Tips Atasi Lupa dan Perilaku Aneh Lainnya Pasca Sembuh COVID-19 dari Dokter RSUI

Vinsensia Dianawanti07 Sep 2021, 17:30 WIB
Diperbarui 07 Sep 2021, 17:30 WIB
perempuan lupa

Fimela.com, Jakarta Infeksi COVID-19 tidak hanya menyerang bagian tubuh manusia. Dikutip dari penelitian virus COVID-19 juga mampu menyerang bagian otak yang mengakibatkan penurunan fungsi kognitif.

Dokter Rumah Sakit Universitas Indonesia, dr. Pukovisa Prawiroharjo mengatakan otak memang dilindungi oleh beberapa lapisan, namun penelitian mengungkapkan bahwa virus COVID-19 ternyata mampu menembus lapisan tersebut. Sehingga menyebabkan masalah lupa, pikun, dan perilaku aneh lainnya pada pasien yang sembuh dari COVID-19.

"Intinya kalau ada masalah itu, baik pasca COVID-19 atau lainnya, jangan sampai dicuekkin," ungkap dr. Pukovisa, melansir dari laman UI pada Selasa (07/9/2021).

Otak menjadi sumber sarana berpikir. Ia berperan sebagai pusat kendali tubuh dan penyusun sistem saraf pusat. dr. Pukovaisa menjelaskan gejala yang timbul pada bagian otak merupakan hal yang patut diwaspadai sehingga tidak menjalar ke bagian tubuh lainnya.

 

Penyebab penurunan fungsi kognitif

Ilustrasi lupa/pelupa
Ilustrasi lupa/pelupa. (Foto: shutterstock.com)

Beberapa contoh gejala yang timbul pada penurunan fungsi kognitif pasca sembuh dari COVID-19 adalah sering lupa terhadap tugas yang harus diselesaikan. Selain itu, cenderung lebih murung, pendiam, serta lebih suka menyendiri.

Sejauh ini, belum ada penelitian lebih lanjut mengenai jenis varian virus COVID-19 mana yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif. Sehingga menyebabkan lupa, pikun, dan perilaku aneh lainnya. Butuh waktu setidaknya satu tahun untuk dapat mengungkapkan hal tersebut.

Untuk mengatasi masalah lupa, pikun, dan perilaku aneh lainnya pasca infeksi COVID-19, dr. Pukovisa menyebut ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Dijelaskan bahwa kondisi lupa, pikun, dan perilaku aneh tertentu tidak selalu muncul secara bersamaan.

 

Menangani lupa pasca sembuh dari COVID-19

Ketika pasien yang sembuh dari COVID-19 dan mengalami salah satu gejala, perlu melaporkan diri ke pelayanan kesehatan. dr. Pukovisa juga menyebut bahwa ketiga masalah ini tidak bisa diprediksi berapa lama akan terjadi pada diri seseorang. Namun hal ini dapat dipengaruhi oleh kondisi daya tahan tubuh setiap orang.

Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter neurologi atau saraf ketika mengalami beberapa perilaku aneh akibat penurunan fungsi kognitif setelah sembuh dari COVID-19. Ia juga menyarankan untuk segera melakukan pemeriksaan agar mendapatkan tindakan penanganan lebih lanjut ke dokter.

Simak video berikut ini

#elevate women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela