5 Jenis Alergi Kulit pada Bayi Beserta Cara Mengatasinya, Wajib Diketahui Orangtua

Imelda Rahma26 Jul 2021, 14:03 WIB
Diperbarui 26 Jul 2021, 14:06 WIB
Bayi

Fimela.com, Jakarta Alergi dan penyakit pada kulit memang menjadi penyakit umum yang sering terjadi oleh siapapun baik pria maupun perempuan. Bukan hanya orang dewasa, alergi dan penyakit kulit juga dapat dialami oleh anak-anak juga bayi.

Bahkan dikatakan bahwa bayi mempunyai risiko terkena alergi atau penyakit kulit yang lebih besar dibandingkan orang dewasa. Hal ini disebabkan karena pemakaian popok yang dikenakan bayi.

Selain alasan pemakaian popok, alergi dan penyakit kulit yang terjadi pada bayi juga mendapatkan pengaruh lain dari faktor kebersihan diri dan lingkungan, produk pembersih juga dari asupan makanan. Bukan hanya itu, penyakit kulit yang terjadi pada bayi juga bisa mendapatkan pengaruh dari faktor cuaca dan suhu udara.

Untuk lebih jelasnya, berikut 5 jenis alergi kulit pada bayi beserta cara mengatasinya. Dilansir dari Merdeka.com, simak ulasan selengkapnya di bawah ini. 

Biang Keringat

Biang Keringat
Ilustrasi Bayi Credit: pexels.com/Joe

Biang keringat merupakan salah satu jenis alergi kulit pada bayi yang umum terjadi. Alergi kulit ini terjadi akibat pori-pori kulit yang tersumbat sehingga keringat yang seharusnya keluar menjadi terhambat.

Hal ini kemudian menyebabkan munculnya bintik-bintik seperti jerawat yang biasanya muncul di daerah kulit lipatan seperti leher dan ketika, atau bisa juga muncul di bagian kepala. Kondisi kulit yang lembab akibat produksi keringat yang berlebih akan semakin memperburuk keadaan.

Untuk mengatasi jenis alergi kulit ini, sebaiknya tidak mengenakan anak pakaian yang ketat dan bahan yang panas atau tidak mudah menyerap keringat. Pakaikanlah anak baju yang longgar dengan bahan yang mudah menyerap keringat, sehingga bisa mengurangi produksi keringat pada bayi dan menghindarkan dari risiko iritasi.

Ruam Popok

Ruam Popok
Ilustrasi Ruam Popok Credit: pexels.com/Ignite

Jenis alergi kulit pada bayi yang sering terjadi lainnya adalah ruam popok. Sesuai namanya, jenis alergi kulit ini disebabkan oleh kontak popok yang sering dipakai bayi.

Biasanya ruam ini terjadi pada lipatan paha dan pantat bayi. Penyakit ini bisa terjadi karena kulit bayi di sekitar pantat sering terkena air kencing dan tinja dalam waktu yang lama. Hal tersebutlah yang menyebabkan kulit di area tersebut iritasi. Di samping itu, bagi sebagian bayi juga sensitif dengan beberapa kandungan yang dipakai pada bahan popok.

Cara untuk mengatasi jenis alergi kulit ini, sebaiknya ibu rutin mengganti popok bayi yang dipakai jika dirasa cukup penuh. Selain itu, ibu juga bisa mengobati ruam yang sudah terjadi dengan krim khusus yang dapat menenangkan peradangan dan rasa gatal pada ruam.

Jika terjadi kondisi yang semakin parah, jangan menunda untuk dibawa ke dokter supaya bisa mendapatkan penanganan yang cepat.

Eksim

Eksim
Ilustrasi Bayi Credit: pexels.com/Tara

Eksim juga termasuk jenis alergi kulit yang bisa terjadi pada bayi. Eksim diketahui sebagai jenis penyakit kulit jangka lama, yang bisa kambuh secara tiba-tiba dan bisa mereda dengan sendirinya.

Jenis alergi ini biasanya ditandai dengan munculnya ruam kemerahan dan rasa gatal. Bahkan bagi sebagian orang, gejala yang muncul disertai dengan asma, atau kesulitan bernafas.

Jika terjadi gejala ini pada bayi, sebaiknya menghindarkan anak untuk menggaruk bagian kulit yang gatal karena akan menyebabkan kondisi yang semakin parah. Ibu juga sebaiknya menghindari pemakaian sabun bayi yang bisa menyebabkan iritasi serta selalu menjaga kebersihan kulit bayi dengan baik. Selain itu, dianjurkan untuk mengoleskan krim pelembab agar peradangan yang terjadi pada kulit bisa mereda.

Kulit Kering

Kulit Kering
Ilustrasi Bayi Credit: pexels.com/Gigin

Kulit kering juga sering terjadi sebagai salah satu jenis alergi kulit pada bayi. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya suhu udara yang dingin.

Biasanya jenis gangguan kulit ini ditandai dengan kondisi kulit yang mengelupas. Ibu bisa memberikan krim pelembab yang aman dan cocok untuk bayi, jika terjadi hal ini.

Namun pada kondisi yang semakin parah, sebaiknya ibu segera membawa anak ke dokter untuk mendapatkan obat yang lebih tepat sehingga proses penyembuhannya semakin cepat.

Biduran

Biduran
Ilustrasi Bayi Credit: pexels.com/helena

Biduran juga menjadi salah satu jenis alergi kulit pada bayi yang sering terjadi. Biduran biasanya terjadi akibat reaksi alergi makanan seperti alergi produk makanan susu atau telur.

Di samping itu, biduran juga bisa disebabkan karena adanya gesekan kulit dari rasa gatal yang ditimbulkan biang keringat. Selain itu, jenis alergi kulit ini juga bisa mendapatkan pengaruh dari reaksi udara yang dingin.

Untuk mengatasi jenis alergi kulit ini, Ibu bisa menyesuaikan dengan faktor penyebab yang dialami oleh bayi. Biduran yang terjadi karena reaksi alergi makanan, sebaiknya ibu menghindari produk makanan yang mengandung susu atau telur yang bisa menyebabkan alergi.

Ibu juga bisa menghindari baju yang ketat pada bayi agar produksi keringat tidak berlebihan. Sedangkan faktor udara dingin, ibu bisa memberikan pakaian yang lebih hangat pada bayi.

Jika kondisi biduran semakin parah, ibu perlu segera berkonsultasi pada dokter untuk penanganan medis yang tepat.

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela