Sukses

Food

7 Makanan Penyebab BAB Berdarah dan Kenali Gejalanya

Fimela.com, Jakarta Pada umumnya buang air besar (BAB) yang normal memiliki warna cokelat muda hingga cokelat tua. Warna ini dihasilkan oleh pigmen yang disebut bilirubin. Jika BAB berwarna merah dan disertai darah, sebaiknya kamu segera sadari kondisi ini.

Darah yang keluar melalui BAB ini sering kali disebabkan karena terjadinya gangguan di saluran pencernaan, penyakit wasir, diare, infeksi virus dan mengalami radang usus. Terkadang darah yang keluar dari BAB ini juga bisa menempel di dubur.

Penyakit yang menyebabkan BAB berdarah ini, bisa dipengaruhi karena sering mengonsumsi makanan yang tidak bergizi, sehingga sistem pencernaan terganggu dan terinfeksi oleh virus yang dibawa dari makanan. Untuk mencegah terjadinya BAB berdarah, yuk hindari makanan penyebab BAB berdarah berikut ini:

Makanan Penyebab BAB Berdarah

1. Makanan Berwarna Merah

Makanan penyebab BAB berdarah yang pertama, yaitu mengonsumsi makanan yang berwarna merah. Makanan berwarna merah ini bisa membuat warna feses menjadi merah, yang tampak seperti warna darah. Jika makanan berwarna merah itu berasal dari buah-buahan, maka makanan tersebut bisa menyehatkan tubu. Tetapi kalau warna merah berasal dari pewarna, berarti makanan itu bisa menyebabkan BAB berdarah, radang usus, dan menimbulkan alergi.

2. Makanan Pedas

Bagi sebagian orang, akan lebih menikmati makanan jika menggunakan sambal yang banyak, untuk menambah cita rasa pada makanan tersebut. Makanan pedas memang terasa nikmat, tetapi makanan pedas bisa menyebabkan BAB berdarah, wasir, diare dan sembelit.

3. Produk Olahan Susu Sapi

Walaupun susu bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tetapi bagi seseorang yang intoleran terhadap laktosa, dapat mengalami BAB berdarah saat mengonsumsi produk olahan dari susu sapi, seperti susu murni, yogurt, keju dan mentega.

4. Makanan Tinggi Gluten

Makanan tinggi gluten biasanya terdapat pada gandum yang tinggi protein. Seseorang yang alergi terhadap gluten, bisa mengalami BAB berdarah, penyakit celiac dan autoimun. Sebaiknya kurangi mengonsumsi makanan tinggi gluten untuk menghindari BAB berdarah.

5. Makanan Manis

Makanan manis adalah makanan yang tinggi fruktosa atau gula di dalam buah-buahan. Makanan tinggi fruktosa ini bisa ditemui pada buah kalengan atau jus buah. Jika ingin mengonsumsi buah-buahan, sebaiknya pilih buah yang rendah fruktosa.

Penyebab BAB Berdarah yang Lainnya

6. Efek Samping Obat-Obatan

BAB berdarah juga bisa disebabkan karena efek samping mengonsumsi obat-obatan. Karena kandungan di dalam beberapa obat, bisa menyebabkan diare dan memicu keluarnya darah dari feses, seperti antibiotik, obat penurun tekanan darah, obat antiaritmia, obat kemoterapi, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dan antasida.

7. Memiliki Riwayat Penyakit Tertentu

Penyebab BAB berdarah yang terakhir, yaitu karena memiliki riwayat penyakit tertentu yang mengganggu sistem pencernaan, seperti diare, demam tinggi, radang usus, wasir, polip usus besar, kanker kolon, dan lain sebagainya. Sebaiknya segera konsultasikan kondisi sakit ini kepada dokter.

Gejala BAB Berdarah

Saat seseorang mengalami BAB berdarah, gejala yang paling sering muncul adalah merasakan perut kembung, demam dan tubuh terasa sangat lemas. Kondisi ini biasanya dialami oleh seseorang yang jarang mengonsumsi serat.

Gejala BAB berdarah bisa ditandai dengan feses yang berwarna merah segar atau gelap, dan adanya darah yang menetes dari anus saat BAB. Frekuensi feses juga akan bertambah saat mengalami BAB berdarah ini. Bahkan tekstur feses menjadi lunak dan sangat lengket.

Bagi penderita BAB berdarah yang parah, ada yang mengalami gejala muntah darah, kepala terasa pusing, dan bisa pingsan karena tuuh terlalu lemas.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading