmoiselle yang hadir di era 1930an. Koleksi inipun kembali dihadirkan dalam pertunjukkan Chanel Haute Couture Fall/Winter 2022/23 yang juga menjadi kelanjutan dari pertunjukkan sebelumnya.

Dikelilingi oleh para seniman, seperti Xavier Veilhan, Sébastien Tellier, Charlotte Casiraghi dan bergabung dengan Pharrell Williams dan model Vivienne Rohnes, menginspirasi koleksi Haute Couture kali ini.

Virginie Viard mengacu pada pakem dari Mademoiselle di 1930an untuk menggarap koleksi Chanel Haute Couture ini.

 

Aksen khas dari Mademoiselle

Koleksi Lawas Mademoiselle 1930an Dihadirkan Kembali di Chanel Fall/Winter 2022/23 Haute Couture
Chanel menghadirkan kembali salah satu koleksi legendarisnya, Mademoiselle di era 1930an (Chanel)

“Dalam koleksi baru ini, ada jas, gaun panjang seperti yang dibayangkan Mademoiselle Chanel di tahun 1930-an: pas di tubuh meski memiliki bahu yang kuat di sini, dan gaun lipit seperti gaun pengantin misalnya," kata Virginie Viard dalam siaran pers.

Ia juga memasukkan renda dan beberapa koleksi yang dikerjakan ulang tanpa sulam, melainkan dicat ulang. Untuk koleksi kali ini, Viard mengambil palet warna hijau terang, khaki, krem, merah muda dengan banyak sentuhan hitam dan perak.

Sementara pada koleksi High Jewellery diambil dari koleksi 1932 yang memberikan penghormatan pada koleksi Bijouex de Diamants. Koleksi ini merupakan pertama dan satu-satunya yang dibuat pada 1932 oleh Mademoiselle Chanel. Viard pun memilih kalung di koleksi ini sebagai elemen surgawi.

 

Sepatu dan aksesori geoemetris

Koleksi Lawas Mademoiselle 1930an Dihadirkan Kembali di Chanel Fall/Winter 2022/23 Haute Couture
Chanel menghadirkan kembali salah satu koleksi legendarisnya, Mademoiselle di era 1930an (Chanel)

Selain pump t-strap, ada juga sepatu bot koboi yang menambah sentuhan pada rok panjang.

"Sepatu bot ini juga menggemakan pertunjukan Haute Couture sebelumnya yang dibuka dengan Charlotte Casiraghi di atas kuda," tambah Virginie Viard.

Aksen bahu bundar, punggung persegi, sulaman dengan bentuk dan pola geometris menjadi ciri khas dari koleksi 1930an. Dipadukan dengan gaya khas 1970an yang beresonansi dengan konstruktivisme dekorasi yang sangat grafis. Ini menjadi kata kunci yang melekat pada Karl Lagerfeld.

 

Menghadirkan tweed sebagai tekstur andalan

Koleksi Lawas Mademoiselle 1930an Dihadirkan Kembali di Chanel Fall/Winter 2022/23 Haute Couture
Chanel menghadirkan kembali salah satu koleksi legendarisnya, Mademoiselle di era 1930an (Chanel)

“Saya juga suka mendobrak pendekatan grafis dengan tampilan alami. Pakaian tetap ringan, feminin, dirancang untuk dikenakan. Saya tidak bisa melihat diri saya melakukannya dengan cara lain.”

Kebebasan ini diekspresikan melalui tweed. Terbukti dengan hadirnya topi pria besar dan capeline dengan pinggiran yang sangat lebar.

 

Diabadikan dalam sebuah film

Koleksi Lawas Mademoiselle 1930an Dihadirkan Kembali di Chanel Fall/Winter 2022/23 Haute Couture
Chanel menghadirkan kembali salah satu koleksi legendarisnya, Mademoiselle di era 1930an (Chanel)

Pertunjukkan Chanel Haute Couture Fall/Winter 2022/23 ini diabadikan dalam sebuah film yang disutradarasi seniman kontemporer Prancis Xavier Veilhan. Menampilkan duta Chanel Charlotte Casiraghi, Sebastian Tellier, dan Viviene Rohner yang memiliki kedekatan dengan Virgine Viard.

Film dari pertunjukan Musim Gugur-Musim Dingin 2022/23 Haute Couture akan diluncurkan pada hari Selasa 5 Juli mulai pukul 14:00 dan seterusnya di chanel.com.

Lanjutkan Membaca ↓