Rad Supersonic, Klub Sepatu Roda yang Juga Buka Kelas untuk Pemula

Cica26 Feb 2020, 16:00 WIB
[FIMELA] Rad Supersonic, Komunitas Sepatu Roda yang Juga Buka Kelas untuk Pemula

Fimela.com, Jakarta Mendengar kata sepatu roda, apa yang terlintas di pikiranmu? Jadul? 80's? Olga Sepatu Roda? Ya, semua itu bisa terlintas di kepala ketika tersebut sepatu roda. Sebagian orang yang hidup di era itu mungkin juga sudah melupakannya. Namun, siapa sangka jika beberapa tahun belakangan ini, olahraga sepatu roda kembali bernyawa?

Ya, di 2018, khususnya di Jakarta, beberapa orang yang terkumpul dalam komunitas atau klub kembali memainkan olahraga yang sudah memudar itu. Salah satunya adalah Marina Tasha, perempuan muda yang semasa kecil menghabiskan waktunya dengan sepatu roda dan merindukannya saat dewasa.

Ditemui di kawasan Blok M, Marina Tasha menceritakan awal mula dirinya kembali bermain sepatu roda. "Dulu waktu SD sempat main, zaman-zamannya diskotek Lipstick, cuma sebentar," kata perempuan yang akrab disapa Acha ini.

[FIMELA] Rad Supersonic, Komunitas Sepatu Roda yang Juga Buka Kelas untuk Pemula
Marina Tasha (baju biru). (Sumber foto: Adrian Putra/FIMELA)

Lebih lanjut, Acha mengungkapkan jika dirinya kembali memulai bermain sepatu roda pada November 2018. Kesulitan pun ia hadapi untuk bisa memainkan olahraga masa kecilnya itu. Salah satunya yakni peranti sepatu roda itu sendiri hingga akhirnya ia berinisiatif berjualan sepatu roda pre order dari luar negeri untuk mengumpulkan massa.

"Baru main lagi November 2018, sebenarnya udah dari lama pengin main lagi, tapi udah nggak ada, kan. Waktu SMP sempat main in line skate, sempat cari-cari sampai ke luar negeri tapi takut nggak bagus kualitasnya dan harganya mahal," kenang Acha.

"Terus suatu hari aku lihat di luar hits lagi, tapi sepatu mereka custom gitu, dari sneakers ditambah roda, lalu aku coba juga custom sepatu roda pakai sneakers ditambah roda-roda dari sepatu roda bekas, tapi berat banget, dari situ aku ketemu channel untuk bisa jual sepatu roda lewat online @skatelovershop," imbuhnya.

Kegigihan Rad Supersonic Hingga Bisa Buka Kelas untuk Pemula

[FIMELA] Rad Supersonic, Komunitas Sepatu Roda yang Juga Buka Kelas untuk Pemula
Marina Tasha mengajar murid-muridnya di Mall Blok M. (Sumber foto: Adrian Putra/FIMELA)

Kendati pernah bermain sepatu roda saat masih usia Sekolah Dasar (SD), tapi Acha mengaku ada beberapa teknik yang belum ia kuasai. Hal itu tidak membuatnya menyerah. Perempuan kelahiran 23 Agustus ini bahkan sampai ikut kursus sepatu roda dengan Dece, salah satu mantan atlet sepatu roda era 80-an.

"Pertama kali coba main sepatu roda, aku bisa jalan, tapi untuk teknik tertentu seperti belok dan ngerem terasa susah, lalu aku kulik teknik sendiri, lama-lama aku dapat kenalan orang-orang yang punya hobi sama lewat media sosial, dan dikenalkan dengan Om Dece salah satu atlet sepatu roda di Bandung, lalu aku kursus dengan beliau seminggu sekali bareng teman-teman di Lapangan Banteng," kenang perempuan yang berprofesi sebagai Makeup Artist ini.

Untuk bisa kursus sepatu roda dengan Dece, Acha dan teman-temanya yang kini gabung di Rad Supersonic harus merogoh kocek sebesar Rp250 ribu sekali pertemuan untuk durasi 2-3 jam. Namun, lama kelamaan, Acha merasa terbebani dengan kursus yang menguras kantongnya. Ditambah lagi perizinan tempat latihan yang sulit, juga musim hujan yang saat itu belum berakhir.

[FIMELA] Rad Supersonic, Komunitas Sepatu Roda yang Juga Buka Kelas untuk Pemula
Salah satu murid Rad Supersonic. (Sumber foto: Adrian Putra/FIMELA)

Dari situ, Acha dan anggota Rad Supersonic lainnya memutuskan untuk berhenti latihan dan mulai menabung untuk membeli sepatu roda sendiri agar bisa latihan sendiri. Bahkan kini ia dan teman-temannya di Rad Supersonic bisa membuka kelas sepatu roda untuk pemula yang berlokasi di Blok M Mall. 

"Kalau mau ikut kelas, bisa kontak kami melalui Instagram, satu orang dikenakan biaya sebesar Rp125 ribu per jam, kalau belum punya sepatu roda bisa sewa di kami dengan biaya Rp50 ribu, dan untuk pembelian sepatu roda di @skatelovershop bisa dapat gratis latihan satu kali," kata Acha.

Blok M Mall menjadi 'pelabuhan ' Rad Supersonic setelah beberapa kali mendapat penolakan dari beberapa tempat untuk latihan. Di sana, ia menyewa tempat untuk latihan juga sekaligus menjadi tempat kursus sepatu roda murid-muridnya.

[FIMELA] Rad Supersonic, Komunitas Sepatu Roda yang Juga Buka Kelas untuk Pemula
Lidia, salah satu anggota Rad Supersonic yang ikut mengajar. (Sumber foto: Adrian Putra/FIMELA)

Berbeda dengan perkumpulan sepatu roda lain, di Rad Supersonic ini, Acha mempersilahkan murid-muridnya untuk membuat komunitas sepatu roda agar semakin banyak klub. "Dari awal aku ingin di Jakarta banyak klub sepatu roda kayak zaman dulu, biar lebih seru lagi, biar bisa gantian bikin lomba atau event," ujar Acha.

Lebih dari itu, dari sepatu roda, Acha ingin menyatukan orang-orang untuk saling tolong menolong. "Aku merasa dengan sepatu roda ini lebih menyatukan orang-orang, sebelum ada sepatu roda aku merasa di Jakarta oran-orangnya lebih individu, jadi aku ingin orang-orang lebih saling membantu, ada yang belum bisa diajarin, kebersamaan gitu," tandas perempuan berambut pendek ini.

Lanjutkan Membaca ↓