Peluang Digitalisasi Bisnis Bagi Industri F&B dan Hospitality di Indonesia

Anisha Saktian Putri26 Sep 2021, 13:52 WIB
Diperbarui 26 Sep 2021, 13:58 WIB
Peluang Digitalisasi Bisnis Bagi Industri F&B dan Hospitality di Indonesia

Fimela.com, Jakarta Industri bisnis makanan dan minuman (F&B) di Indonesia terus mencatat pertumbuhan positif beberapa tahun terakhir. Tak heran industri F&B selalu dapat mengikuti dan bertahan di tengah perkembangan zaman atau tren saat ini, termasuk kemajuan teknologi.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, di tengah pandemi Covid-19 industri bisnis F&B mampu mencatat pertumbuhan positif di angka 2,95 persen pada kuartal II-2021 dan memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 6,66 persen. 

Di lain hal, perkembangan teknologi di Indonesia terbilang cukup tinggi. Mengacu pada data yang dirilis oleh Kepios Singapura, pertumbuhan pengguna internet di Indonesia pada 2019-2020 mencapai 17 persen atau sekitar 25 juta pengguna dan telah menyentuh angka 175,4 juta pengguna pada Januari 2020.

Melirik fakta dibalik jumlah pengguna internet yang tumbuh begitu cepat di Indonesia, industri F&B dan perhotelan (hospitality) dapat meraup peluang untuk melakukan ekspansi bisnis dan menggaet pasar yang lebih luas.

Selain itu, pesatnya kemajuan teknologi mendorong dunia bisnis untuk melakukan transformasi digital dalam menjalankan usahanya, tak lain adalah untuk peningkatan profit dan daya saing.

Hal inilah yang mendorong Informa Markets sebagai perusahaan penyedia platform penyelenggara pameran terkemuka di dunia bagi industri, pasar spesialis, dan komunitas untuk berdagang, berinovasi dan tumbuh, untuk meluncurkan Saladplate Indonesia, sebuah marketplace B2B (business to business) khusus produk F&B dan perhotelan pertama di Indonesia.

Berdasarkan data Informa Markets, sebagai salah satu industri yang dominan di Indonesia, pendapatan dari industri F&B diproyeksikan mencapai 2,884 juta dollar AS di tahun 2021. 

Saladplate

Ilustrasi bisnis
Ilustrasi bisnis Masakan Rumahan (c) Shutterstock

Fakta tersebut membuat saladplate.com optimis untuk melebarkan sayap dan berekspansi di pasar Indonesia melalui Saladplate Indonesia yang sepenuhnya memiliki basis konten lokal mulai dari bahasa, harga, serta domain web yang digunakan.

Saladplate Indonesia dibentuk dan dikembangkan secara langsung oleh Saladplate internasional. Dalam penyediaan platform dan peluncurannya, menggandeng mitra yakni Food Market Hub (FMH), sebuah perusahaan rintisan asal Malaysia yang bergerak di bidang digitalisasi industri F&B.

Industri F&B di Asia tenggara khususnya di Indonesia didominasi oleh pebisnis UMKM yang sistem operasionalnya masih terpecah-pecah dan belum terintegrasi.

Sehingga Indonesia butuh sebuah platform yang dengan mudah memfasilitasi pebisnis lokal meningkatkan profit dengan mengatur cost lebih agar efisien melalui sistem yang terintegrasi secara digital.

“Hadirnya Saladplate Indonesia diharapkan mampu mendorong digitalisasi dan memangkas proses manual dalam industri F&B dan perhotelan sehingga bisnis yang dijalankan dapat lebih efisien. Pun pebisnis dapat meningkatkan daya saing dan melebarkan pasarnya untuk menciptakan peluang baru untuk terus tumbuh dan berkembang,” ujar May Hu, Senior Manager, Digital Marketing & Operations l Digital Business & Advanced Analytics - Asia, Food Market dalam keterangan resmi yang diterima Fimela, Jumat (24/9). 

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela