Diary Fimela: 1 Dekade Delicakes, Pioner Bakery Online Styled by Dewi Utari

Novi Nadya09 Agu 2021, 09:00 WIB
Diperbarui 09 Agu 2021, 09:46 WIB
Dewi Utari

Fimela.com, Jakarta Melepas pekerjaan impian untuk usaha yang awalnya hanya coba-coba rupanya menjadi jalan hidup fashion stylist ternama Dewi Utari. Ibu dua anak ini juga tak menyangka, jika profesi baru yang digelutinya bersama sang suami sejak tahun 2012 membawanya menjadi seorang entrepreneur sukses.

Mungkin banyak dari kita yang punya pemikiran ingin memiliki usaha sambil kerja kantoran atau ingin melepas pekerjaan tetap dan punya bisnis. Dilema tersebut juga dirasakan Dewi Utari saat bekerja sebagai stylist di majalah fashion bergengsi yang menjadi sosok Diary Fimela kali ini.

"Jika usaha yang dijalankan berkembang dan susah membagi waktu apalagi dapat merugikan kantor, itulah moment yang tepat untuk menentukan pilihan harus resign atau tidak. Karena itu juga merupakan pengalaman saya pribadi," ujar Dewi Utari pada Fimela.

Namun jika masih ada keraguan untuk berbisnis, Lulusan Edith Cowan University, Australia ini meyakini jika membangun usaha zaman sekarang terasa lebih menjanjikan dengan kekuatan media sosial dan ketersediaan marketplace. Sebab saat ia merintis bisnis bakery online hampir 10 tahun digitalisasi belum sepesat ini.  

"Di tahun 2012 kebetulan belum begitu banyak bakery seperti kami yang menjajakan produknya hanya lewat social media. Dan aplikasi yang kami pilih dari awal sampai sekarang adalah Instagram dengan akun @shopdelicakes. Lalu modal bisnis model online juga lebih efisien, saat itu kami kurang lebih hanya Rp3,5 juta," lanjutnya.

 

Bisnis Bareng Pasangan dengan Nol Pengalaman

Dewi Utari dan Suami
Dewi Utari dan Suami (Foto: Instagram @iamdewiutari)

Langkah berani dan kepercayaan diri Dewi Utari dan suami patut diapresiasi. Sebab di dunia masak atau baking keduanya nol pengalaman.

"Saya dari kecil tidak terbiasa masak dan baking adalah hal baru karena itu saya banyak belajar secara online dan dari buku masak. Begitu juga bagi suami, baking adalah hal baru karena dia tidak pernah membuat kue sebelumnya, jadi ini dunia baru bagi kami berdua dan sangat menikmatinya," jelas Dewi.

Karena kesibukan mengurus bisnis dan keluarga, hingga kini Dewi mengaku belum memiliki kesempatan mengikuti kursus. Namun ia terus memperbaruhi pengetahuan lewat banyak membaca buku dan belajar dari video YouTube.

Dan tak terasa, tahun depan Delicakes sudah genap satu dekade. Meski mengaku tak pernah menetapkan target khusus, namun Dewi bersama suami berhasil mengembangkan usaha serta mempertahankan eksistensi bakery yang pernah membuka gerai offline di SCBD tersebut. 

"Jujur kami hanya jalanin aja hari per hari usaha ini dan Alhamdulillah sudah sampai ke usia 9 tahun dan tahun depan insya Allah genap 1 dekade. Tantangan terbesar adalan gimana caranya kita terus berinovasi karena sebenarnya pesaing terbesar adalah diri kami sendiri. Selain itu 3 hal yang selalu saya pegang, konsistensi, fokus, dan sabar karena sukses tidak datang dalam semalam," tuturnya. 

Efisiensi Home Industry Saat Pandemi 

Delicakes Bakery
Delicakes Bakery (Instagram @shopdelicakes)

Dewi Utari juga tak membantah jika rasa bosan juga dirasakannya. Namun ia merasa beruntung karena selalu dekat dengan keluarga karena berbasis home industry yang menghilangkan rasa bosannya.

"Termasuk saat pandemi, karena kami memang dari awal home industry dan menjajakan produk secara online. Tapi memang ada perubahan sedikit dari sisi pengiriman bahan baku yang kadang out of stock dan harga meningkat, sebab itu harus lebih efisien terutama penggunaan listrik karena berdampak pada produksi," jelasnya.

Meski begitu, Delicakes tidak ngoyo dengan strategi khusus, yang terpenting adalah kekompakan dengan pasangan. Serta bisa saling menurunkan ego yang memang dalam perjalanannya tidak selalu mudah.

"Kami juga masih belajar, Alhamdulillah lebih banyak senang daripada susah saat bisnis bareng pasangan. Buat yang ingin memulai usaha sama pasangan, tips dari kami harus percaya dan pertahankan jiwa humor dengan pasangan sebagai pelipur stres."

Selain itu, tetap percaya dengan insting dan kata hati apakah usaha yang akan dipilih bisa diminati dan bermanfaat bagi banyak orang. Sebab menurut Dewi indikasi bisnis menjanjikan atau tidak adalah saat bisnis itu sendiri sejalan dengan insting kita.

Dewi Utari mengaku sangat puas dengan pencapaiannya yang di luar ekspektasi. Mimpinya punya usaha bersama suami terealisasi dan ia tak benar meninggalkan profesinya sebagai fashion stylist.

"Menjadi fashion stylist tidak akan pernah hilang karena itu bagian dari hidup saya, tanpa pekerjaan tetap pun masih bisa dikerjakan. Dan sejak awal menikah motivasi kami adalah memiliki usaha yang dijalani berdua dan semoga usaha ini panjang umur, bermanfaat, dan sustainable sampai anak cucu kami," harapnya.

#Elevate Women 

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela