Sukses

FimelaHood

Serunya berbagi hobi bareng komunitas Cosplay Jakarta

Fimela.com, Jakarta Hobi adalah penyeimbang hidup. Ketika lelah melanda, hobi bisa membangkitkan semangat. Apalagi jika kita bergabung dalam komunitas hobi yang sama, banyak kesenangan yang didapat. Persis seperti yang dirasakan anggota komunitas Cosplay Jakarta.

Cosplay Jakarta yang dibentuk dari berbagai pecinta animasi, manga, video game, dan cosplayer. "Cosplay Jakarta adalah wadah untuk para cosplayer berbagi informasi, cerita, event, pengalaman. Kita ada grup FB. Interaksinya lebih banyak online," ujar Ferdy, Ketua Administrator Cosplay Jakarta ditemui di JCC, Senayan, Sabtu (27/10).

 

Ferdy mengisahkan Cosplay Jakarta awalnya dibuat orang Bandung yang ingin mengadakan event cosplay internasional di Jakarta. "Mereka mendatangkan cosplayer dari luar negeri. Nah yang di Jakarta sendiri malah belum ada komunitasnya. Itu tahun 2010, nah saya gabung 2012. Di grup kami sharing ide, sharing bahan, berbagi project juga," paparnya.

Saat ini ada sekitar 9.000 orang yang gabung di grup Cosplay Jakarta. Komposisinya campur ada cosplayer, photografer, costum maker, dan juga penikmat cosplay.

"Kita biasanya sharing lokasi dimana, kapan, cara masuknya gimana. Karena untuk beberapa acara seperti di JCC ini memberikan free entry untuk cosplayer dengan beberapa syarat tertentu. Inilah yang dibagi infonya," terang Ferdy.

 

Sebagai administrator yang juga menyukai cosplay, Ferdy merasa senang dapat teman banyak yang memiliki hobi sama. "Kepuasan pribadi bisa menjawab pertanyaan, membagi info ke teman-teman dan ternyata acaranya ramai. Itu bikin senang," jelasnya.

"Puas ketika membuat karakter yang kita suka menjadi hidup dengan cosplay. Apalagi orang suka karakter kita terus ada yang minta foto, itu bikin nagih," imbuhnya.

Namun, tentu ada saja hal yang mengusiknya. "Anak-anak sekarang susah baca, kita sudah posting dengan semua detail di tulisan nggak dibaca, nanya terus. Maunya kayak anak disuapin," kata Ferdy.

 

Jadi sumber penghasilan

Ferdy menikmati hobi juga sebagai sumber penghasilan. Karena seringkali event orgnizer (EO) membutuhkan bantuan cosplayer untuk meramaikan sebuah acara. "Kita juga EO lepas. Kadang ada job meramaikan acara tertentu. Nah itu jadi sumber penghasilan bagi cosplayer. Kita paling ke Bekasi, Depok, Bogor, Bandung untuk event," jelasnya.

Karena untuk membuat kostum dan make up membutuhkan biaya yang tak murah tentunya. " Cosplayer range-nya banyak ada yang sekolah, kuliah dan kerja. Yang sekolah dan kuliah mereka nabung, berhemat untuk bikin kostum. Untuk satu kostum mereka merancang anggaran. Yang kerja juga mesti menyisihkan gaji," pungkas Ferdy.

 

Hal itu diamini oleh Selena. Gadis 21 tahun yang masih kuliah ini harus mengatur keuangan agar bisa membuat kosum cosplay sekali dalam setahun minimal. "Saya suka cosplay buat yalurin hobi mulai dari 2014. Suka ganti-ganti karakter," jelasnya.

Ditemui di JCC, Selena sedang mengenakan kostum karakter game. "Kostumnya dibikinin orang lain. Harganya Rp 1,8 juta. Nabung dulu untuk membuat satu kostum," jelasnya.

Meskipun harus berhemat, Selena tak merasa keberatan karena senang bisa menekuni hobi cosplay. "Ketemu banyak orang yang memiliki hobi yang sama itu menyenangkan. Ternyata saya nggak sendiri suka cosplay," terangnya.

 

Sasya (17 tahun) juga sudah lama suka cosplay dari 2016 senang bergabung di komunitas Cosplay Jakarta. "Saya suka suatu film pengin merepresentasikan karakter yang kita suka di film. Ketemu banyak orang dan menemukan merchendise yang kami suka di acara seperti ini menyenangka," paparnya.

Sasya bersyukur hobinya didukung keluarga. Setahun sekali biasanya bikin kostum dengan mrnabung dari uang jajan. "Bugjet tinggi untuk yang diatas 1 juta. Yang biasa di bawah 500. Kan tergantung bahan dan kerumitan kostumnnya. Makanya harus nabung dulu untuk bikin kostum," pungkas Sasya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading