Omicron Muncul, AstraZeneca Selidiki Efektivitas Vaksin untuk Melawan Varian Baru

Nabila Mecadinisa29 Nov 2021, 15:00 WIB
Diperbarui 29 Nov 2021, 15:00 WIB
Ilustrasi vaksin Astrazeneca

Fimela.com, Jakarta Covid-19 varian baru kembali ditemukan. Bahkan varian Omicron dinyatakan bermutasi lebih cepat dari varian sebelumnya. Covid-19 varian Omicron sudah dutemukan di Afrika Selatan. Bahkan hingga kini, efikasi vaksin mana yang efektif terhadap varian baru masih dalam pengkajian. 

Dikutip dari Liputan6.com,  Produsen AstraZeneca pada Jumat (26/11) mengatakan sedang meneliti dampak varian baru COVID-19 yang menyebar cepat di Afrika Selatan terhadap vaksin dan koktail (campuran) antibodi buatannya, berharap kombinasi obat tersebut akan menjaga keampuhan vaksin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat menetapkan varian baru COVID-19 B11529 alias omicron yang ditemukan di Afrika Selatan dengan mutasi yang besar, sebagai "varian yang diwaspadai".

 

AstraZeneca telah mendistribusikan dua miliar dosis vaksin ke seluruh dunia

FOTO: 6 Jenis Vaksin COVID-19 yang Ditetapkan Pemerintah Indonesia
Gambar ilustrasi menunjukkan botol berstiker "Vaksin COVID-19" dan jarum suntik dengan logo perusahaan farmasi AstraZeneca, London, Inggris, 17 November 2020. Vaksin buatan AstraZeneca yang bekerja sama dengan Universitas Oxford ini disebut 70 persen ampuh melawan COVID-19. (JUSTIN TALLIS/AFP)

AstraZeneca telah mendistribusikan dua miliar dosis vaksin ke seluruh dunia, meski pada Februari penggunaannya di Afrika Selatan sempat dihentikan karena terbukti memberi sedikit perlindungan terhadap penyakit ringan hingga sedang yang disebabkan varian Beta.

Pada saat itu varian Beta menjadi dominan di negara tersebut.

"Seperti halnya kemunculan varian baru, kami sedang memeriksa B11529 untuk lebih memahami itu serta dampaknya terhadap vaksin," kata AstraZeneca lewat pernyataan sebagaimana diwartakan Reuters, dikutip dari Antara, Minggu (28/11/2021).

Pihaknya juga mengaku sedang melakukan penelitian di Botswana dan Eswatini untuk mengumpulkan data.

"Itu akan memungkinkan kami untuk menghimpun data dunia nyata Vaxzevria terhadap varian baru virus ini."

Perusahaan farmasi Anglo-Swedia itu menegaskan bahwa vaksin buatannya terbukti ampuh melawan semua varian SARS-CoV-2 yang diwaspadai.

Mengembangkan sebuah platform vaksin

ilustrasi vaksin/cottonbro/pexels
ilustrasi vaksin/cottonbro/pexels

AstraZeneca mengatakan pihaknya bersama Universtas Oxford telah mengembangkan sebuah platform vaksin untuk merespons varian baru dengan cepat.

Produsen itu sebelumnya menyebutkan sedang membuat vaksin varian yang lebih menargetkan varian Beta.

Meskipun sejumlah ilmuwan telah menyatakan keprihatinan bahwa mutasi pada protein lonjakan mungkin menghindari keampuhan obat antibodi monoklonal, campuran obat buatan AstraZeneca mungkin menjaga efikasinya, kata perusahaan itu.

"Kami juga sedang menguji kombinasi antibodi jangka panjang AZD7442 buatan kami terhadap varian baru ini dan berharap AZD7442 bakal mempertahankan efikasinya karena terdiri atas dua antibodi kuat dengan aktivitas berbeda dan saling mengimbangi untuk melawan virus," katanya.

#Elevate Women

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela