Penyebab Hepatitis C yang Perlu Diketahui Beserta Gejala dan Cara Pencegahannya

Imelda Rahma02 Agu 2021, 12:39 WIB
Diperbarui 02 Agu 2021, 13:28 WIB
Penyakit Hepatitis

Fimela.com, Jakarta Hepatitis C adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Penyakit hepatitis C ini menyebar melalui kontak darah dari seseorang yang terinfeksi. Melansir dari situs Centers for Disease Control and Prevention, cdc.gov, saat ini banyak orang yang terinfeksi virus hepatitis C melalui jarum suntik atau peralatan lain yang digunakan untuk konsumsi obat-obatan terlarang.

Bagi sebagian orang, penyakit hepatitis C mungkin hanya penyakit jangka pendek. Tetapi bagi beberapa orang lainnya yang terinfeksi, virus hepatitis C bisa menjadi infeksi kronis jangka panjang. Hepatitis C kronis ini nantinya dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius, bahkan dapat mengancam jiwa seperti sirosis dan kanker hati.

Orang dengan hepatitis C kronis seringkali tidak memiliki gejala atau pun merasakan sakit. Gejala yang muncul sering kali menjadi tanda penyakit hati. Belum ada vaksin untuk mengatasi hepatitis C. Cara terbaik untuk mencegah hepatitis C dengan menghindari perilaku yang dapat membuat kamu terpapar virus ini.

Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ini, berikut kami berikan informasi tentang penyebab hepatitis C beserta gejala dan juga cara pencegahannya.

Penyebab Hepatitis C

Penyebab Hepatitis C
Ilustrasi Penyebab Hepatitis C Credit: pexels.com/Viktor

Virus HCV merupakan penyebab hepatitis C. Melansir dari Medical News Today, seseorang yang tertular virus tersebut melalui kontak darah dengan darah yang terkontaminasi. Penularan terjadi ketika darah yang mengandung HCV masuk ke dalam tubuh orang yang tidak memiliki HCV dalam tubuhnya.

Setitik darah, yang tidak terlihat dengan mata telanjang, dapat membawa ratusan partikel virus hepatitis C. Apalagi virus tersebut tidak bisa dibunuh dengan mudah.

Untuk menangkal penyebab hepatitis C ini, pembersihan jarum suntik perlu dilakukan jika tidak memungkinkan untuk mengganti dengan yang bersih dan steril. Meskipun pemutih dapat membunuh HCV dalam jarum suntik, efeknya mungkin tidak sama pada peralatan lain. Merebus, membakar, dan menggunakan alkohol, peroksida, atau cairan pembersih umum lainnya untuk mencuci peralatan, dapat menjadi cara untuk mengurangi jumlah HCV, meskipun mungkin sulit untuk menghentikan seseorang tertular infeksi.

Menyuntikkan pemutih, disinfektan atau produk pembersih lainnya juga memiliki efek yang berbahaya, jadi pastikan untuk membilasnya dengan saksama. Gunakan pemutih hanya untuk membersihkan peralatan jika jarum suntik dan peralatan baru yang steril tidak tersedia.

Seseorang tidak dapat tertular virus hepatitis C dari kontak biasa seperti bernapas, berciuman atau berbagi makanan. Juga, tidak ada bukti bahwa gigitan nyamuk dapat menularkan penyebab hepatitis C ini.

Gejala Hepatitis C

Gejala Hepatitis C
Ilustrasi Gejala Hepatitis C Credit: pexels.com/cottonbro

Setelah mengetahui penyebab hepatitis C, gejala dari penyakit ini pun juga perlu kita kenali. Hepatitis C dapat menjadi penyakit ringan yang berlangsung selama beberapa minggu hingga menjadi kondisi kesehatan yang parah dan kronis.

Orang bisa terkena hepatitis C tanpa merasakan gejala, terutama pada stadium akut, hingga bahkan orang tersebut mungkin tidak menyadarinya. Ini membuat penyakit hepatitis C lebih mudah untuk ditularkan ke orang lain.

Hepatitis C akut

Kebanyakan orang dengan hepatitis C akut tidak menunjukkan gejala. Ketika muncul, gejala biasanya akan dirasakan antara 2 dan 12 minggu setelah terpapar. Seseorang juga jarang menerima diagnosis hepatitis C akut, karena tidak adanya gejala yang pasti. Oleh karena itu, para dokter sering menyebut hepatitis C sebagai silent epidemic.

Gejala akut dari hepatitis C sangat mirip dengan infeksi virus lainnya. Gejala hepatitis C akut antara lain:

  • demam
  • kelelahan
  • sakit perut
  • kehilangan selera makan
  • mual atau muntah
  • urine berwarna gelap
  • tinja berwarna seperti tanah liat
  • nyeri sendi
  • penyakit kuning (jarang terjadi)

Kurang dari separuh orang yang menderita hepatitis C akut, dapat mengatasi virus dari tubuh mereka tanpa pengobatan dan tidak menimbulkan kondisi kronis. Peneliti tidak tahu mengapa ini terjadi pada beberapa orang dan mengapa tidak terjadi pada yang lainnya.

Hepatitis C kronis

Hepatitis C bisa menjadi kondisi yang kronis ketika tubuh tidak dapat mengatasi virus. Pada banyak kasus, hepatitis C kronis tidak menimbulkan gejala apapun atau menyebabkan gejala umum, seperti kelelahan kronis atau Depresi. Seseorang mungkin hanya akan mengetahui bahwa mereka memiliki kondisi tersebut ketika melakukan tes darah atau skrining untuk donor darah.

Diagnosis dan pengobatan dini dapat mencegah kerusakan hati. Jika tidak diobati, hepatitis C kronis dapat menyebabkan:

  • penyakit hati kronis, yang dapat terjadi secara perlahan selama beberapa dekade tanpa gejala apa pun
  • sirosis, atau jaringan parut hati, yang terjadi pada hingga 20% orang setelah 20-30 tahun
  • gagal hati
  • kanker hati

Cara Mencegah Hepatitis C

Cara Mencegah Hepatitis C
Ilustrasi Hepatitis C Credit: pexels.com/Cire

Masyarakat mungkin bisa mendapatkan vaksin untuk mencegah hepatitis A dan hepatitis B, tetapi saat ini belum ada vaksin yang tersedia untuk hepatitis C. Untuk mencegah infeksi, masyarakat harus menghindari paparan dari virus penyebab hepatitis C.

Cara terbaik untuk mencegah hepatitis C dengan berhenti menggunakan suntikan. Menggunakan perawatan obat seperti metadon atau buprenorfin bisa mengurangi risiko karena tidak melibatkan suntikan.

Jika seseorang perlu menggunakan suntikan, mereka dapat mengurangi risiko hepatitis C dengan menggunakan jarum yang baru setiap kali hendak menyuntik sehingga tidak berbagi jarum dengan orang lain. Pastikan juga lingkungan, tempat suntikan, dan semua peralatan bersih dan steril sebelum menyuntik.

Obesitas, rokok, diabetes dan konsumsi alkohol dapat mempercepat laju kerusakan hati. Penting agar semua penderita hepatitis C menjaga kesehatannya, dengan cara antara lain:

  • berhenti merokok
  • menjaga berat badan yang sehat
  • mengelola masalah kesehatan lainnya
  • menghindari alkohol
Lanjutkan Membaca ↓