Pandemi Corona, Komunitas FENCY Galang Donasi untuk Para Tunanetra

Gadis Abdul08 Apr 2020, 14:11 WIB
Pandemi Corona, Komunitas FENCY Galang Donasi untuk Para Tunanetra

Fimela.com, Jakarta Banyak hal membahagiakan dan juga memilukan yang terjadi selama pandemi virus Corona ini. Salah satunya seperti yang kini tengah dialami oleh teman-teman tunanetra yang jadi bagian dari Komunitas FENCY. Fellowship of Netra Community (FENCY) adalah sebuah komunitas yang menjadi sahabat bagi para tunanetra.

Belum lama ini Founder Fency membagikan sebuah broadcast message yang berisi cerita singkat soal keadaan teman-teman tunanetra di tengah pandemi Corona yang kini dialami bangsa Indonesia. “Adanya pandemi covid-19 dan social distancing menyebabkan tunanetra tidak dapat bekerja karena sebagian besar pekerjaan mereka sebagai terapis,” tulis Tarini.

Lebih jauh kepada Fimela.com, Tarini menceritakan saat ini teman-teman tunanetra tidak memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. “Keadaan saat ini mereka tidak mempunyai pekerjaan karena sebagian besar pekerjaannya pijat, dan pijat bersentuhan langsung dengan pasien tanpa ada jarak otomatis mereka tidak ada penghasilan,” jelas Tarini.

Komunitas FENCY: Temannya Para Tunanetra
Komunitas FENCY yang ingin teman-teman tunanetra lebih dihargai dan diterima seluruh masyarakat Indonesia. (Fimela.com/Deki Prayoga)

“Dan terapi pun sudah di off-kan sejak ada anjuran pemerintah untuk stay at home. Pekerjaan yang jualan kerupuk di stasiun atau di tempat tertentu otomatis sepi dan tidak bisa keliling juga,” tambah Tarini. Untuk membantu teman-teman tunanetra Tarini dan para anggota komunitas FENCY lainnyapun akhirnya memutuskan untuk membuka donasi.

“Kita baru bisa menyalurkan 30 paket sembako ke rumah mereka masing-masing. Daerah Bekasi, Depok, Jakbar, Jaksel, Jakpus dan Jaktim. Dan masih banyak tunanetra yang butuh, tapi aku harus nunggu donasi donatur lagi untuk penyaluran. Yang sedang menunggu daerah Jatibening, Pasar Minggu Jaksel dan Tangerang,” ungkapnya.

Menurut Tarini sama seperti masyarakat lainnya, kini teman-teman tunanetra juga membutuhkan sembako untuk makan sehari-hari. “Harapan mereka keadaan saat ini cepat selesai, kembali normal sehingga bisa beraktifitas kembali dan kembali bekerja mencari rezeki di bidang pijat atau jualan kerupuk,” pungkas Tarini.