Komunitas Toygraphy ID, Melihat Mainan dari Segi Fotografi

Cica24 Apr 2020, 13:00 WIB
[FIMELA] Komunitas Toygraphy ID

Fimela.com, Jakarta Mainan dan anak-anak adalah dua hal yang tak terpisahkan. Rasa-rasanya, dunia anak kurang lengkap tanpa memiliki mainan yang sedang hits. Selain sebagai hiburan, mainan juga memiliki fungsi dan dampak yang baik bagi tumbuh kembang anak. Seperti mengasah syaraf motorik, lebih kreatif, dan mengembangkan potensi. 

Mainan sendiri punya banyak jenis. Salah satu mainan yang mungkin dimiliki setiap orang di masa kecil adalah mainan action figure dan diecast. Namun, sadar atau tidak, banyak juga orang yang membawa mainan tersebut hingga dewasa dan menjadikannya sebuah hobi. Seperti yang dilakukan oleh para anggota komunitas Toy Graphy ID.

Bukan hanya sekadar mengoleksi, anggota komunitas yang terbentuk pada 17 Desember 2012 ini juga menjadikan mainan-mainan koleksinya sebagai objek foto yang mengagumkan. Kepada Fimela, Fachrurrozi Permana, inisiator Toy Graphy ID bercerita soal latar belakang terbentuknya komunitas garapannya tersebut.

"Toy Graphy ID Adalah Komunitas Toys photography pertama di Indonesia. Kami terbentuk di akhir tahun 2012. Komunitas ini pada dasarnya sama seperti komunitas fotografi pada umumnya, hanya saja objek foto yang kami gunakan berupa mainan dari jenis apapun," ujar pria yang akrab disapa Rozi ini.

[FIMELA] Komunitas Toygraphy ID, Melihat Mainan dari Segi Fotografi
Fachrurrozi Perman, inisiator Toygraphy ID. (Sumber foto: dokumen pribadi)

"Komunitas ini berawal dari Instagram, terbentuk dari 6 orang yang mempunyai kesamaan hobi para pengoleksi mainan dan pecinta fotografi," imbuhnya.

Tidak membatasi kreativitas anggota, di Toy Graphy ID, anggota dibebaskan untuk memotret mainan jenis apapun. Hal ini juga bisa menjadi identitas atau signature setiap anggota. "Tidak ada jenis mainan tertentu, setiap Member kami mempunyai ciri masing-masing dalam setiap fotonya. Ada yang suka diecast, action figure super hero, atau gundam," jelas pria kelahiran 28 tahun silam ini.

Sebagai wadah berkumpulnya orang-orang dari hobi yang sama, Toy Graphy ID memiliki kegiatan yang membuat komunitas ini semakin solid. Seperti meet up, berburu foto, belanja mainan, dan sharing soal mainan maupun device untuk memotret. Kendati demikian, Toy Graphy ID tidak eksis di kalangannya saja, mereka eksis acara-acara kolaborasi dengan pihak lain, seperti Uniqlo, Atrium Senen, dan Kaskus.

[FIMELA] Komunitas Toygraphy ID, Melihat Mainan dari Segi Fotografi
Toy Graphy ID dalam sebuah pameran. (Sumber foto: Toygraphy ID)

Namun, di masa karantina mandiri sekarang, Toy Graphy ID lebih banyak berkegiatan secara online, salah satunya lewat fitur Live di media sosial Instagram. "Kami mencoba untuk tetap memberikan hal yang bermanfaat dengan memberikan workshop fotografi mainan melalui fitur Live di Instagram," ujar pengoleksi mainan Pokemon ini.

Beranggotakan 100 orang lebih, member Toy Graphy ID berasal dari berbagai kalangan, yaitu dari pelajar hingga pekerja, baik perempuan maupun laki-laki.

Lewat komunitas fotografi ini, Rozi ingin menggaungkan bahwa fotografi mainan itu tidak mahal. "Saya ingin menunjukkan pada masyarakat seni fotografi mainan itu tidak mahal. Mainan dan kamera nya pun tidak perlu yang mahal dan hobi ini juga tidak terbatas untuk satu gender dan umur, tua atau muda bisa," katanya.

Tertarik dengan fotografi mainan dan ingin bergabung di dalamnya? Kunjungi akun Instagram Toy Graphy ID di @toygraphyid untuk info lebih lanjut.