Diary Fimela: Impian Sekar dan Setyaki Merintis Retail Masakan Frozen Rumahan

Novi Nadya20 Agu 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 20 Agu 2021, 15:34 WIB
Pengusaha Masakan Frozen

Fimela.com, Jakarta Bisnis makanan online terus meningkat dan ramai peminat di masa pandemi. Banyak usaha skala rumahan mengambil peran yang tanpa disadari selain menjadi pemasukan rumah tangga juga mempercepat pemulihan ekonomi negara.

Apalagi jika memiliki semangat, ambisi, dan kegigihan dalam menjalaninya. Seperti pasangan suami istri Sekar dan Setyaki yang merintis usaha makanan frozen dan perlahan mematenkannya dengan masakan frozen lewat merek dagang Frosty Mart.

"Tadinya sebelum serius banget cuma jual makanan frozen nugget tapi sejak suami ikut terlibat dan mulai diseriusin jadi fokus masakan frozen. Kalau makanan frozen kan, kayak nugget doang atau sosis aja, tapi kalau masakan frozen sudah lengkap ada bumbunya, seperti sup iga frozen atau pecak nila frozen," jelas Ai, sapaan Sekar saat ngobrol bareng Fimela.com. 

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Frozen Catering (@frostymartbintaro)

Kini Frosty Mart sudah memiliki 10 varian masakan frozen yang akan terus menambah menu setiap bulannya. Ai mengakui jika laju pertumbuhan rintisan retail masakan frozen semakin pesat sejak sang suami terlibat. 

"Masakan frozen pertama kali itu mi ayam dan Alhamdulillah laris banget. Pelan-pelan ada Ayam Ungkep, terus suami yang saat itu memutuskan untuk freelance jadi creative agency dan banyak waktu di rumah mulai melibatkan diri dan nge-push harus selalu ada menu baru dan mengurus konten media sosial untuk jualan," kenangnya.

 

Impian Perintis Masakan Frozen Online

Masakan Frozen
Masakan Frozen dari Frosty Mart

Sebagai ibu dua anak, Sekar menyadari jika kepraktisan menyajikan makanan sangat membantu para ibu lainnya. Sebab dibutuhkan banyak waktu untuk mempersiapkan bahan makanan menjadi masakan. 

"Makanya kami menciptakan masakan yang disiapkan dalam satu step saja biar praktis. Tapi tetap ada sensasi masaknya," lanjut Sekar. 

Kadang untuk mikir masak apa hari ini saja sudah menghabiskan waktu, sebab itu, Sekar dan Setyaki berkomitmen untuk selalu menambah menu baru agar pelanggannya semakin punya banyak pilihan masakan.

"Saat brainstorming sama suami, kami punya mimpi jika Frosty Mart bisa jadi jaringan toko swalayan dengan banyak cabang. Dan suatu saat ada vending machine masakan frozen kayak buat minuman yang membuat beli makanan makin praktis lagi," ucapnya bersemangat. 

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Frozen Catering (@frostymartbintaro)

Sumber Pemasukan Tak Terduga

Masakan Frozen
Masakan Frozen dari Frosty Mart

Setyaki dan Sekar sama-sama sudah resign cukup lama dari pekerjaannya masing-masing. Setyaki memutuskan merintis agency sendiri sejak tahun 2011 sampai sekarang, sementara Sekar melepas pekerjaan utamanya sebagai desainer furniture dan memulai bisnis pakaian anak Qurota pada tahun 2014. 

Mereka memulai usaha Frosty Mart di akhir tahun 2020. Saat itu, pandemi ikut berimbas pada beberapa project Setyaki dan Sekar juga merasakan hal yang sama karena target pembeli pakaiannya adalah wisatawan mancanegara. 

Namun di balik itu, pandemi juga mendatangkan rezeki yang tak terduga. Apalagi saat pandemi yang disebut 'second wave' kemarin, pesanan makanan frozen di Frosty Mart meningkat pesat.  

 
 
View this post on Instagram

A post shared by Frozen Catering (@frostymartbintaro)

"Bahkan lebih besar daripada hari raya, karena banyak orang yang kirim-kirim untuk teman, keluarga yang isoman jadi penjualan gede banget," tuturnya lagi.

Sekar juga tak menyangka jika impiannya untuk punya usaha bareng suami terealisasi lewat bisnis masakan frozen ini. Suaminya juga yang membuatnya yakin untuk melepas pekerjaan utama untuk menjalani usaha yang jadi passion-nya. 

"Jujur pas resign itu iri lihat suami punya banyak waktu sama anak di rumah dan jadi termotivasi punya usaha. Memang kalau baju itu modalnya gede dan ritel harus punya koleksi baru terus, sementara di usaha makanan perputarannya lebih cepat dan modal relatif terjangkau," ceritanya lagi. 

Sekar berbagi tips jika ingin memulai usaha klisenya memang harus 'nyemplung' dulu sebelum tahu tenggelam atau tidak. Punya strategi yang dipikirkan perlu tapi jangan sampai overthingking yang bisa jadi mengurangi keyakinan akan kemampuan diri sendiri. Semangat untuk semua yang sedang merintis usaha, yaa!

#Elevate Women 

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela