5 Penyebab Mudah Mengantuk di Siang dan Pagi Hari yang Perlu Diketahui

Imelda Rahma23 Sep 2021, 12:19 WIB
Diperbarui 23 Sep 2021, 12:44 WIB
Mudah Mengantuk

Fimela.com, Jakarta Mudah mengantuk atau lelah yang tidak normal di pagi dan siang hari, umumnya dikenal sebagai kantuk berlebih. Mengantuk berlebihan dapat menyebabkan gejala tambahan, seperti mudah lupa atau tertidur pada waktu yang tidak tepat. Berbagai hal menjadi penyebab mudah mengantuk. Dapat berkisar dari kondisi mental dan kebiasaan hidup kurang sehat, hingga kondisi medis yang serius.

Terkadang penyebab kantuk tidak mudah diketahui. Mengantuk disebut juga kantuk berlebih, bisa disertai terlalu lesu, kelemahan, dan kurangnya ketangkasan mental. Rasa kantuk atau kelelahan yang terus-menerus, terutama di waktu yang tidak tepat mengindikasikan gangguan tidur atau masalah medis tertentu.

Mudah mengantuk dapat menyertai gejala lain yang bervariasi. Untuk memahami lebih mendalam, berikut beberapa penyebab mudah mengantuk di siang dan pagi hari yang perlu diketahui. Dilansir dari Merdeka.com, simak ulasan selengkapnya di bawah ini. 

Faktor Gaya Hidup

Faktor Gaya Hidup
Ilustrasi Mengantuk Credit: pexels.com/Burst

Faktor gaya hidup tertentu jadi penyebab mudah mengantuk yang umum terjadi. Meningkatnya rasa kantuk, seperti jam kerja yang sangat lama atau beralih waktu ke shift malam.

Dalam kebanyakan kasus, rasa kantuk akan mereda saat tubuh kamu beradaptasi dengan jadwal baru.

Restless Legs Syndrome (RLS)

Restless Legs Syndrome (RLS)
Ilustrasi Restless Legs Syndrome (RLS) Credit: pexels.com/Burst

Penyebab mudah mengantuk selanjutnya ialah sindrom pada kaki. Sindrom kaki gelisah (RLS) adalah kelainan yang ditandai dengan sensasi tidak menyenangkan pada kaki dan dorongan kuat untuk menggerakkannya. RLS juga dapat menyebabkan gerakan kaki tersentak-sentak setiap 20 hingga 30 detik sepanjang malam.

Terkadang RLS juga dapat memengaruhi bagian tubuh lainnya. Gejala RLS bisa sangat mengganggu selama tidur dan menyebabkan kantuk saat bangun. Dikutip dari WebMD, RLS bisa sangat buruk, sehingga disalahartikan sebagai insomnia.

Kondisi Kejiwaan

Kondisi Kejiwaan
Ilustrasi Kondisi Kejiwaan Credit: pexels.com/Andrea

Penyebab mudah mengantuk juga bisa dari kondisi mental, emosional, atau psikologis. Depresi dapat sangat meningkatkan rasa kantuk, begitu pula tingkat stres atau kecemasan yang tinggi.

Kebosanan adalah penyebab kantuk lainnya. Jika kamu mengalami salah satu dari kondisi mental berikut, kamu juga cenderung merasa lelah dan apatis.

Kondisi Medis

Kondisi Medis
Ilustrasi Mengonsumsi Obat-obatan Credit: pexels.com/Karolina

Beberapa kondisi medis dapat menyebabkan kantuk. Salah satu yang paling umum adalah diabetes. Kondisi lain yang jadi penyebab mudah mengantuk, termasuk nyeri kronis atau yang memengaruhi metabolisme. Seperti hipotiroidisme atau hiponatremia.

Hiponatremia terjadi ketika kadar natrium dalam darah terlalu rendah. Dilansir dari Healthline, kondisi medis lain yang diketahui menyebabkan kantuk termasuk infeksi mononukleosis (mono) dan sindrom kelelahan kronis (CFS).

Minum banyak jenis obat, terutama antihistamin, obat penenang, dan pil tidur juga bisa menyebabkanmu mudah merasa mengantuk. Mencantumkan rasa kantuk sebagai efek samping yang mungkin terjadi. Obat-obatan ini memiliki label yang memperingatkan agar tidak mengemudi atau mengoperasikan alat berat usai mengonsumsinya.

Bicaralah dengan dokter jika mengalami kantuk berkepanjangan karena obat-obatan tertentu. Mereka mungkin meresepkan alternatif atau menyesuaikan dosis.

Gangguan Tidur

Gangguan Tidur
Ilustrasi Gangguan Tidur Credit: pexels.com/Ivan

Penyebab mudah mengantuk atau rasa kantuk berlebihan, bisa bersal dari gangguan tidur. Ada berbagai gangguan tidur, dan masing-masingnya memiliki efek uniknya sendiri.

Sleep apnea obstruktif, penyumbatan di saluran napas bagian atas. Hal itu menyebabkan mendengkur dan berhenti bernapas sepanjang malam. Terkadang penderita akan terbangun dengan suara tercekik.

Gangguan tidur lainnya termasuk narkolepsi, dan gangguan fase tidur tertunda atau Delayed Sleep Phase Syndrome (DSPS).Narkolepsi merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan serangan mengantuk berlebih di siang hari.

Cara Mengatasi Masalah Mudah Mengantuk

Cara Mengatasi Masalah Mudah Mengantuk
Ilustrasi Mengatasi Masalah Mudah Mengantuk Credit: pexels.com/Shvets

Pengobatan kantuk berlebih atau mudah mengantuk ini tergantung penyebabnya. Terdapat beberapa cara mengobati yang bisa kamu terapkan sendiri, di antaranya:

1. Perawatan Diri

Beberapa rasa kantuk dapat diobati di rumah, terutama jika itu disebabkan oleh faktor gaya hidup. Terlalu banyak bermalasan dan jam tidur yang terlalu lama. Atau jam kerja yang lebih lama, atau kondisi mental.

Dalam kasus ini, tidurlah yang cukup sesuai kebutuhan dan tidur berkualitas. Penting juga untuk menyelidiki apa yang menyebabkan tekanan batin, apakah itu stres atau kecemasan. Mencoba mengambil langkah untuk mengurangi perasaan tersebut.

2. Perawatan Medis

Cara mengobati mudah mengantuk selanjutnya, bisa dengan perawatan medis. Dokter akan mencoba mengidentifikasi penyebab kantuk dengan mendiskusikan gejalanya. Mereka mungkin menanyakan tentang seberapa baik kamu tidur, dan apakah kamu sering bangun di malam hari. Beberapa informasi penting seperti:

  • Kebiasaan tidur.
  • Jumlah tidur yang didapatkan setiap hari.
  • Mendengkur atau tidak.
  • Seberapa sering tertidur di siang hari.
  • Seberapa sering merasa mengantuk di siang hari.

Kemudian kamu akan membuat catatan harian tentang kebiasaan tidur selama beberapa hari. Lalu mendokumentasikan berapa lama kamu tidur di malam hari, dan apa yang dilakukan saat merasa mengantuk di siang hari.

Jika dokter mencurigai penyebabnya adalah psikologis. Mungkin kamu akan dirujuk ke konselor atau terapis untuk membantu menemukan solusi. Sedangkan kantuk akibat efek samping pengobatan, seringkali dapat disembuhkan. Dokter mungkin menukar obat dengan jenis berbeda atau mengubah dosis.

Jika penyebab mudah mengantuk tidak terlihat, kamu mungkin perlu menjalani beberapa tes. Dilakukan pengecekan terhadap tekanan darah, detak jantung, ritme jantung, pernapasan, oksigenasi, gelombang otak, dan gerakan tubuh tertentu akan dipantau sepanjang malam untuk mengetahui tanda-tanda gangguan tidur.

Lanjutkan Membaca ↓