Smoke Free Agents: Menciptakan Generasi Muda yang Keren Tanpa Rokok

Gadis Abdul18 Jan 2019, 08:03 WIB
Smoke Free Agents: Menciptakan Generasi Muda yang Keren Tanpa Rokok

Fimela.com, Jakarta Setiap tahunnya jumlah perokok usia produktif di Indonesia terus meningkat. Di tahun 2018 jumlah perokok usia produktif meningkat dua kali lipat atau sebesar 50,5 persen bila dibandingkan dengan tahun 2016 lalu. Kenyataan yang mencengangkan tersebut diungkapkan oleh menteri Kesehatan Nila Moeloek dalam acara The 12th Asia Pasific Conference on Tobacco or Health (APACT12th) di Bali, seperti dilansir dari Liputan6.com.

Tentunya masalah rokok bukan hanya menjadi masalah bagi pemerintah, tetapi bagi kita semua. Bagaimana caranya untuk mengajak orang-orang agar lebih sadar bahwa rokok itu berbahaya? Berbagai kegiatan bisa dilakukan, seperti berkampanye entah itu dengan mengedukasi secara langsung atau pun melalui berbagai posting-an di media sosial, seperti yang selama ini dilakukan oleh para anggota Smoke Free Agents (SFA).

Smoke Free Agents sendiri adalah sebuah komunitas pengendalian tembakau yang berafiliasi dengan berbagai organisasi dan perorangan yang mempunyai visi dan misi yang sama, yakni menciptakan Indonesia yang sehat tanpa asap rokok. “Kita fokus untuk edukasi dan aksi kepada isu-isu terkait campaign perusahaan rokok,” terang Content Development Smoke Free Agents Putri Kusumawardhani kepada Fimela.com.

Smoke Free Agents: Menciptakan Generasi Muda yang Keren Tanpa Rokok
Content Development Smoke Free Agents Putri Kusumawardhani tengah memberikan edukasi kepada peserta Festival Relawan 2018. (dok. SFA)

Menurut Putri, SFA sendiri dibentuk dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya anak muda Indonesia. “Kita memberikan edukasi dengan datang ke sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA. Kita mencoba untuk mengubah perspektif mereka tentang rokok. Kami mau memberi tahu kalau merokok itu bukanlah sesuatu yang keren,” tambah Putri. Tidak ada hal positif yang akan didapat dari merokok, hal tersebutlah yang ingin ditekankan oleh co-founder SFA, Hasna Pradityas.

Boleh dibilang Hasna sendiri memang akrab dengan rokok, diceritakan oleh Putri bahwa sebelum menjadi aktivis di bidang kesehatan awalnya Hasna adalah seorang perokok. Setelah sekian lama menjadi pecandu rokok, pada suatu hari Hasna sadar bahwa selama ini ia berada di jalan yang salah. “Hasna merasa bahwa kita harus ada perubahan, maka dia bikinlah si SFA ini bareng-bareng dengan orang-orang di Komnas Pengendalian Tembakau,” ungkap Putri.

Percaya dengan Pesan yang Ingin Disampaikan

Smoke Free Agents: Menciptakan Generasi Muda yang Keren Tanpa Rokok
Dengan beberapa kegiatannya, Smoke Free Agents berharap dapat membangung generasi muda yang keren tanpa rokok. (dok. SFA)

Banyak orang yang bertanya soal sulit tidaknya mengajak seseorang untuk berhenti merokok, pertanyaan itu pula yang sering menghampiri Putri. “Setiap orang memiliki alasan masing-masing untuk berhenti atau pun tidak merokok, jangan samakan alasan kita dengan orang lain. yang kami edukasikan adalah bagaimana mereka bisa menemukan satu alasan itu, satu alasan supaya mereka berhenti merokok,” tegas Putri.

Diakui oleh Putri memang tidak mudah untuk mengajak orang berhenti merokok, apalagi buat mereka yang sudah lama merokok yang biasanya memiliki segudang alasan. Tapi apa pun yang terjadi Putri dan para anggota SFA selalu berkata dalam diri mereka masing-masing,”Kita nggak perlu orang percaya sama kita, yang kita lakukan adalah kita harus percaya sama message kita sendiri.”

Diakhir perbincangannya dengan Fimela.com, Putri berharap bahwa ke depannya akan ada banyak orang yang lebih percaya bahwa merokok itu bukanlah sebuah kegiatan yang bermanfaat. “Jangan termakan sama iklan-iklan yang ada. Merokok itu tidak membuat kamu menjadi lebih keren, hal tersebutlah yang harus selalu diingat sama kita semua,” pungkas Putri.

Lanjutkan Membaca ↓
Fimelahood #MyGoalMatter, Tempat Perempuan Berbagi Kisah Inspiratif