Sukses

Health

Distribusi Belum Merata, Anak-anak di Pelosok Terus Berjuang Cari Vaksin COVID-19

Fimela.com, Jakarta Vaksinasi COVID-19 di Indonesia masih terus dilakukan demi menekan angka kasusnya. Namun ternyata, vaksinasi pada anak rupanya belum merata, terutama bagi anak-anak di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) Indonesia. 

Masih banyak dari mereka yang belum mendapatkan kesempatan vaksinasi, hal ini lantaran stok vaksin COVID-19 tidak ada atau habis, serta masih banyak orang yang belum teredukasi terkait vaksinasi akibat pemberitaan hoaks yang beredar di masyarakat. 

Meski jauh dari hiruk pikuk perkotaan, rata-rata anak di pelosok ingin lekas divaksinasi. Bahkan di antara mereka, ada yang terus berjuang mencari vaksin COVID-19 sendiri langsung ke lokasi vaksinasi. Tak jarang pula dari mereka yang harus pulang tanpa hasil apapun karena stok vaksin yang habis. 

Virgin (15), gadis yang berasal dari Sumba Timur menceritakan kisah perjuangannya dalam mendapatkan vaksinasi. Melansir dari Liputan6.com, Selasa (21/9), berikut ulasan selengkapnya.

Rebutan Kuota

Virgin mengatakan bahwa sebagian besar anak-anak di lokasi tempat ia tinggal memiliki keinginan besar untuk segera divaksinasi, tetapi mereka harus mengalami rebutan kuota untuk mendapatkan vaksin COVID-19 tersebut. 

“Rebutan kuota itu pas pergi ke tempat vaksinasi. Tapi selalu tidak dapat vaksinnya. Jadi, anak-anak datang ke puskesmas atau polres,” ujar Virgin saat dialog Suara Anak Tentang Vaksinasi, dilansir dari Liputan6.com

Ia juga mengatakan, seringkali ia harus mengantre, tetapi harus pulang dengan tangan kosong karena kehabisan kuota.

Masih Kurangnya Edukasi Tentang Vaksinasi

Di daerah terpencil, lanjut Virgin, vaksinasi anak belum banyak yang tahu informasi, sebelumnya banyak orang yang hanya tahu vaksinasi orang dewasa. Meski begitu, untuk vaksinasi orang dewasa masih terlihat belum semuanya mau. 

“Kemungkinan (kalau ada vaksinasi anak) mungkin menolak. Yang vaksinasi orang dewasa saja, ada yang sebagian tidak mau, karena takut efek samping bisa sampai meninggal,” jelasnya. 

Hal ini terjadi karena banyaknya paparan informasi hoaks kepada masyarakat yang akhirnya membuat mereka tidak divaksinasi.

Pemerintah Masih Berupaya Mendistribusikan Vaksin

Saat ini pemerintah masih mengupayakan pendistribusian hingga daerah pelosok. Juru Bicara Vaksinasi COVID-19, dr. Siti Nadia Tarmizi memastikan bahwa vaksin akan didistribusikan sampai wilayah pelosok. 

“Pasti vaksinasi akan kita distribusi sampai ke daerah-daerah pelosok, vaksinasi ini sendiri untuk pemerintah bukan hal baru apalagi untuk mencapai daerah yang sulit,” ujarnya dalam dialog virtual Kejar Vaksinasi Demi Indonesia Lebih Sehat, melansir dari Merdeka.com, Selasa (21/9). 

Nadia menyatakan, sudah begitu banyak orang yang berbuat dan bekerja untuk bisa menyuntikkan vaksin itu sampai ke masyarakat pelosok. Pemerintah sudah berupaya semaksimal mungkin. 

Penulis: Chrisstella Efivania

#ElevateWomen

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading