Rayakan Bulan Kanker Payudara, Denada dan Komunitas Zumba® Ingatkan Pentingnya Kesehatan Mental bagi Penyintas

Fimela Reporter27 Okt 2021, 17:00 WIB
Diperbarui 27 Okt 2021, 17:00 WIB
Rayakan Bulan Kanker Payudara, Denada dan Komunitas Zumba® Ingatkan Pentingnya Kesehatan Mental bagi Penyintas

Fimela.com, Jakarta Memperingati Bulan Peduli Kanker Payudara, komunitas Zumba® dan Indonesian Cancer Care Community (ICCC) mengadakan webinar serta kelas virtual Zumba gratis. Acara yang bertajuk “Olahraga untuk Menjaga Kesehatan Mental Penyintas Kanker” ini dilaksanakan pada Selasa, 26 Oktober 2021. Inisiatif kolaboratif dari komunitas Zumba® dan ICCC, dilaksanakan untuk memberikan dukungan, hiburan serta wadah untuk berekspresi bagi para penyintas kanker.

Melalui acara ini, komunitas Zumba® dan ICCC ingin mengajak para perempuan Indonesia, terutama penyintas kanker payudara, untuk bangkit kembali dan menemukan kebahagiaannya. Salah satu caranya adalah dengan berolahraga. Dengan berolahraga, diharapkan para penyintas dapat memperoleh hiburan, sehingga kesehatan mental juga ikut meningkat.

“Kami sangat antusias dengan kegiatan ini dan mengapresiasi komunitas Zumba® untuk turut berperan dalam membawa isu pentingnya menjaga kesehatan mental bagi para pasien, keluarga dan penyintas kanker. Seperti yang kita tahu, tidak mudah untuk berjuang dalam proses pemulihan dari penyakit kanker dan olahraga seperti Zumba® bisa menjadi alternatif untuk menghibur penyintas,” ujar Meliana, selaku Project Coordinator, Indonesian Cancer Care Community, pada webinar yang berlangsung Selasa (26/10) lalu.

Upaya untuk meningkatkan kesehatan mental

Rayakan Bulan Kanker Payudara, Denada dan Komunitas Zumba® Ingatkan Pentingnya Kesehatan Mental bagi Penyintas
Acara webinar dengan topik "Olahraga untuk Menjaga Kesehatan Mental Penyintas Kanker" oleh ICCC dan komunitas Zumba® (Dok.Indonesian Cancer Care Community)

Melewati masa-masa yang sulit, guncangan mental yang dihadapi oleh penyintas kanker payudara tentu dapat menghambat aktivitas produktif mereka. Penyintas melalui keadaan di mana kesehatan mental mereka menurun, akibat pikiran-pikiran negatif yang timbul. Tekanan sosial dan penyakit yang mereka derita, berhubungan erat dengan kesehatan fisik.

Maka dari itu, kesehatan mental pasien maupun penyintas menjadi faktor penting. Dengan melatih dan mengolah stres maupun gangguan mental, para pasien juga dapat meningkatkan kesehatan fisik mereka. Sehingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan risiko psikosomatik dari respons penyakit. 

“Pasien kanker sangat rentan mengalami tekanan secara psikologis disebabkan oleh perasaan-perasaan negatif yang timbul ketika terdiagnosis, seperti perasaan cemas, stress dan sedih, belum lagi dampak dari proses pengobatan. Oleh karena itu, pasien kanker sangat membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar, latihan regulasi emosi dan mengembangkan hobi agar tidak patah semangat dan tetap berjuang,” jelas Jessy, selaku Psikolog dan Founder of HOPE Psychology Center & Associate Speaker Psylution.

Penting bagi para pasien maupun penyintas untuk menerapkan hidup sehat, baik dari segi fisik dan mental. Perlu adanya dukungan dari lingkungan bagi pasien dan penyintas, agar kesehatan dan kondisi mereka kian membaik. 

Hal ini dapat dilakukan dengan mulai dari mengonsumsi makanan sehat, disiplin dalam jadwal berobat, tidur yang cukup selama 7 sampai 9 jam dengan waktu yang teratur, serta berolahraga. Dukungan mental untuk para pasien dan penyintas pun sangat diperlukan untuk pemulihan mereka. Dukungan dan semangat dari keluarga maupun kerabat menjadi faktor pendukung yang penting.

Zumba sebagai wadah bebas berekspresi

Rayakan Bulan Kanker Payudara, Denada dan Komunitas Zumba® Ingatkan Pentingnya Kesehatan Mental bagi Penyintas
Ilustrasi Melakukan Senam Zumba Credit: freepik.com

Jessy menjelaskan bahwa olahraga zumba menjadi salah satu hal yang dapat membantu untuk meningkatkan semangat para penyintas kanker. Zumba dapat memberikan makna dari agenda dan kegiatan yang dilakukan oleh para penyintas, sehingga dunia mereka akan lebih berwarna dan bermakna.

Hal ini sejalan dengan yang dialami oleh Evelyn Liem, seorang ZIN dan juga penyintas kanker payudara. Ia mengaku bahwa olahraga Zumba menjadi kegiatan yang menopang harapannya dan dapat memberikan energi positif. 

“Ketika terdiagnosa, saya merasa dunia runtuh sehingga harus melalui berbagai fase sampai akhirnya bisa menerima. Saat itulah, Zumba® menjadi tempat yang mampu membawa saya kembali semangat dan menemukan hobi yang telah lama hilang. Awalnya disarankan untuk jalan kaki oleh dokter, namun ternyata dengan Zumba malah lebih menyenangkan. Gerakan yang mudah diikuti dan musik yang menyenangkan dapat membuat saya melupakan sejenak segala kegelisahan yang saya miliki dan fokus terhadap energi positif yang dihasilkan dalam kelas,” cerita Evelyn.

Menjadi salah satu komunitas yang berjalan di bidang olahraga, komunitas Zumba® ingin mendukung para perempuan Indonesia, terutama para penyintas kanker payudara untuk bangkit dengan jiwa yang positif. Komunitas ini telah berperan aktif untuk mengangkat isu mengenai wanita, anak-anak dan penyakit, terutama kanker.

“Komunitas Zumba® di Indonesia sejauh ini telah melakukan beberapa kali Zumbathon, yaitu kelas Zumba® yang diperuntukan untuk menggalang dana kepada Yayasan atau Organisasi yang membutuhkan bantuan. Beberapa diantaranya Rumah Singgah Kanker dan Yayasan Pita Kuning Indonesia,” ujar Denada Tambunan, selaku instruktur dan Brand Ambassador Zumba® di Indonesia.

Komunitas Zumba® dan ICCC ingin mengingatkan bahwa, baik dukungan fisik maupun mental, menjadi faktor penting bagi penyintas kanker, untuk meningkatkan semangat dan membantu pemulihan mereka. Dengan kelas Zumba kolaboratif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mengenai isu kesehatan mental, pada penderita maupun penyintas kanker, serta untuk memberikan ruang bagi merekauntuk bisa mengekspresikan diri.

 

Penulis: Meisie Cory

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela