Beri Semangat, Risma Dampingi Korban Kekerasan Seksual di Malang

Febi Anindya Kirana30 Nov 2021, 12:15 WIB
Diperbarui 30 Nov 2021, 12:15 WIB
anak sedih dari belakang

Fimela.com, Jakarta Setelah kasusnya viral karena korban mengalami penganiayaan dari pelaku melakukan kekerasan seksual, kini korban mendapatkan pendampingan dari Menteri Sosial Tri Rismaharini atau lebih akrab disapa Risma.

Dilansir dari Liputan6.com, Risma mengunjungi bocah korban kekerasan seksual di Batu, Malang, Jawa Timur pada Minggu 28 November 2021. Percakapan berlangsung tertutup antara Ibu Risma dan korban di salah satu ruangan di kantor UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (UPT PPSPA) Batu, Jawa Timur.

Dengan tujuan untuk membangkitkan motivasi dan meningkatkan semangatnya, Risma menghabiskan waktu satu jam untuk bicara dengan korban. Bagaimana pun korban masih usia anak-anak dan ia tidak ingin dia berhenti belajar. Untuk keperluan tersebut, Risma menyerahkan peralatan sekolah berupa laptop untuk belajar, seragam sekolah dan buku-buku inspiratif untuk mendukung kegiatan belajar dan menambah pengetahuan.

Kementerian Sosial beri dukungan penuh

Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma
Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma. (Foto: Istimewa).

Pada kesempatan tersebut, Kepala UPT PPSPA Bima Sakti Kota Batu Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Yusmanu menyampaikan, saat Risma bertemu langsung dengan korban berininisal HN, kondisinya sudah semakin membaik. HN sudah bisa tersenyum kembali, meski hingga saat ini, ia belum memberanikan diri bertemu dengan banyak orang.

"Jadi kondisi anak saat ini baik, tapi jangan banyak orang dulu, tadi sebelum ke sini masih labil. Yang jelas kondisi sudah membaik mulai tersenyum. Ada ibu, adiknya, dan ayah sambungnya di sini (UPT PPSPA) semua," kata Yusmanu.

Yusmanu juga menyampaikan, untuk pemulihan trauma HN, Kementerian Sosial memberikan dukungan penuh dengan menugaskan psikolog dan tenaga Satuan Bhakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos). Ia menyebut, dengan dukungan Kemensos dan pihak terkait lainnya, UPT PPSPA akan mendampingi hingga kondisi psikologis HN kembali pulih.

"Untuk keperluan trauma healing, sengaja tidak melibatkan banyak personel. Di sini kami dibantu psikolog, ada Sakti Peksos. Mudah-mudahan kondisi HN segera pulih," ucapnya.

Di waktu yang sama, Agung Suhartoyo sebagai Kasubdit Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Direktorat Anak Kementerian Sosial, mengatakan bahwa Risma terus memberikan semangat kepada HN agar dia bangkit dan ceria kembali.

Fokus pendampingan adalah pemulihan psikologis korban

Mensos Risma
Mensos Risma memberikan motivasi kepada anak-anak penerima bansos di Medan, Jumat (19/11/2021) (Reza Efendi/Liputan6.com)

"Instruksi Mensos sedari awal yaitu memberikan perhatian penuh dengan kasus ini. Di sisi lain Kemensos punya tanggung jawab untuk memastikan bahwa anak tersebut kembali normal," kata Agung.

Fokus yang ditekankan dalam kasus ini adalah pemulihan psikologis HN. Sehingga HN kembali normal dan diterima oleh masyarakat.

"Apakah lewat rehabilitasi atau apapun yang penting anak itu membaik dan diterima oleh masyarakat serta anak bisa belajar dan tumbuh kembang baik," jelas Agung.

Pihaknya mengaku, sejak awal telah hadir memberikan perhatian terhadap kasus ini. Melalui Sakti Peksos dan psikolog dari Balai Antasena, Kemensos telah melakukan pendampingan dan pemulihan trauma terhadap HN. Sakti Peksos juga mendampingi dalam kesempatan HN menjalani pemeriksaan di hadapan penyidik Polresta Kota Batu.

Kemensos juga menempuh jalur kelembagaan dengan melayangkan surat kepada Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri. Surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Kemensos tersebut, berisi permohonan agar penyidik tidak ragu bertindak tegas terhadap pelaku, dan di sisi lain memastikan memberikan perlindungan terhadap hak-hak korban.

#ElevateWoman with Fimela

Lanjutkan Membaca ↓
What's On Fimela