Penelitian Terbaru Soal Kopi dan Cokelat, Mana yang Paling Merugikan Kesehatan?

Vinsensia Dianawanti16 Jan 2022, 08:00 WIB
Diperbarui 16 Jan 2022, 08:00 WIB
Kafein

Fimela.com, Jakarta Sejak lama, kopi dan cokelat dipercaya memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Menurut peneliti kafein Marilyn Cornelis, seorang profesor obat pencegahan di Northwestern University Feinberg School of Medicine, para pecinta kopi masuk ke dalam golongan yang beruntung untuk memiliki kesehatan yang baik.

Penelitian ini menemukan kopi hitam dalam jumlah sedang, 3-5 cangkir setiap hari, terbukti menurunkan risiko penyakit tertentu, termasuk parkinson, penyakit jantung, diabetes tipe dua, dan beberapa jenis penyakit.

Manfaat kopi ini akan terasa maksimal jika dikonsumsi tanpa susu, gula, dan perasa lainnya yang cenderung kita tambahkan.

"Salah satunya secara alami bebas kalori. Yang kedua dapat menambahkan ratusan kalori ke kopi Anda, dan manfaat kesehatannya bisa sangat berbeda," terangnya.

 

Ketertarikan dengan rasa pahit

ilustrasi kopi penyebab bau mulut/pexels
ilustrasi kopi penyebab bau mulut/pexels

Di penelitian sebelumnya, Cornelis dan timnya menemukan varian genetik dapat berkontribusi terhadap munculnya kategori orang yang bisa menikmati banyak cangkir kopi sehari, sementara yang lain tidak.

"Orang dengan gen tersebut memetabolisme kafein lebih cepat, sehingga efek stimulasinya hilang lebih cepat, dan mereka perlu minum lebih banyak kopi," katanya.

Hal ini juga menjelaskan ada sekelompok orang yang terlihat baik-baik saja mengonsumsi lebih banyak kopi dibandingkan dengan orang lain yang mungkin merasa gelisah atau menjadi sangat cemas. Orang dengan gen ini akan lebih memilih kopi hitam dan teh hitam karena mereka mengaitkan rasa pahit dengan peningkatan kewaspadaan mental yang mereka dambakan dari kafein.

"Ketika mereka memikirkan kafein, mereka memikirkan rasa pahit, jadi mereka juga menikmati cokelat hitam," kata Cornelis. "Mungkin saja orang-orang ini sangat sensitif terhadap efek kafein dan mereka juga memiliki perilaku yang dipelajari dengan makanan pahit lainnya."

 

Kafein dalam cokelat

Cokelat Hitam
Ilustrasi Cokelat Hitam Credit: pexels.com/Frappo

Cokelat hitam sendiri mengandung beberapa kafein, yang lebih banyak disebut theobromine. Senyawa ini merupakan stimulan sistem saraf yang berhubungan dengan kafein. Penelitian justru menemukan konsumsi theobromine lebih tinggi dapat meningkatkan detak jantung dan merusak suasana hati.

Perlu diingat bahwa cokelat hitam juga penuh kalori sehingga lebih baik mengurangi konsumsinya untuk mencegah kenaikan berat badan. Namun, penelitian menemukan bahwa bahkan sedikit konsumsi cokelat hitam sehari dapat berkontribusi pada kesehatan jantung dan mengurangi risiko diabetes.

Itu mungkin karena kakao mengandung banyak flavanol, epicatechin dan catechin, senyawa antioksidan yang diketahui dapat meningkatkan aliran darah. Makanan lain yang mengandung flavanol termasuk teh hijau, oolong dan hitam, anggur merah, kubis, bawang, buah jeruk dan kedelai.

Simak video berikut ini

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓
1
What's On Fimela