Penyebab Panas Dalam yang Perlu Diketahui Beserta Gejala dan Cara Mengobatinya

Imelda Rahma03 Agu 2021, 09:35 WIB
Diperbarui 03 Agu 2021, 09:35 WIB
Panas Dalam

Panas dalam sama sekali tidak ada dalam kamus medis. Namun, masyarakat sudah terlanjur mengartikannya sebagai sebuah penyakit. Panas dalam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit. Gejala panas dalam sebenarnya merupakan gejala dari gangguan kesehatan lain yang akan timbul.

Kondisi kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan tenggorokan, hingga ketidakseimbangan hormon, bisa ditandai oleh rasa panas di dalam tubuh. Gejala panas dalam biasanya ditandai dengan sakit tenggorokan, sariawan, bibir kering dan pecah-pecah, dan bau mulut.

Gejala panas dalam berkaitan erat dengan makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh. Gejala panas dalam dapat diatasi dengan pola hidup sehat dengan memperhatikan konsumsi makanan sehat dan rajin mengonsumsi air putih. Untuk mencegah panas dalam hal paling sederhana yang bisa kamu lakukan adalah terlebih dahulu mengenali penyebab panas dalam.

Untuk lebih jelasnya, berikut Fimela.com akan mengulas penyebab panas dalam yang perlu diketahui beserta gejala dan cara mengobatinya. Dilansir dari Merdeka.com, simak ulasan selengkapnya di bawah ini. 

Penyebab Panas Dalam

Penyebab Panas Dalam
Ilustrasi Mengonsumsi Air Putih Credit: pexels.com/Daria

Pola Makan Tidak Sehat

Penyebab panas dalam pertama adalah pola makan yang tidak sehat. Memang, buah yang asam seperti jeruk, nanas, dan lemon tidak secara langsung menjadi penyebab panas dalam. Namun, penyebab sariawan sering muncul ini bisa terjadi ketika buah asam ini menekan jaringan mulut yang terluka. Kondisi inilah yang menimbulkan rasa sakit di mulut.

Selain buah yang asam, ada makanan lain yang bisa mengiritasi mulut seperti minuman atau makanan yang pedas dan panas juga bisa menyebabkan panas dalam hingga sariawan sering muncul. Pasalnya, bagi sebagian orang kerap mengalami reaksi iritasi pada permukaan lidahnya saat mengomsumsi makanan tertentu.

Selain itu, tidak sedikit orang yang kurang menyukai sayur. Padahal enggan menyantap buah dan sayur juga merupakan penyebab panas dalam. Dalam buah dan sayur terkandung nutrisi yang dibutuhkan, seperti serat dan vitamin.

Kurang Asupan Vitamin dan Mineral

Banyak orang beranggapan ketika seseorang mengalami panas dalam atau sariawan dikarenakan kurangnya asupan vitamin C. Hal ini memang benar, namun penyebab panas dalam bisa juga muncul saat kamu kurang mendapatkan asupan vitamin B12 dan zat besi.

Penyebab panas dalam juga bisa dikaitkan dengan kekurangan beberapa nutrisi seperti asam folat, seng, serta kalsium yang juga bisa menjadi pemicu. Oleh sebab itu, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian sebaiknya kamu selalu menjaga asupan makanan dengan kadar gizi seimbang.

Ada beberapa makanan yang bisa kamu konsumsi untuk memenuhi kebutuhan vitamin tersebut. Untuk vitamin B12 kamu bisa mendapatkannya di berbagai jenis ikan, daging, telur, hingga produk olahan susu. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan zat besi kamu bisa mendapatkannya dari hati, kacang-kacangan, bayam, tahu, dan kentang.

Sistem Kekebalan Tubuh Menurun

Penyebab panas dalam berikutnya adalah sistem kekebalan tubuh yang mengalami penurunan. Sistem kekebalan tubuh kerap dipengaruhi oleh beragam mineral, salah satunya adalah zat besi.

Jika kamu kekurangan asupan zat besi, maka kemampuan tubuh untuk memproduksi sel darah putih akan menurun saat melawan infeksi. Sehingga kalau kekebalan tubuh menurun, maka hal ini dapat menjadi penyebab panas dalam dan sariawan juga akan lebih sering menyerang.

Penyebab panas dalam juga kerap disebabkan oleh kurang tidur. Kurang tidur dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh merasa kurang fit dan memicu munculnya gejala panas dalam lainnya. Pastikan memiliki waktu istirahat yang cukup sekitar 6-8 jam di malam hari.

Kurang Minum Air Putih

Selain karena sistem kekebalan tubuh menurun, penyebab panas dalam lainnya yakni kurang minum air putih. Kekurangan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi. Selanjutnya hal ini bisa berkembang menjadi masalah kesehatan lainnya seperti panas dalam yang bisa dilihat dari kondisi bibir yang berubah menjadi kering bahkan pecah-pecah.

Maka dari itu, kamu wajib mengatur pasokan cairan yang dibutuhkan tubuh. Kamu harus memenuhi kebutuhan air putih harian sebanyak 8 gelas setiap harinya. Dengan begitu, kamu bisa menghindari diri dari panas dalam dan juga sariawan yang mengganggu.

Gejala Panas Dalam

Gejala Panas Dalam
Ilustrasi Gejala Panas Dalam Credit: pexels.com/Andrea

Gejala panas dalam pada setiap orang dapat berbeda. Gejala panas dalam juga bisa muncul karena ketidakseimbangan hormon. Tetapi gejala yang dapat paling umum adalah sebagai berikut:

  • Gangguan pada mulut seperti seriawan, bibir pecah-pecah, bau mulut.Gangguan pencernaan seperti diare, sembelit dan ambeien.
  • Gangguan tenggorokan seperti batuk, sakit tenggorokan, dan tenggorokan kering.
  • Tubuh terasa tidak fit seperti bersin-bersin dan badan meriang.
  • Gejala lain seperti badan pegal,badan terasa mengeluarkan panas, sensasi terbakar di dada, mimisan, hingga buang air besar disertai darah.

Cara Mengobati Panas Dalam

Cara Mengobati Panas Dalam
Ilustrasi Mengonsumsi Air Garam Credit: pexels.com/Lisa

Banyak Minum Air Putih

Minum air putih yang banyak bisa menjadi obat panas dalam dengan gejala seperti bibir pecah-pecah dan tenggorokan kering. Maka dari itu, pastikan tubuh kamu minum minimal 8 gelas air dalam sehari yang juga dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Ramuan Air Jahe, Madu dan Lemon

Madu dan jahe juga dapat melegakan rasa sakit di tenggorokan karena punya kandungan antibakteri yang ringan. Obat panas dalam dan sariawan yang satu ini membutuhkan satu sendok teh masing-masing bubuk jahe dan madu, 1⁄2 gelas air panas, dan 1⁄2 sari lemon yang diperas. Seduh bubuk jahe dengan air hangat, tambahkan jus lemon dan madu, lalu kumur.

Kumur Air Garam

Saat kamu mengalami panas dalam dan sariawan, coba kumur air garam. Caranya sangat mudah kamu hanya perlu siapkan segelas air putih hangat dan campurkan 1,5 sendok teh garam. Kumur di tenggorokan selama 10-15 detik. Lalu untuk sariawan, kumur di sekitar mulut selama 15 detik lalu buang air. Ulangi 1-3 kali dalam sehari untuk meredakan rasa sakit sariawan dan tenggorokan.

Makan Sayur dan Buah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu penyebab panas dalam dan sariawan adalah kurang makan sayur dan buah. Kamu disarankan untuk makan sayuran dan buah berserat. Hal ini tidak hanya dapat mengatasi panas dalam dan sariawan, bahkan juga bisa mengatasi sembelit.

Bagi kamu yang sedang mengalami gejala panas dalam sangat disarankan untuk mengonsumsi sayur dan buah dengan warna cerah seperti wortel, terung, buah pepaya, dan jeruk.

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela