Kesenjangan Masih Sangat Kentara, WHO Serukan Kesetaraan Vaksin COVID-19 pada Para Pemimpin Negara

Annissa Wulan28 Sep 2021, 20:30 WIB
Diperbarui 29 Sep 2021, 10:12 WIB
Kesenjangan Masih Sangat Kentara, WHO Serukan Kesetaraan Vaksin COVID-19 pada Para Pemimpin Negara

Fimela.com, Jakarta WHO kembali mendesak para pemimpin negara yang menghadiri pertemuan ke 76 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menjamin akses vaksin COVID-19 dan alat penyelamat lainnya secara adil. Bukan rahasia lagi jika sejak pandemi COVID-19, krisis telah terjadi secara global, menyebabkan permasalahan kompleks yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh dunia.

Kondisi perekonomian juga tak luput terkena dampak besar dari pandemi COVID-19, seperti banyaknya PHK yang terpaksa dilakukan oleh perusahaan dan kesenjangan ekonomi yang semakin kentara. Melansir World Bank, dan merdeka.com, statistik resmi di bulan Maret hingga September 2020, ada peningkatan kemiskinan nasional di Indonesia, dari 9,78% menjadi 10,19%.

Ini berarti jumlah orang miskin meningkat dari 26,42 juta, menjadi 27,55 juta, angka yang terhitung dari kisaran populasi 270,2 juta. Pandemi perlu benar-benar dientaskan, sehingga dunia bisa kembali memperbaiki perekonomian dan mempersiapkan diri untuk menanggapi pandemi di masa mendatang.

Untuk meraih tujuan tersebut, kuncinya ada pada vaksin COVID-19. Vaksin adalah alat penting untuk mengakhiri pandemi dan menyelamatkan nyawa, serta mata pencaharian rakyat di seluruh dunia.

 

Kesenjangan pada akses vaksin COVID-19 masih sangat kentara di negara-negara

Kesenjangan Masih Sangat Kentara, WHO Serukan Kesetaraan Vaksin COVID-19 pada Para Pemimpin Negara
WHO melihat kesenjangan yang sangat kentara pada akses vaksin COVID-19, sehingga pada pertemuan PBB, negara-negara diminta untuk berkomitmen terhadap kesetaraan.

Menurut data dari situs resmi WHO, lebih dari 5,7 miliar dosis vaksin COVID-19 telah diberikan secara global, tapi 73%-nya baru diberikan di 10 negara di dunia. Kesenjangan masih sangat kentara.

Negara-negara berpenghasilan tinggi telah memberikan 61 kali lebih banyak dosis per penduduk, daripada negara-negara berpenghasilan rendah. Semakin lama kesenjangan ini berlangsung, semakin lama virus Corona beredar dan berkembang, yang pada akhirnya akan menyebabkan keberlanjutan gangguan sosial dan ekonomi.

Target WHO sendiri memvaksinasi setidaknya 40% dari populasi setiap negara pada akhir tahun 2021 ini, lalu meningkat menjadi 70% pada pertengahan tahun depan. Target ini hanya bisa dicapai jika seluruh negara dan produsen berkomitmen dengan tulus untuk kesetaraan vaksin COVID-19.

WHO menyerukan kepada negara-negara untuk segera membagikan dan mengirimkan vaksin jangka pendek dengan COVAX dan AVAT (Tim Tugas Akuisisi Vaksin COVID-19. WHO juga meminta produsen untuk memprioritaskan pasokan vaksin COVID-19.

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela